Kebetulan saya sekarang sedang sering-seringnya ke Pontang, tepatnya di Wanayasa, sebelum Domas. Disana memang daerah empang yang sebagian besar digunakan untuk udang dan bandeng.
Kira-kira 15 tahun lalu ketika itu pertambakan udang sangat menjanjikan, terlebih dengan kesuksesan PT Indokor yang mampu meraup keuntungan besar dari udang. Sejak itulah udang menjadi primadona masyarakat Sawah Luhur, kecamatan Kasemen hingga Pontang dan Tirtayasa. Namun saat itu bukan limbah yang jadi masalah. Ketika itu terjadi penjarahan besar-besaran sehingga pengusaha trauma menanamkan modalnya kembali. Entah memang diatur atau tidak, setelah peristiwa itu banyak pengusaha lokal yang menggantikan bahkan membuka usaha tambak udang di daerah tersebut. Kala panen perdana hasilnya luar biasa sehingga makin banyak orang membuka tambak. Namun hanya sampai disitu kisah suksesnya. Selanjutnya panen selalu gagal dan terus merugi. Sebenarnya waktu itu kondisi tambak/empang masih baik. Udang bisa mencapai size 35 bahkan 25 sedangkan bandeng bisa mencapai 1 kg 2 ekor. Kenyataannya kini jangankan udang mencapai size 65 atau 75, kebanyakan udang stress berat akhirnya mati sebelum moulting. Bandeng sudah luar biasa jika mencapai 6 ekor dalam satu kilonya. Jika memang penyebabnya limbah pabrik, kita belum punya lembaga independen yang dapat memastikan itu dengan hasil labolatorium. Namun kenyataannya memang demikian, dimana dengan sangat jelas pipa-pipa besar pembuangan limbah pabrik mengarah ke sungai Ciujung dan Cidurian, yang akhirnya ke teluk Banten. Bukan hanya itu, banjir kemarin di Pontang menyebabkan padi mati kering. Aneh memang karena jika padi terendam air biasanya akan lemas dan busuk. Kali ini padi mati mengering dan keras. Alangkah baiknya jika ada labolatorium independen yang mampu mengungkapkan itu. Bisakah kita buat sendiri? Bisa!!! Pembuatan labolatorium semacam itu tidak sulit dan tidak mahal. Yang jadi masalah adalah jika kita buat labolatorium, akankah hasilnya diakui secara luas? Beberapa usaha telah dilakukan termasuk dari rekan-rekan pecinta lingkungan, namun hasil akhirnya pada gak jelas semua. Paling banter hanya sampai survay, pengambilan sample kemudian .... Tuinggg,.. lenyap tak berbau lagi. Namun sementara waktu saya telah mengadakan beberapa percobaan di empang bandeng di daerah Banten Lama dan Domas. Dengan perlakuan yang sangat aneh dimata petambak, kami sudah mampu membesarkan nener bandeng hingga 7-8 cm (sebesar jari kelingking) dalam tempo satu minggu. Kemudian kami juga sudah dapat membuat "air mati" yang menjadi makanan bandeng. Mudah-mudahan usaha ini berhasil yang kemudian akan dikembangkan ke tambak udang sehingga mampu menciptakan pertumbuhan positif PADS (Pendapatan Asli Diri Sendiri). Hari ini panen semangka non pupuk urea,.. hmmm manisnya luar biasa. Jika panen bandeng, siapa mau gabung? Pecak bandeng Pontang + Gerem asem Babadan bikin gak bisa bobo. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
