-----Original Message-----
From: hisyam [mailto:[EMAIL PROTECTED] co.id]
Sent: Thursday, September 07, 2006 1:15 PM

Dari www.majelisrasulull ah.org

Forum Majelis Rasulullah

Keberadaan Allah - 2006/01/19 14:17
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Habib tolong berikan penjelasan kepada saya mengenai keberadaan Allah. Di
Al-Quran saya baca Allah bersemayam di atas 'Arsy yang berada di atas air,
maksudnya bagaimana? Tapi guru ngaji saya yang juga mursyid mengatakan
Allah
itu tidak menempati ruang dan waktu.

Tolong jelaskan kepada saya.

Jazakumullah khairon katsiro

Jawab :

Keberadaan Allah - 2006/01/21 03:54
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Mengenai ayat tersebut, merupakan ayat mutasyabih yg tidak mungkin kita
tafsirkan secara harfiyah, karena bila kita tafsirkan secara harfiyyah maka
kita terjebak pd Tasybih bilkhalq, (penyerupaan/ kesamaan dg makhluk).

Sebagaimana ucapan mursyid anda adalah benar, bahwa Allah swt tidak
menempati
ruang dan waktu, karena bila Dia Allah menempati ruang dan waktu maka Dia
terbatas dengan ruang dan waktu, sedangkan Dia lah yg Maha Menciptakan waktu
dan ruang, Dia Allah Maha Suci dari segala persamaan dg makhluk, tidak
membutuhkan ruang dan waktu, dan Maha Menggenggam ruang dan waktu, bila dia
berada di ruang atau waktu, maka dimana Dia sebelum terciptanya ruang dan
waktu?

Sebagaimana pd surat Alfath ayat 10 : ?Sungguh orang orang yg berbai?at
kepadamu sungguh mereka itu berbai?at kepada Allah, Tangan Allah diatas
tangan mereka?. Apakah makna ayat ini bahwa ada Tangan besar turun dari
langit menggenggam tangan sahabat?, dan bahwa makna tangan disini adalah
Pertolongan, sebagaimana makna ?tangan? dalam bahasa arab ada dua makna :

1. bermakna suatu angota tubuh yg terangkai dari daging, tulang, darah,
membutuhkan aliran darah dan oksigen yg berarti membutuhkan makan dan
minum,
berkeringat, membutuhkan jantung, membutuhkan paru paru, dan sisa sisa
oksigen dan sel sel mati akan dibuang dengan saluran saluran darah menuju
air seni atau buang air besar.

2. bermakna kemuliaan, kekuasaan, pertolongan, kedermawanan, sebagaimana
contoh kalimat : Baghdad ditangan raja.

Manakah makna yg pantas untuk ayat diatas?, ?TANGAN ALLAH DIATAS TANGAN
MEREKA?. Semua orang yg berakal akan mengatakan pd makna yg kedua, yaitu
pertolongan Allah, kedermawanan Allah.

Demikian pula pd ayat ?DAN SINGGASANANYA ADALAH DIATAS AIR?, bukanlah
berarti
Dia berkecambah diatas air sebagaimana makhluk, tetapi Dia bersinggasana
diatas sumber kehidupan (AIR), sebagaimana firman Nya : ?DAN KAMI JADIKAN
DARI AIR SEGALA SESUATU ITU HIDUP?.

Jelasnya bahwa Dia Menguasai segala Kehidupan, Dialah yg meminjamkan dan
mencabutnya, dan Dia pula Yang Maha Memiliki Kehidupan, Dia pula Yang Maha
Hidup dan Abadi.

Sebagaimana contoh kalimat : Raja itu bersinggasana diatas pedang?, berarti
Raja itu adalah raja yg kejam, karena Pedang melambangkan kekejaman dan
kekejian, bukanlah berarti singgasana sang raja terbuat dari pedang...

Namun sekelompok madzhab sempalan yg muncul diabad ke 20 ini mengatakan
bahwa
Dia Allah swt betul betul bersinggasana diatas Air. Maha Suci Allah dari
kebodohan mereka, ?MAHA SUCI TUHAN MU, TUHAN YG MAHA MULIA DARIPADA APA APA
YG MEREKA SIFATKAN..?

Wallahu a?lam

Re:Keberadaan Allah - 2006/01/24 11:43
Assalamu 'alayku wr. wb.

