Kang Saprudin, soal perbedaan tafsir mengenai masalah
khilafiah seperti bacaan Alquran untuk orang mati itu
dalam sejarah umat Islam di Indonesia sudah banyak
menimbulkan korban (bahkan sampai korban nyawa) di
kalangan akar rumput, terutama dari para pengikut NU,
Muhammadiyah, dan Persis. Masa sih mau diangkat-angkat
lagi, dengan hanya menyodorkan satu tafsir? Kayaknya
ini gak fair, gak mendidik, dan jadinya gak penting
deh. Lagian, ente kok kayaknya keasyikan ngirimin
milis-milis bertopik Islam terus nih, padahal anggota
milis ini kan bukan hanya orang Islam. Bukankah ada
perintah untuk umat Islam agar berdakwah dengan cara
yang simpatik? Bukankah Umar bin Khatab menolak untuk
salat di gereja di Palestina yang baru ia taklukkan
karena khawatir gereja itu nantinya direbut oleh umat
muslim di kelak kemudian hari?

Salam,

Pedje 



--- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bicara apa ente, Pedje ???
> 
> Pedje <[EMAIL PROTECTED]> menulis:          Busyet,
> persoalan tahun kuda kayak gini masih diangkat
> lagi. Capek ah berdebat untuk urusan tafsir yang
> sepele ini, ada banyak persoalan yang lebih penting.
> Daripada disetelin house music kan orang mati lebih
> baik dibacain Quran. Iya, kan? Udah ah, capek....
> 
> --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke