Kawan,
Mungkin kutipan ini ada benarnya, tapi juga bisa mengandung kesalahan analisis
dari narasumbernya.
Agus Puji Raharjo, Ketua Panitia Anggaran Legislatif DPRD Banten menyatakan,
banyaknya temuan yang dilaporkan oleh BPK disebabkan sistem dan pengendalian
anggaran dinilai lemah. Dia juga melihat lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di
Pemprov Banten khususnya di Biro Keuangan. "Pemprov selalu mengeluh karena
kurangnya sumber daya manusia dalam mengolah keuangan," akunya.
Kayaknya SDM di Banten gak kurang deh, tapi lebih dari itu, Banten butuh SDM
yang bermoral dan anti korupsi. Percuma saja, walau SDM bermutu tinggi banyak,
tapi kalau tidak disertai dengan moralitas yang baik, buat apa? Kayaknya
pernyataan ini cuma apologia saja, mencari celah terang di ruang yang gelap.
Babat aja koruptor di Banten, biar bersih semua. Dan rakyat gak lagi makan nasi
aking. Kalaupun makan nasi aking (sebagai tradisi), lauknya harus dendeng sapi
plus dipurulukan ku semur daging ayam.....enaaakkkk....
Tabik,
BT
warta_banten <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari situs : www.bantenlink.com
BPK Temukan Penyimpangan APBD Banten 2006 Rp 12,2 Miliar
Serang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jakarta-Banten
menemukan penyimpangan pada pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) tahun 2006 lalu sebesar Rp 12,2 miliar.
Oleh : Jaenal Abidin / Mdika
Dari temuan sebesar itu yang mengindikasikan kerugian daerah sebesar Rp11,9
miliar dan temuan kekurang penerimaan daerah sebesar Rp320 juta.
"Kami melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan Pemprov Banten tahun
anggaran 2006, belanja daerah 2006 dan kas pada Bendahara Umum Daerah Banten,"
kata Kepala Perwakilan BPK Jakarta - Banten, Hadi Priyanto saat menyerahkan
hasil pemeriksaannya kepada DPRD Banten dalam Rapat Paripurna Istimewa
Penyampaian Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Daerah anggaran 2006 di
Ruang Rapat Paripurna, Senin (19/6).
Hadi menjelaskan, telah melakukan pemeriksaan terhadap Kas Bendahara Umum
yang dilakukan pada semester I tahun 2007. Hasil pemeriksaan atas belanja
daerah mengungkapkan tujuh temuan dengan kerugian daerah sebesar Rp 3,3 miliar
dan temuan kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp289,5 juta. "Atas indikasi
kerugian daerah tersebut, sebesar Rp218,6 juta rupiah telah disetorkan kembali
ke kas daerah banten pada 30 Mei 2007," ungkapnya.
Selain itu, pada semester I tahun 2007 telah melakukan pemeriksaan atas
belanja bagi hasil dan bantuan keuangan pada KPUD Banten yang merupakan bagain
dana yang diserap dari APBD Banten pada 2006. Dan juga melakukan pemeriksaan
atas kegiatan pengadaan buku panduan KPPS dan sertifikat panitia penyelenggara
dan poster pemilihan kepala daerah (Pilkada) Banten tahun 2006. "Untuk kegiatan
pengadaan di KPUD telah disampaikan ke Kejati Banten," tuturnya.
Gubernur Banten, Atut Chosiyah usai acara paripurna mengatakan, pihaknya
memiliki waktu selama dua bulan untuk menindaklanjuti temuan BPK itu, baik
temuan yang berupa administratif maupun kerugian daerah. "Dalam waktu dua bulan
kami akan selesaikan, hasil temuan itu dengan pihak SKPD," katanya.
Menanggapi temuan itu, Ketua DPRD Banten, Ady Surya Dharma berharap semua itu
dapat dipertanggungjawabkan. Pihaknya sendiri dalam waktu dekat akan melakukan
rapat koordinasi dengan Pemprov Banten guna membahas Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) BPK tersebut.
"Kami juga meminta kepada semua komisi di DPRD Banten agar melakukan
koordinasi dengan dinas terkait guna membahas LHP BPK itu, untuk dapat segera
diselesaikan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya," ujarnya
Agus Puji Raharjo, Ketua Panitia Anggaran Legislatif DPRD Banten menyatakan,
banyaknya temuan yang dilaporkan oleh BPK disebabkan sistem dan pengendalian
anggaran dinilai lemah. Dia juga melihat lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di
Pemprov Banten khususnya di Biro Keuangan. "Pemprov selalu mengeluh karena
kurangnya sumber daya manusia dalam mengolah keuangan," akunya.
Dia juga melihat upaya yang sangat baik yang dilakukan oleh BPK. Namun, tindak
lanjut dari aparat penegak hukum kurang begitu meresponnya. "Kami juga tidak
tahu sejauh mana tindak lanjut proses hukum temuan BPK yang ditangani
Kejagung," ujarnya. (nr)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com