Pengalaman ini masih terekam dalam memori otak saya. Dulu sewaktu bujangan
masih doyan ngelalab ilmu buhun kanuragan, saya sering mendatangi berbagai
tempat para kyai yang mempunyai ilmu hikmah.
Di satu kampung ada seorang kyai yang cukup terkenal. Penuturan masyarakat
banyak tentang kyai itu adalah beliau salah seorang keturunan wali, dan beliau
sendiri adalah wali.
Banyak cerita desas desus tentang kesaktian Kyai itu. Bisa menyeberangi sungai
dengan berjalan di atas air. Bisa menclok di atas daun pisang. Bisa berjalan
secepat angin. Bisa mendatangkan buah kurma dalam sekejap di atas meja makan
dan banyak lagi cerita-cerita kesaktian beliau.
Berangkat ke kampung itu pada hari Jum'at pagi, sampai ke rumah sang Kyai jam
10.00 siang. Dengan mengucapkan salam kepada penghuni rumah, dan terdengar
jawaban salam dari dalam rumah oleh suara wanita tidak lama kemudian muncul
dibalik daun pintu seorang wanita separuh baya menyambut kedatangan saya.
Kemudian saya memperkenalkan diri kepada wanita dan menjelaskan maksud tujuan
kedatangan saya adalah ingin bertemu dengan sang kyai.
"Oh silahkan masuk de, kebetulan Pak Kyai sedang ada di ruang tengah" sambut
wanita itu mempersilahkan saya memasuki ruangan.
Di ruangan tengah tampak Pak Kyai sedang asyik menikmati segelas kopi ditemani
ubi goreng dan rebus kacang tanah dan ditambah bau rokok kretek cap Gudang
Garam Merah bercampur dengan bau harum ruangan oleh minyak kasturi. Sambil
mengucapkan salam lagi "Assalamualaikum Pak Kyai" pak Kyai menyambutnya
"waalaikumsalam wr. wb." sambil saya menyodorkan tangan bersalaman lalu mencium
tangan sang Kyai.
Selama kurang lebih satu jam, saya mengutarakan maksud dan tujuan kepada sang
Kyai, dan sang Kyai menyanggupi apa yang menjadimaksud dan tujuan saya. Sekitar
jam 11.30 saya break dulu untuk minta izin numpang mandi dan ambil wudhu karena
memang sudah waktunya untuk pergi ke Masjid melakukan shalat jum'at. Selesai
mandi dan wudhu terus saya ganti pakaian yang dibawa dari rumah. Setelah
berpakaian rapi, terus saya menuju ruangan tengah dimana sang Kyai lagi
nongkrong ngadepin segelas kopi itu. Ada suasana aneh, dalam hati saya "kenapa
ini Kyai koq masih tetap nongkrong aja di ruangan tengah, posisi masih bersila
sambil tangan menjepit rokok kretek. "Maaf Pak Kyai, ini sudah waktunya kita
berangkat ke Masjid", tiba-tiba sang isteri kyai menghampiri saya sambil
berbisik "pak kyai Jum'atannya tidak disini, beliau jum'atannya ke Makkah,
silahkan ade sendiri saja yang pergi ke masjid".tukas sang isteri Kyai.
"Oh iya, kalau begitu saya famit bu, Pak kyai....Assalamualaikum.".. sambil
pergi meninggalkan sang kyai dan isterinya.
Selesai shalat Jum'at, sesampainya di rumah sang Kyai, saya tambah heran lagi,
sebab posisi beliau tetap masih di ruangan tengah dengan tangan menjepit rokok
kretek sambil mulut mengunyah makanan. Dalam hati kapan beliau pergi ke
Makkahnya, dari tadi posisi duduk sambil merokok dan makan ubi goreng. Saya
tidak ambil pusing, barangkali beliau seorang wali yang tingkat ilmunya tinggi,
bisa jadi beliau pergi ke Makkah dalam sekejap mata.
Tapi keanehan bertambah lagi, ketika memasuki waktu ashar setelah beliau
mengajarkan secara lisan bait-bait syair yang mesti saya hafal tentang ilmu
kenuragan, beliau tidak shalat ashar. memasuki waktu maghrib beliau cuman masuk
ke kamar, tidak lama kemudian ke luar lagi.
Selama satu minggu berada di rumah sang Kyai, dan telah banyak yang saya hafal
bait-bait syairnya dan memahami syarat-syaratnya, akhirnya saya pulang. Namun
dalam pikiran saya banyak berkecamuk pertanyaan tentang sikap sang Kyai yang
tidak shalat, cuman satu jawaban dari sang Kyai yaitu kalau seseorang sudah
mencapai maqom tertinggi, maka orang tersebut terbebas dari perintah syariat
karena sudah menyatu jiwa raganya dengan Allah.
Namun bagi saya walaupun bergajulan, preman kata orang, tapi otak saya banyak
dijejali oleh berbagai faham agama, baru kali itu saya mendapatkan pemahaman
lain dari yang lain, tidak masuk akal. Masa iya sih, jiwa raga manusia bisa
menyatu dengan Allah, sedangkan ajaran syariat yang dibawa oleh junjuungan Nabi
Muhammad Saw. tidak pernah mengajarkannya. Nabi Muhammad Saw. sendiri adalah
kekasih Allah, makhluq yang sangat dicintai oleh Allah, masih melakukan shalat,
apa bisa manusia biasaya macam kiyai itu melebihi kemuliaan Nabi Muhammad Saw.
Semenjak saya mendapat pemahaman yang nyeleneh lain dari yang lain, maka
penguasaan ilmu kanuragan dari berbagai guru saya lepas dan saya buang
jauh-jauh, karana saya berpendapat bukan hanya sesat, tapi memang itu adalah
ilmu yang diciptakan oleh Iblis untuk menyesatkan manusia.
Al Fatihah : 5-7 :
kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon
pertolongan.
Tunjukkan kami jalan yang lurus.
yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka;
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/