Saya hanya ingin menambahkan sedikit. Kita ummat Islam adalah ummat yang
berakal. maka janganlah kita berfikir sebagaimana anak kecil berfikir.
Dalam
Injil Barnabas diceritakan bahwa salah satu murid nabi Isa bertanya,
"Bagaimana Allah tidak berputra, sedangkan Dia Bapak kita?" Maka nabi Isa
menjawab dengan bijak, "Janganlah kamu menanggapi amtsal para nabi secara
harfiah."

Ketika kecil, kita sering diajarkan bahwa surga itu di bawah
telapak kaki ibu. Fikiran kita yang masih polos tanpa filter waktu itu
mungkin mengira bahwa surga itu benar-benar berada di bawah telapak kaki
ibu. Tapi kini kita mengerti bahwa itu adalah sebuah kata-kata puitis. Jika
Anda mendengarkan syair-syair para penyair, mungkin Anda akan menganggap
mereka itu telah kafir disebabkan syair-syai yang Anda pahami secara salah.
Maka jangan menanggapi syair-syair itu secara harfiah. Dan Allah punya cara
untuk mengekspresikan Diri-Nya. Jika Anda tidak memahami maksudnya, maka
imanilah akan ayat tersebut, adapun bagaimana-bagaimana nya, tidak usah kita
fikirkan dan jangan kita tanyakan. Misalnya Allah beristiwa di atas arsy.
Berimanlah akan ayat yang menybutkan sifat Allah itu, jangan Anda katakan
bahwa itu ayat palsu. tetapi jangan Anda fikirkan bagaimana Allah beristiwa
di atas arsy.

Mungkin peristiwa tanya jawab antara Imam Malik dan salah satu
muridnya bisa menjadi pelajaran. Jadi tidak perlu kita memikirkan bagaimana
yang dimaksud 'Allah beristiwa di atas arsy'. Tetapi imanlah bahwa Allah
telah menyifati Diri-Nya demikian. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Wassalamu 'alaykum wr. wb.

Re:Keberadaan Allah - 2006/01/25 00:49

banyak saudara saudara kita yg terjebak dalam perangkap kebodohan dengan
mengorek makna ayat ayat mutasyabihat, yg maknanya jauh berlainan dari makna
dhohirnya, bahkan sebaliknya dari kalimat, sebagaimana Firman Allah swt :
"SUNGGUH ALLAH ITU TIDAK MALU UNTUK MEMBERIKAN PERUMPAMAAN DARI SEEKOR
NYAMUK
DAN APA APA YG DIATASNYA, .. (QS Albaqarah -26)

perhatikan makna ayat yg saya pertebal diatas dan digaris bawahi, diatas
baik
baik.. coba anda fikirkan dengan seksama, apa makna ayat ini?, bahwa Allah
itu tak malu memberikan perumpamaan dari seekor nyamuk dan yg diatasnya..

apa makna kata "DIATASNYA". ...?, maksudnya adalah yg lebih kecil dari
nyamuk,
maka kalimat DIATASNYA, pd makna ayat ini adalah dibawah / lebih kecil lagi
dari nyamuk, maka makna kata ATAS maknanya adalah BAWAH. demikian dalam
ayat
ini, bahwa Allah tak malu memberika perumpamaan dari seekor nyamuk dan yg
lebih kecil lagi.., yaitu yg dibawah nyamuk.

maka betapa dalamnya samudera Alqur'an, bahwa kalimat atas bisa bermakna
bawah, dan masih banyak lagi ayat ayat lain, dan tiadalah Alqur'an bisa
ditafsir semaunya dengan pemahaman yg dangkal, namun harus dengan melihat
Takhirj, Asbabunnuzul, Bayanulhadits dan istifsarulmufassiri n, apalagi
untuk
berbicara masalah sifat dan Keberadaan Allah.

wallahu a'lam

Re:Keberadaan Allah - 2006/02/02 14:07

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas jawabannya. Sebenarnya selama
saya belajar agama saya belum pernah mempertanyakan hal yg demikian. Namun
setelah masuk kuliah baru saya mendapatkan pertanyaan2 seperti itu dari
liqo'2 yg saya ikuti di kampus.

Sebenarnya guru saya juga melarang saya untuk mengikuti liqo' seperti itu,
tapi saya hanya coba2 mencari tahu sekaligus untuk menambah ilmu. Perlu
habib ketahui bahwa liqo' itu diasuh oleh senior2 di kampus bahkan ada yg
tidak mau diketahui profilnya secara lengkap. Mereka beranggapan bahwa, yg
penting itu apa yg disampaikan, bukan siapa yg menyampaikan. Dalam
menyampaikan materi mereka hanya bermodal Al Qur'an terjemah saja. Mereka
bilang menafsirkan Al Qur'an itu harus dengan Al Qur'an itu sendiri. Ketika
saya tanya siapa guru mereka, mereka tidak mau memberitahu. Bagaimana
menurut habib? Apa saya boleh tetap mengikutinya, atau saya harus berhenti
saja?

