PERHATIAN !!
BACAAN KHUSUS KALANGAN BAWAH

 

"Skaaaak........." teriak si Udin ketika dia sedang asyik bermain catur dengan 
si Bejo di atas bale-bale di bawah sebuah pohon belimbing yang rindang. Bak 
pemain catur berkelas master, si Bejo mengamati dengan serius langkah kuda yang 
dilakukan si Udin. Kemudian si Bejo melakukan tindakan penyelamatan dengan 
menggeser mundur posisi raja.
Keasyikan si Udin dan si Bejo bermain catur, telah menyita waktu hampir lima 
jam. Tiba waktu memasuki waktu magrib dengan ditandai suara adzan melalui alat 
pengeras suara dari masjid. "Allahu Akbar....Allahu Akbar......Allahu 
Akbar....Allahu Akbar...........Asyhaduallailaahaillallah..........dst.". 
Suara adzan yang lantang, nyaring jelas terdengar, tidak membuat si Udin dan si 
Bejo menghentikan permaincan catur, mereka tidak bergeming, malah bertambah 
asyik melakukan skak dan ster. Yang lebih gendheng lagi, ketika suara adzan 
dikumandangkan, mereka berdua malahan cekakak cekikik tertawa saling guyon dan 
bercanda. Sampai kumandang adzan selesai, mereka tetap dalam posisinya memaikan 
buah catur. Sebetulnya usia mereka sudah cukup dewasa berkisar 33-35 tahun, 
sebab masing-masing sudah berkeluarga dan punya anak. Saya lewat depan mereka 
untuk pergi ke masjid dan sekalian mengingatkan mereka "mas, udah adzan magrib 
lho, ayo kita ke masjid dulu, ntar lanjutin lagi main caturnya". Jawaban mereka 
sambil nyengir "wah mas tanggung nih, titip salam saja deh ama malaikat, saya 
lagi dapet nih he...he..he.."

***
Pada waktu yang lain, si Udin dan si Bejo bersama rekan-rekannya sedang asyik 
ngobrol ngalor ngidul, tiba-tiba Pak H. Dultacan datang menghampiri mereka 
sambil mengucapkan salam, sontak saja obrolan mereka terhenti. Sambil 
membetulkan posisi pici putihnya, H. Dultacan "Wah kebetulan nih pada kumpul 
disini, begini saya dapat amanat dari H. Dulsohor untuk disampaikan kepada 
warga dan para tetangga bahwa ntar sehabis shalat isya ada acara gunting rambut 
kelahiran anak di rumahnya. Nah kalian datang ya, jangan enggak nih. Serempak 
si Udin, si Bejo dan rekan-rekan menjawab dengan semangat "Rebes Pak Haji, 
pasti kami datang deh".

Ceritanya undangan dari H. Dulsohor direspond dengan amat segera, tanpa basa 
basi. Yang biasanya si Udin, si Bejo dan rekan-rekan jarang mengenakan pici dan 
pakaian koko, hari itu tampang mereka seperti Ustad yang akan pergi mengajar 
ngaji. Di rumah H. Dulsohor mereka duduk berderetan dengan para Ustad beneran. 
Rumah H. Dulsohor penuh sesak hingga meluber tumpah ruah ke luar rumah bahkan 
gang pun penuh oleh para tamu yang menghadiri acara tersebut. 
Yang lebih menggelikan adalah pada waktu acara dzikir dan tahlil, surara si 
Udin, si Bejo dan rekan yang paling keras sambil mata terpejam seperti khusu 
dengan kepala miring kiri miring kanan.

***
Cerita tersebut diatas, ketika yang mengundang adalah Allah Yang Maha Besar, 
Allah Yang Maha Segala-galanya, Allah Yang Memberikan si Udin si Bejo dan Rekan 
rizki dan penghidupan untuk mendirikan shalat, namun tidak mendapat respon dari 
mereka malah dijadikan candaan. Namun ketika yang mengundang adalah H. Dulsohor 
yang nota bene adalah manusia sama seperti si Udin, si Bejo dan rekan langsung 
meresponnya dengan sigap tanpa tunda-tunda waktu. 

Ilustrasi tersebut diatas, pasti kebanyakan orang akan nyeletuk "Mas hidayah 
belum datang kepada mereka, kita jangan usil deh, orang mau insyaf mau gak itu 
urusan mereka, kalau Allah berkehendak pasti hidayah akan menghampiri mereka".
Ooooh begitu ya ? 

 
SP Saprudin


      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke