Bung Risyaf, pengalaman yang anda alami barangkali Kyai yang anda datangi itu berfaham Wihdatul Wujud (bersatunya manusia dengan Allah). Aliran ini banyak digeluti oleh kaum tarekat seperti Naqsyabandiyah, atau tarekat at-Tijani, tarekat Al Hallaj dan di tanah jawa terkenal dengan tarekat Syekh Siti Jenar. Biasanya orang-orang berfaham ini tidak jauh dari mistik, mereka berpendapat mengetahui perkara-perkara yang ghaib, bisa menjamakan wujud dirinya dalam hitungan (bisa 100, bisa 1000 bahkan bisa puluhan ribu) dan bisa menampakan dirinya dalam waktu bersamaan di berbagai tempat, bisa menghilang dan sebagainya. Padahal Allah Swt. dengan tegas menyatakan dalam firman-Nya : "Katakanlah ! Tidak ada yang dapat mengetahui perkara yang ghaib di langit dan di bumi kecuali Allah" (An-Naml : 65).
----- Pesan Asli ---- Dari: Risyaf Ristiawan <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 26 Juli, 2007 11:41:40 Topik: [WongBanten] Pak Kyai sedang shalat jum'at ke Makkah Pengalaman ini masih terekam dalam memori otak saya. Dulu sewaktu bujangan masih doyan ngelalab ilmu buhun kanuragan, saya sering mendatangi berbagai tempat para kyai yang mempunyai ilmu hikmah. Di satu kampung ada seorang kyai yang cukup terkenal. Penuturan masyarakat banyak tentang kyai itu adalah beliau salah seorang keturunan wali, dan beliau sendiri adalah wali. Banyak cerita desas desus tentang kesaktian Kyai itu. Bisa menyeberangi sungai dengan berjalan di atas air. Bisa menclok di atas daun pisang. Bisa berjalan secepat angin. Bisa mendatangkan buah kurma dalam sekejap di atas meja makan dan banyak lagi cerita-cerita kesaktian beliau. Berangkat ke kampung itu pada hari Jum'at pagi, sampai ke rumah sang Kyai jam 10.00 siang. Dengan mengucapkan salam kepada penghuni rumah, dan terdengar jawaban salam dari dalam rumah oleh suara wanita tidak lama kemudian muncul dibalik daun pintu seorang wanita separuh baya menyambut kedatangan saya. Kemudian saya memperkenalkan diri kepada wanita dan menjelaskan maksud tujuan kedatangan saya adalah ingin bertemu dengan sang kyai. "Oh silahkan masuk de, kebetulan Pak Kyai sedang ada di ruang tengah" sambut wanita itu mempersilahkan saya memasuki ruangan. Di ruangan tengah tampak Pak Kyai sedang asyik menikmati segelas kopi ditemani ubi goreng dan rebus kacang tanah dan ditambah bau rokok kretek cap Gudang Garam Merah bercampur dengan bau harum ruangan oleh minyak kasturi. Sambil mengucapkan salam lagi "Assalamualaikum Pak Kyai" pak Kyai menyambutnya "waalaikumsalam wr. wb." sambil saya menyodorkan tangan bersalaman lalu mencium tangan sang Kyai. Selama kurang lebih satu jam, saya mengutarakan maksud dan tujuan kepada sang Kyai, dan sang Kyai menyanggupi apa yang menjadimaksud dan tujuan saya. Sekitar jam 11.30 saya break dulu untuk minta izin numpang mandi dan ambil wudhu karena memang sudah waktunya untuk pergi ke Masjid melakukan shalat jum'at. Selesai mandi dan wudhu terus saya ganti pakaian yang dibawa dari rumah. Setelah berpakaian rapi, terus saya menuju ruangan tengah dimana sang Kyai lagi nongkrong ngadepin segelas kopi itu. Ada suasana aneh, dalam hati saya "kenapa ini Kyai koq masih tetap nongkrong aja di ruangan tengah, posisi masih bersila sambil tangan menjepit rokok kretek. "Maaf Pak Kyai, ini sudah waktunya kita berangkat ke Masjid", tiba-tiba sang isteri kyai menghampiri saya sambil berbisik "pak kyai Jum'atannya tidak disini, beliau jum'atannya ke Makkah, silahkan ade sendiri saja yang pergi ke masjid".tukas sang isteri Kyai. "Oh iya, kalau begitu saya famit bu, Pak kyai....Assalamuala ikum.".. sambil pergi meninggalkan sang kyai dan isterinya. Selesai shalat Jum'at, sesampainya di rumah sang Kyai, saya tambah heran lagi, sebab posisi beliau tetap masih di ruangan tengah dengan tangan menjepit rokok kretek sambil mulut mengunyah makanan. Dalam hati kapan beliau pergi ke Makkahnya, dari tadi posisi duduk sambil merokok dan makan ubi goreng. Saya tidak ambil pusing, barangkali beliau seorang wali yang tingkat ilmunya tinggi, bisa jadi beliau pergi ke Makkah dalam sekejap mata. Tapi keanehan bertambah lagi, ketika memasuki waktu ashar setelah beliau mengajarkan secara lisan bait-bait syair yang mesti saya hafal tentang ilmu kenuragan, beliau tidak shalat ashar. memasuki waktu maghrib beliau cuman masuk ke kamar, tidak lama kemudian ke luar lagi. Selama satu minggu berada di rumah sang Kyai, dan telah banyak yang saya hafal bait-bait syairnya dan memahami syarat-syaratnya, akhirnya saya pulang. Namun dalam pikiran saya banyak berkecamuk pertanyaan tentang sikap sang Kyai yang tidak shalat, cuman satu jawaban dari sang Kyai yaitu kalau seseorang sudah mencapai maqom tertinggi, maka orang tersebut terbebas dari perintah syariat karena sudah menyatu jiwa raganya dengan Allah. Namun bagi saya walaupun bergajulan, preman kata orang, tapi otak saya banyak dijejali oleh berbagai faham agama, baru kali itu saya mendapatkan pemahaman lain dari yang lain, tidak masuk akal. Masa iya sih, jiwa raga manusia bisa menyatu dengan Allah, sedangkan ajaran syariat yang dibawa oleh junjuungan Nabi Muhammad Saw. tidak pernah mengajarkannya. Nabi Muhammad Saw. sendiri adalah kekasih Allah, makhluq yang sangat dicintai oleh Allah, masih melakukan shalat, apa bisa manusia biasaya macam kiyai itu melebihi kemuliaan Nabi Muhammad Saw. Semenjak saya mendapat pemahaman yang nyeleneh lain dari yang lain, maka penguasaan ilmu kanuragan dari berbagai guru saya lepas dan saya buang jauh-jauh, karana saya berpendapat bukan hanya sesat, tapi memang itu adalah ilmu yang diciptakan oleh Iblis untuk menyesatkan manusia. Al Fatihah : 5-7 : kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukkan kami jalan yang lurus. yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Pinpoint customers who are looking for what you sell. ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