Re:Keberadaan Allah - 2006/02/02 18:06

Alaikumsalam Warahmatullah wabarakatuh.

he...he..he. .. kasihan mereka itu, dungu dengan kegelapan pemahaman,

kalau kita mendapat surat dari seorang Raja, dibawa oleh utusannya, dan kita
tak faham maknanya, apakah kita bertanya pd surat itu sendiri, atau pada
utusannya?,

Alqur'an tak terbang dari langit langsung kepangkuan mereka, tapi melewati
sang Nabi saw, mengapa?, kenapa Allah tak langsung saja membuatnya tertulis
di gunung gunung misalnya, atau tertulis di langit?, Allah justru
menurunkannya lewat seorang utusan, dengan maksud bila kita tak memahaminya
kita akan bertanya pada utusannya, demikian para sahabat, mereka bertanya
pd
Rasul saw mengenai makna ayat2 Alqur'an, lalu para tabi'in bertanya pada
sahabat, demikian seterusnya..

kitab Alqur'an ini belum ada di zaman Rasul saw, masih tertulis di kulit
onta, ditembok, tertulis sebagian dan terpecah2 ditangan sahabat, beberapa
diantara mereka masing masing ada yg menulisnya, dan di hafalan sahabat,
lalu pada Zaman Khilafah Usman bin Affan ra, beliau memerintahkan agar
mengumpulkan seluruh catatan yg ada, dan seluruh sahabat yg menghafal
alqur'an, semua berkumpul dan membukukan Alqur'an, lalu seluruh catatan
lain
dibakar dan dimusnahkan agar tak terjadi perbedaan pendapat kelak, maka
Alqur'an itu pun disebut Mushhaf Ustmaniy. (Al Itqan- Imam Assuyuthiy)

mereka ingin memahami Alqur'an dari Alqur'an?, mungkin mereka merasa lebih
mulia dari para sahabat, hingga tak perlu bertanya pd siapapun..

he..he..he.. baiknya anda menjauh dari mereka, doakan saja semoga mereka
mendapat hidayah, atau hadapi mereka dengan hujjah dan dalil bila anda
mampu..

wallahu a'lam

Re:Keberadaan Allah - 2006/02/04 13:08
Assalamu'alaikum wr. Wb.

Wah...saya sangat berterima kasih nih sama Habib, sebenarnya saya sudah lama
bingung mengenai masalah ini. Tapi insya Allah saya hanya bisa do'akan
mereka saja, kalau beradu argumen saya belum mampu. Mudah2an mereka sadar.
Beginilah Bib keadaannya kalau hanya ada sedikit ulama di Medan.

Oh ya Bib, di Medan ada gak majelis ta'lim yg dipimpin habaib? Kalau ada
tolong berikan alamatnya ya Bib.

Jazakumullah khairan katsiro...

Re:Keberadaan Allah - 2006/02/04 17:29
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Semoga keberadaan anda disana selalu dalam lindungan ilahi, dan selalu dalam
curahan Rahmat Nya swt,

mengenai wilayah medan, ada rencana saya akan membuka majelis bulanan, yaitu
berupa cabang majelis Rasulullah saw, namun hingga kini masih belum ada
titik terang disebabkan kesibukan jadwal jakarta dan sekitarnya.

selama ini saya belum dapat menjelaskan dimana tepatnya majelis taklim yg
dipimpin oleh habaib disana, namun baiknya anda merajuk kpd salah seorang
Alumni Rubat Tarim, yaitu Hb Husein Alatas, no hp beliau : 0812 600 8410.

demikian informasi yg saya dapatkan dari teman saya Sayid Haikal Alkaff,
dan Sayyid Husein Alatas itu adalah teman beliau yg pernah sama sama
mengajar
di Majelis Taklim Babul Khairat di Jalan Ayahanda gg Rantang, Medan, yg
sementara ini masih terhenti.

wallahu a'lam

Re:Keberadaan Allah - 2006/04/20 18:57
Assalamualaikum wr.wb

Syukur Alhamdulillah, Semoga forum ini slalu memdapatkan kebanggaan,
kecintaan dan dan limpahan rahmat dari Allah Jallajalaluh.

