***********************
Your mail has been scanned by Chandra Asri InterScan.
***********-***********


Romantika Pasangan Jiwa

Oleh : Anis Matta

Orang-orang di negerinya, di Mesir sana,
menganggapnya pasangan cinta. Mereka menyebutnya sebagai
kampiun asmara. Dody Al Fayed dan Lady Diana adalah sebuah
roman yang tragis. Dua jiwa bertemu. Tapi tanpa raga.
Mereka tidak ditakdirkan bersatu. Tapi Lady Diana dan dan
Pangeran Charles adalah juga roman yang tragis. Dua raga
bertemu. Tapi tanpa jiwa. Mereka pernah ditakdirkan
bersatu. Tapi tidak ditakdirkan untuk saling mencintai.
Tragis. Terlalu tragis. Dua setengah milyar umat manusia
yang ikut menyaksikan proses pemakaman Lady Diana dan Dody
hanya mampu menangis. Menyatakan haru entah kepada siapa:
sebab di alam jiwa mereka semua nestapa.

Tapi cerita Charles dengan Camilla Parker yang entah
menjadi pemicu keretakan rumah tangganya atau tidak,
menyelipkan sebuah pertanyaan besar: mengapa sang pangeran
lebih tertarik dengan perempuan tua itu ketimbang Diana
yang cantik dan anggun, Diana? Bahkan ketika Camilla
menjadi musuh bersama rakyat Inggris, Charles tetap
menikahinya beberapa tahun kemudian? Seperti sebuah
kehendak yang dipaksakan walaupun harus melawan arus.
Tidak berartikah kecantikan Diana baginya? Dan apakah
pesona perempuan tua yang membuatnya nekat itu?



Charles adalah sebuah cerita tentang kesepian. Punya ibu
seorang ratu hampir sama dengan menjadi yatim. Maka
Charles tumbuh dengan sebuah kebutuhan jiwa yang akut:
seseorang yang bisa diajak bicara, mau mendengarnya dan
mampu memahaminya, seseorang yang bisa membuatnya merasa
sebagai orang normal yang bersikap wajar dalam
kehidupannya. Camilla hadir dan bisa memenuhi kebutuhan
jiwa itu. Sementara Diana tumbuh sebagai gadis cantik yang
terlalu lugu untuk kerumitan-kerumitan besar yang dihadapi
Charles. Ia bagus sebagai icon kerajaan yang cantik. Tapi
tidak bagi Charles yang rumit. Jiwa mereka tidak bertemu
ketika raga mereka justru seranjang.



Tim kehidupan pada intinya adalah ide tentang pasangan
jiwa dalam kategori cinta jiwa. Bukan terutama tentang
poligami. Ini ide tentang pertemuan jiwa yang disebabkan
oleh kesamaan, atau kesepadanan, atau keseimbangan, atau
kelengkapan. Jiwa-jiwa yang saling bertemu itu bisa dua
atau tiga atau empat dan seterusnya. Sama persis dalam
sebuah bentuk tim dalam sebuah organisasi. Tim itu juga
bisa besar pada mulanya lalu menciut pada akhirnya. Umar
bin Khattab, misalnya, menceraikan dua istrinya yang
sangat cantik, Jamilah dan Qaribah. Tapi bisa bertahan
hidup bersama Ummu Kaltsum binti Ali atau cucu Rasulullah
saw yang usianya terpaut lebih 40 tahun.

Itu sebabnya cinta jiwa merupakan sumber semua cerita
roman percintaan dalam sejarah umat manusia. Baik yang
berujung tragis maupun yang berakhir bahagia. Jiwa
mempunyai hajatnya sendiri. Maka ia lebih bisa mengenal
pasangannya sendiri. Juga bergerak dengan caranya sendiri
menuju pasangannya. Di alam jiwa terlalu banyak kaidah dan
kebiasaan alam raga yang tidak berlaku. Itu membuatnya
rumit. Tapi agung. Rumit jalan ceritanya. Tapi agung
suasananya. Rumit untuk dicerna. Tapi agung untuk
dirasakan. Maka romantika cinta pasangan jiwa selalu
begitu: bauran yang kompleks antara kerumitan dan
keagungan.

Sumber : Tarbawi, Edisi 140 Thn 8/Ramadhan 1427 H/28
September 2006 hal. 72.


 
<http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/message/8218;_ylc=X3oDMTJxNWYwZ2Y2BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzQ3NTM1NTgEZ3Jwc3BJZAMxNjAwMDQzNjk1BG1zZ0lkAzgyMTgEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTE1ODQwMTAwMw-->
 Re: Fenomena Marisa
Dedi juanda < <mailto:dewa99%40yahoo.com> [EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bang Akhmad solihin yang budiman,
terlepas dari benar atau salah itu relatif, tapi lebih
bijaksana bila kenapa Marissa Haque harus "loncat
pagar" ???
Sepengetahuan kami pada saat RAKERDASUS di SKI
Cilegon, kenapa Partai mengusung "orang luar" bukan
kader partai sendiri...???? bukan tidak gampang
sebagai "orang luar partai" bisa mengalahkan kadernya,
artinya ada energi yang harus dikeluarkan, energi itu
bisa berbentuk (kekuasaan, uang, dll) kalau kontrak
politik itu sudah pasti.
Mungkin inilah yang menjadikan Marissa Haque (bisa
dibilang sakit hati) harus "loncat pagar",....
Yang menjadi YAKIN adalah bahwa Gubernur sekarang
tidak lagi dipilih oleh anggota DPRD yang mewakili
partainya, akan tetapi oleh RAKYAT.
Jadi untuk membuktikannya kita lihat hasilnya nanti.
waallahu a'lam bishawab
wass dedidj

--- akhmad solihin < <mailto:akhmad_solihin%40yahoo.com> [EMAIL PROTECTED]> 
wrote:

> Diskusi dari millis sebelah, dari milis KAHMI-Pro:
> SATU lagi secuil isu tentang pilkada Banten,
> tetapi fokusnya bukan
> pilkadanya. Tulisan saya di bawah sekedar uraian
> pendapat saya tentang
> fenomena Marissa Haque, seorang artis anggota
> parlemen dari PDIP yang
> "loncat pagar" ke partai lain. Ia tidak mematuhi
> partainya dan bergabung
> dengan PKS maju ke pencalonan Gubernur Banten.
> Tetapi, apakah ada
> penjelasan lain yang lebih pas dari subyektifitas
> pendapat saya di bawah ini?
> Apakah di tempat/negara lain, fenomena Marrisa ini
> wajar? Atau bagaimana
> pandangan filosofisnya dalam tradisi demokrasi
> liberal?
>





[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke