emang kurang SDM kok, soalna mun euweuh dulur pejabat
moal ditarima gawe dibanten hehehee

FYI tentang hapsem BPK bisa diliat disini
http://www.bpk.go.id/doc/hapsem/2006ii/APBD/APBD2_2006.htm

disitu lumayan komplit dari setiap pemda

mangga ditenjo

adios permios


 
--- Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kawan,
> 
> Mungkin kutipan ini ada benarnya, tapi juga bisa
> mengandung kesalahan analisis dari narasumbernya.
> 
> Agus Puji Raharjo, Ketua Panitia Anggaran Legislatif
> DPRD Banten menyatakan, banyaknya temuan yang
> dilaporkan oleh BPK disebabkan sistem dan
> pengendalian anggaran dinilai  lemah. Dia juga
> melihat lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di
> Pemprov Banten khususnya di Biro Keuangan. "Pemprov
> selalu mengeluh karena kurangnya sumber daya manusia
> dalam mengolah keuangan," akunya.
> 
> Kayaknya SDM di Banten gak kurang deh, tapi lebih
> dari itu, Banten butuh SDM yang bermoral dan anti
> korupsi. Percuma saja, walau SDM bermutu tinggi
> banyak, tapi kalau tidak disertai dengan moralitas
> yang baik, buat apa? Kayaknya pernyataan ini cuma
> apologia saja, mencari celah terang di ruang yang
> gelap. 
> 
> Babat aja koruptor di Banten, biar bersih semua. Dan
> rakyat gak lagi makan nasi aking. Kalaupun makan
> nasi aking (sebagai tradisi), lauknya harus dendeng
> sapi plus dipurulukan ku semur daging
> ayam.....enaaakkkk....
> 
> Tabik,
> 
> BT
>  
> 
> warta_banten <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      
>                            
> Dari situs : www.bantenlink.com
>  BPK Temukan Penyimpangan APBD Banten 2006 Rp 12,2
> Miliar
>       Serang — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
> Perwakilan Jakarta-Banten menemukan penyimpangan
> pada pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
> Daerah (APBD) tahun 2006 lalu sebesar Rp 12,2
> miliar.
>    Oleh : Jaenal Abidin / Mdika
>    Dari temuan sebesar itu yang mengindikasikan
> kerugian daerah sebesar Rp11,9 miliar dan temuan
> kekurang penerimaan daerah sebesar Rp320 juta.
>  "Kami melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan
> Pemprov Banten tahun anggaran 2006, belanja daerah
> 2006 dan kas pada Bendahara Umum Daerah Banten,"
> kata Kepala Perwakilan BPK Jakarta - Banten, Hadi
> Priyanto saat menyerahkan hasil pemeriksaannya
> kepada DPRD Banten dalam Rapat Paripurna Istimewa
> Penyampaian Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan
> Keuangan Daerah anggaran 2006 di Ruang Rapat
> Paripurna, Senin (19/6).
>  Hadi menjelaskan,  telah melakukan pemeriksaan
> terhadap Kas Bendahara Umum yang dilakukan pada
> semester I tahun 2007. Hasil pemeriksaan atas
> belanja daerah mengungkapkan tujuh temuan dengan
> kerugian daerah sebesar Rp 3,3 miliar dan temuan
> kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp289,5 juta. 
> "Atas indikasi kerugian daerah tersebut, sebesar
> Rp218,6 juta rupiah telah disetorkan kembali ke kas
> daerah banten pada 30 Mei 2007," ungkapnya.
>  Selain itu, pada semester I tahun 2007 telah
> melakukan pemeriksaan atas belanja bagi hasil dan
> bantuan keuangan pada KPUD Banten yang merupakan
> bagain dana yang diserap dari APBD Banten pada 2006.
> Dan juga melakukan pemeriksaan atas kegiatan
> pengadaan buku panduan KPPS dan sertifikat panitia
> penyelenggara dan poster pemilihan kepala daerah
> (Pilkada) Banten tahun 2006. "Untuk kegiatan
> pengadaan di KPUD telah disampaikan ke Kejati
> Banten," tuturnya.
>  Gubernur Banten, Atut Chosiyah usai acara paripurna
> mengatakan, pihaknya memiliki waktu selama dua bulan
> untuk menindaklanjuti temuan BPK itu, baik temuan
> yang berupa administratif maupun kerugian daerah.
> "Dalam waktu dua bulan kami akan selesaikan, hasil
> temuan itu dengan pihak SKPD," katanya. 
>  Menanggapi temuan itu, Ketua DPRD Banten, Ady Surya
> Dharma berharap semua itu dapat
> dipertanggungjawabkan. Pihaknya sendiri dalam waktu
> dekat akan melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov
> Banten guna membahas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
> BPK tersebut.
>  "Kami juga meminta kepada semua komisi di DPRD
> Banten agar melakukan koordinasi dengan dinas
> terkait guna membahas LHP BPK itu, untuk dapat
> segera diselesaikan dan ditindaklanjuti sebagaimana
> mestinya," ujarnya
>  Agus Puji Raharjo, Ketua Panitia Anggaran
> Legislatif DPRD Banten menyatakan, banyaknya temuan
> yang dilaporkan oleh BPK disebabkan sistem dan
> pengendalian anggaran dinilai  lemah. Dia juga
> melihat lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di
> Pemprov Banten khususnya di Biro Keuangan. "Pemprov
> selalu mengeluh karena kurangnya sumber daya manusia
> dalam mengolah keuangan," akunya.
>  Dia juga melihat upaya yang sangat baik yang
> dilakukan oleh BPK. Namun, tindak lanjut dari aparat
> penegak hukum kurang begitu meresponnya. "Kami juga
> tidak tahu sejauh mana tindak lanjut proses hukum
> temuan BPK yang ditangani Kejagung," ujarnya. (nr)
> 
>  
>      
>                        
> 
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 



      
___________________________________________________________________________________
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
in the all-new Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_html.html

Kirim email ke