Bib saya juga mau bertanya, kalau saudara kita Lufthan di Medan, mengenai
Liqo'at yang ada di kampus. Begitu juga saya, waktu baru mulai masuk kuliah
saya ditawarkan untuk mengikuti model liqo'at yang semacam itu. akan tetapi
saya sudah tidak mengikutinya lagi karena saya pikir bahwa Pertama, kalau
mengaji itu harus di dampingi oleh seorang guru. Kedua,diperlukan beberapa
disiplin ilmu untuk dapat mengartikan Al qur'an. dan satu lagi berbeda
dengan ajaran orang tua-tua dulu yang berfaham ahlisunnah waljama'ah.

Di kampus saya, ada juga organisasi nya yang tegabung sebagai organisasi
ISLAM di kampus, akan tetapi yang banyak di dalam nya adalah kalangan
"mereka". sedangkan di dalam organisasinya ada tidak hanya kalangan mereka
akan tetapi banyak juga mereka yang membawa faham-faham baru yang
bermacam-macam. dan berhubung itu adalah satu2 nya organisasi ISLAM di
kampus, saya masuk di dalamnya. sedangkan mereka tidak mau mengadakan
maulid
Nabi saja mreka enggan entah atasdasar apa mereka enggan?. bagaimana
tindakan saya Bib? apakah saya melakukan hal yang sama dengan saudara kita
Lufthan agar saya meninggalkan jauh jauh dari organisasi nya tau adakah
solusi lainya?

Sebelum dan sesudahnya Jazakumullah khairan katsira...

Re:Keberadaan Allah - 2006/04/22 23:58
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Curahan kelembutan Nya semoga selalu menaungi anda dan keluarga,

mengenai kelompok yg terkena wabah kesesatan ini, ada dua cara kita
menghadapinya, 1. Hadapi mereka dengan Hujjah Naqli dan Aqli
Naqli maksudnya dengan ayat dan hadits, Aqli adalah logika.
namun bila anda kesulitan mendapatkan hujjah ayat dan dalil, juga Aqli, saya
Insya Allah akan membantu anda, boleh ke website ini atau ke email pribadi
saya : munziralmusawa@ yahoo.com

2. menjauh dari mereka dengan tujuan menjauhkan tercemar atau tertular dg
benih benih pemahaman sesat ini.

saya akan selalu mendoakan anda, rileks saja menghadapi mereka, tidak usah
emosi, mereka adalah saudara saudara kita yg buta, perlu dikasihani dan
cermat, maka perlu dibimbing dan kalau mampu diobati agar dapat melihat
kembali. wallahu a'lam

Re:Keberadaan Allah - 2006/04/24 13:36
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmatNya kepada umat Rasulullah
Muhammad
SAW yg setia mengamalkan sunahnya.

Kepada saudara Syabab saya ucapkan salam kenal. Mengenai masalah yg kita
hadapin sekarang ini di organisasi kampus kita haruslah kita hadapi dengan
bijak dan hati2. Karena syaithan senantiasa menghembuskan godaan dan
fitnah2nya ke dalam hati kita, sehingga akan timbul perasaan benci kepada
saudara2 kita itu, yg bisa merusak ukhuwah islamiyah. Syaithan akan
mmbisikkan bahwa kita lah yg paling benar dan mereka itu salah dan sesat,
dan berujung kepada pengkafiran terhadap saudara kita itu.

Coba pikirkan, bagaimana kalau masalah tsb terdengar oleh teman2 muslim lain
di luar organisasi Islam yg kita ikuti, padahal mereka itu masih jauh dari
agama. Mereka akan menjadi semakin bingung akan ajaran Islam itu sendiri,
dan akhirnya mereka menjadi semakin apatis dan semakin jauh dari agama.

Karena itu dengarkanlah nasihat dari Habib Munzir dan orang2 sholeh lainnya
yg arif dalam menyikapi masalah perbedaan dalam Islam. Jagalah tingkahlaku
hati kita, jgn sampai mentakfirkan saudara kita secara sembarangan.

O ya , mengenai masalah maulid, tawasul, tabarruk dlsb, saya usulkan antum
untuk membeli buku "Mana Dalilinya" oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus.
Kalo berminat hubungi aja redaksi Majalah Alkisah di (021)2306188.
Alhamdulillah, di dalam buku itu banyak dalil2 yg jelas mengenai masalah2
tsb.

Kepada habib Munzir, saya mohon bimbingannya dan koreksi jika ada kata2 saya
yg salah. Jazakumullah. ...

Re:Keberadaan Allah - 2006/04/25 11:02
Na'm... baarakallahufiikum

Insya Allah akan saya tampilkan dalam waktu dekat mengenai masalah Tawassul,
Tabarruk, Istighatsah dll pada Halaman Depan website ini

                
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke