Setahun lalu kalau tidak salah saya pernah melempar isu tentang ini dimilis wongbanten, cari orang yg mumpuni lalu semua berdiri dibelakangnya...karena yang ada sekarang semua ingin berdiri sendiri bahkan ingin berdiri didepan, hal ini jelas melemahkan kekuatan kita sendiri.
no 7 direvisi "Punya atau dekat dengan kalangan pesantren" dan saya kira gak harus pemuda, nu geus kolot geh teu nanaon, yang penting bisa membuka keran perubahan dulu, dan yang penting bisa menunjukan sebagai orang yang menentang premanisnme dan melakukan aksi konkrit dari sikapnya. Nanti kalau perubahan sudah bisa dirasakan...atau paling tidak sudah terlihat kearah yg dicita-citakan....baru dicari PEMUDA BANTEN sebagai motor baru perubahan...wallahualam... Wednesday, June 13, 2007, 1:10:40 PM, you wrote: > Kang GG, > Seandainya kita menemukan pemuda banten yang memenuhi kriteria > tersebut, lalu kita dorong dia jadi gubernur banten tahun 2012, > aya jaminan hanteu yen banten jadi leuwih maju? > > Lamun aya jaminan, hayu urang teangan saha tah jalemana. Lamun > urang sarare bae, atuh atut-atut keneh bae anu jadi gubernur > mah....... lalanjung kana kula mah. > > Tabik. ali nurdin > > > ----- Original Message ----- > From: Dedi juanda > To:[email protected] > Sent: Wednesday, June 13, 2007 12:40 PM > Subject: Re: [WongBanten] Dicari Anak Kiyai dan Jawara > Kang GG yang imut-imut, menurut saya : > No.1 s/d 3, setuju, kecerdasan emosi dan spiritual > memang sangat diperlukan, agar bagaimana memaknai > semua kejadian di alam semesta ini. (waktu saya ikut > ESQ Kang Ary Ginanjar tahun 2002 di Jakarta, ESQ > merupakan Metode untuk memperkuat TAUHID dengan cara > mengimplementasikan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, > memang sebaiknya Iman(Yakin) dulu baru Islam > (Action)). > No 4 dan 5, walaupun ada pengaruhnya tetapi belum jadi > jaminan. Apalagi sekarang banyak PREMAN yang ngaku > JAWARA. Setahu saya Jawara yang asalnya dari kata > JUARA waktu itu dipilih orang-2 yang berhati mulia > dengan diberi bekal kedigjayaan untuk membela orang-2 > yang tertindas,. SEKARANG ???????? apakah masih pantas > disebut JAWARA ?. Tapi jangan salah SEJATINYA JAWARA > sebenarnya masih ada di BANTEN ini, beliau tidak mau > tampil saja. > No.6 amalkan saja amal perbuatan yang baik Insya Allah > yang namanya Ilmu bathin akan ada dengan sendirinya, > biasanya ahli tashawuf menyebut Ilmu Laduni. ( > Bukankah Mata Bathin 70X lebih tajam dari mata > phisik..) > No.7, tidak semua bisa karena pesantren harus dibentuk > dari faktor lingkungan, keturunan dan Istiqomah. > No.8 Tidak mempan dibacok ??? Astagfirullah,... apa > tidak membaca bagaimana Rasulullah berdarah ketika > dilempar batu. Dan setahu saya ilmu seperti ini ada > expire-nya. > No.9 (Hobi baca) ini wajib karena surat Al-Qur'an yang > diturunkan pertama adalah "Bacalah dengan (menyebut) > nama Rabbmu Yang menciptakan" (QS.Al-'Alaq :1) > No.10, Jelas ini fasilitas atau sarana dan prasaranya > harus ada. > No.11, Jelas ini juga perlu, seperti yang didiskusikan > Kang Ahmad Muklis di Rumah Dunia, Allah SWT berfirman > : > "Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar > berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang > beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat- > menasehati supaya mentaati kebenaran, dan > nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. ( QS. > Al-"Ashr : 1-3) > Dan Sabda Rasulullah : Apabila hari ini lebih buruk > dari hari kemarin maka celakalah, Apabila hari ini > sama dengan kemaren maka rugilah, Apabila hari ini > lebih baik dari kemaren maka beruntunglah". > No.12, Dulur-dulur seudanteun sampun uning lamun ayun > mireungakeun babasan napeu sing ayun dipilih, sabab > babasan niki wenteun katah, ndeuk make bahasa sunda > karuhun geh teu kunanaon, ndeuk make bahasa jawa > serang geh teu kunanaon, kumaha dia bae asal ulah > dilalaworakeun. > Allahu'alam bishawab. > Tulisan ini hanya salah satu pendapat saya yang FAKIR. > Wassalam, > /dedi juanda > --- gongmedia cakrawala <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> Saat diskusi di Radr Banten, 9 Juni lalu, saya >> nyodorin kriteria di bawah ini: >> >> DICARI PEMUDA BANTEN! >> 1. Cerdas Emosi >> 2. Cerdas Spiriutal >> 3. Cerdas Intelektual >> 4. Anak Kiyai >> 5. Anak jawara >> 6. Menguasai ilmu bathin >> 7. Punya pesantren >> 8. Tidak mempan dibacok >> 9. Hobi baca >> 10. Punya home library >> 11. Kreatif dan inovatif >> 12. Bisa bahasa Jawa Banten dan Sunda Banten >> 13. ? >> >> Nomor 1 hingga 3 dari DR. Ahmad Muklis Yusuf. Dan >> nomor 12. Bisa bahasa Jawa Banten dan Sunda banten >> (ini tambahan dari pesetra diskusi; Khatib Mansur >> dari Yayasan Sengpho Serang photo) >> >> Diyakini figure seperti ini bisa melawan hegemoni >> jawara (pake tanda kutuip). Kaerna jawra >> sesungguhnya berhati mulia. Jawra yang sekarang >> ngaku-ngaku sih palsu gitu lho... >> >> APAKAH YANG BUKAN ANAK KIYAI DAN JAWARA TIDAK >> BOLEH IKUTAN NIMBRUNG? SARAN SAYA, MENDINGAN KITA >> YANG INDEPENDEN JADI PENASEHATNYA SAJA. ATAU, YANG >> TERUS MELAUKKAN PERUBAHAN LEWAT WACANA/GAGASAN DI >> SETIAP DISKUSI DAN MEDIA MASSA. >> >> Bagaimana, dulur-dulur? >> Yang tidak bersepakat, bawa Khong Guan ke saya. >> >> Tetap semangat >> GG (Gong Guan) >>
