Terdengar nyaring jelas suara nyaring Pak Rohim melalui corong speaker yang 
dimundangkan di sebuah Masjid Kampung Rawa Bebek mengumumkan tentang 
keberhasilan Warga Rawa Bebek memperoleh penghargaan "DESA TERSEHAT" dari 
Pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk rasa bangga, 
maka Pak Rohim selaku Kepala Desa mengundang seluruh Kampung Rawa Bebek untuk 
datang ke rumahnya untuk mengadakan acara selamatan atau tasyakuran. 
Pada waktu acara tasyakuran tersebut yang lumrah dikerjakan oleh lapisan 
masyarakat adalah diawalai dengan acara tahlil (tahlilan) dan dzikir, yang 
memimpin acara tsb adalah Pak Sarkawi. 
Ditengah masyarakat Pak Sarkawi terkenal dengan ketokohannya, orangnya bijak, 
lemah lembut tutur bahasanya dan seluruh masyarakat menaruh hormat kepada dia. 
Sehabis acara tahlil dan dzikir dilanjutkan dengan acara potong tumpeng dan dan 
pembagian "bekakak panggang ayam". bagi aparat pamong desa. .Pada kesempatan 
ini Pak Rohim memberikan penghormatan yang tinggi kepada Pak Sarkawi untuk 
memotong tumpeng dan membagikan daging bekakak panggang ayam.
Dengan sigap Pak Sarkawi memotong tumpeng dilanjutkan memotong bekakak panggang 
ayam dengan memotong bagian kepalanya lalu menyodorkannya kepada Pak Rohim yang 
katanya : "Bapak Rohim selaku Kepala Desa dan juga Sesepuh Desa juga Panutan 
Desa, maka selayaknya mendapat bagian kepala ayam sebagai simbol penghormatan 
warga masyarakat".
Kemudian Pak Sarkawi memotong bagian dua sayap, dua ceker (kaki) ayam dan 
bagian ekor (tunggir) dan diberikan kepada kelima orang pamong desa diantaranya 
ekor (tunggir) diberikan kepada Sekretaris Desa dan kedua sayap diberikan 
kepada staf desa dan dua kaki diberikan kepada dua orang Hansip desa. Menurut 
penjelasan Pak Sarkawi bahwa ekor (tunggir) ayam melambangkan Kesetiaan seorang 
Sekretaris Desa dalam menjalankan dan mengikuti instruksi kepala Desa. Kalau 
untuk kedua sayap melambangkan kesetiaan yang siap menjalankan tugas yang 
diberikan kepada Desa dan untuk kaki ayam melambangkan bahwa kemanapun Kepala 
Desa Pergi dalam rangka tugas Desa, maka hansiplah yang harus mengawal sebagai 
kaki tangannya.
Yang terakhir adalah tinggal badan ayam tanpa kepala, tanpa, sayap, tanpa ekor 
dan tanpa kaki. Menurut penjelasan Pak Sarkawi "nah bagian ini selayaknya oleh 
saya, karena saya merupakan bagian dari masyarakat dan warga masyarakat, karena 
tanpa badan ayam ini, maka kepala, sayap, ekor dan kaki tidak akan berfungsi 
sama sekali". kemudian memasukkan badan ayam kedalam kantong kresek sambil 
nyengir kuda.

Untung dong Pak Sarkawi bagian yang pulennya, he..he...dasar !

  
tidak biasa mengikuti acara tahlilan yang kadung mendarah daging di masyarakat, 
karena tokoh masyarakat yang sangat sederhana penampilannya, dan setiap 
wejangannya selalu diikuti oleh seluruh warga.


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke