Logika Presiden itu bukan Logika Rakyat Akar Rumput boleh ISLAMI, tapi negara belum tentu mau ISLAMI Makanya, pilih pemimpin yang jelas-jelas mendukung penerapan syariat ISLAM
Hmmm.. kalau Bang Abu Bakar Ba`asyir mau gak ya dicalonin jadi presiden..? On 8/29/07, Ferizal Ramli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ya, gender memang harus dikaji. Bukan model Eropa, bukan pula model > Timur Tengah. Tapi gender yang khas dengan jati diri kita... > > --- In [email protected] <WongBanten%40yahoogroups.com>, Mohammad > Seda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Salam Hormat > > Saya cukup terkesan dengan tulisan - tulusan Bung Ferizal dari awal > sy selalu mengikuti > > dan cukup berwawasan global serta persamaan gender memang layak > untuk diangkat untuk dijadikan suatu bahan kajian agar " Gender " > tidak membawa kemudaratan untuk generasi anak cucu kita. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Ferizal Ramli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > (Teriring salam hormat saya buat siapa saja yang memakai > Jilbab yang > > tidak cuma ingin terlihat cantik dihadapan manusia tapi juga cantik > > dihadapan Sang Khalik) > > > > Jadi menarik jika membandingkan antara Turki dengan Pakistan, Arab, > > Mesir, Iran dan Indonesia. > > > > Pakistan berstatus Republik Islam Pakistan, hasilnya sampai saat > ini: > > Kemiskinan dalam arti bangsa yang miskin semiskin-miskinnya, korupsi > > dan kudeta berdarah. > > > > Mesir, pusat pengembangan Ikhwanul Muslimin puluhan tahun, hasilnya > > sampai saat ini: belum terlihat apa-2. Kita tunggu saja. Tapi yang > > perlu dicatat, Mesir adalah pendukung utama Isreal melalui > perjanjian > > Camp David. Mesir menikmati aliran dana tak terkira dari Amrik atas > > sikapnya mendukung Israel. > > > > Arab, pusat pengembangan wahabi puluhan tahun, hasilnya sampai saat > > ini: sebuah bangsa bodoh dan arogan yang dikuasai monarki keluarga > > yang menjadi antek Amerika =)) > > > > Iran berstatus Republik Islam Iran, hasilnya sampai saat ini: cukup > > lumayan baik lah. Demokrasi dan ekonomi berjalan. Sayangnya, > Presiden > > Ahmad Nejad terlalu vulgar dalam diplomasi internasional sehingga > > terlalu banyak konflik. Akibatnya, dibawah Ahmad Nejad, ekonomi Iran > > turun drastis. Rakyat ndak puas dengan Ahmad Nejad, kelompok keras > > Iran pro Ahmad Nejad kalah telak dalam pemilihan parlemen tahun > lalu. > > > > Turki, ini adalah menarik. Turki punya kemiripan dengan Indonesia. > > Pernah punya pengalaman dipaksa oleh Rezim Militer untuk menjadi > > sekular. Kemal Ataturk berhasil menjadikan Turki sekular, karena > saat > > itu rakyat Turki phobia dengan Kekhalifahan Islam yang korup dan > > mengalami degredasi moral. Rakyat Turki sukarela dengan senang hati > > menjadi sekular. > > > > Soeharto relatif gagal men-sekular-kan Indonesia. Dulu jilbab > > dilarang. Orang Islam dibunuhin; peristiwa Priok, Lampung, dll. Saya > > juga inget dengan cerita jaman dulu. Jaman sebelum ICMI, di Depkeu > > (dan berbagai Departemen lainnya) itu kalau meeting jam 17.30 an > sore. > > Akibatnya, Sholat magrib-nya lewat. Lha wong Menterinya ndak Sholat, > > yah stafnya ndak berani break untuk Sholat =)) > > > > Sama dengan Turki meskipun dimensi kesekularannya relatif berbeda, > > rakyat Indonesia hidup dalam alam pemerintahan sekular. Tapi > > analis-analis kredibel memperkirakan Indonesia dan Turki lah kelak > > yang akan memimpin peradaban Islam di masa depan. > > > > Kajian-2 analis dari PriceWaterhouseCooper dan Institusi Keuangan > > lainnya memperkirakan Indonesia dan Turki akan menjadi emerging > > country yang bisa menyalip G-7 (Termasuk Jerman, Jepang, Inggris dan > > Perancis) dimasa depan. > > > > Memang kita masih punya masalah korupsi. Tapi kita punya keunggulan > > yang bagus: (1) Demokrasi dan (2) Persamaan gender. > > > > Demokrasi memang tidak menjamin sebuah negara otomatis makmur. Tapi > > demokrasi adalah syarat utama tegaknya law enforcement, yang membuat > > meritrokrasi menjadi budaya bangsa (bukan lagi KKN). Akhirnya kita > > menjadi bangsa kompetitif. > > > > Persamaan gender menghasilkan sinergi antara laki-laki dan > perempuan. > > Memang sampai hari ini, banyak wanita meskipun pinter masih malu-2 > > untuk tampil karena masih ada budaya sungkan. Tapi generasi anak > kita > > akan berbeda karena kita mendidik anak laki dan perempuan sama. > Tidak > > dibedakan. 15 tahun kedepan sinergi ini akan menjadi kekuatan. > > > > Tentu saja, sampeyan yang laki-2 harus siap menerima kenyataan jika > > nanti akan lebih banyak lagi wanita yang berani selingkuh. Karena > > mereka merasa "punya hak yang sama" untuk berselingkuh ria akibat > > persamaan gender ini. Jadilah, cerita tentang bobo siang-siang > adalah > > suatu yang semakin biasa dan "wajar" untuk diterima ha..., ha... =)) > > > > Atau memang untuk itukah perlunya JILBAB? Untuk menghentikan budaya > > "bobo siang-siang?" Untuk mempertanggungjawabkan anugerah kecantikan > > yang dimilikinya pada Sang Khalik :) > > > > Salam, > > FR > > > > http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=301181 > > > > Kontroversi Jilbab Calon First Lady Turki > > > > ANKARA - Setelah sempat terganjal protes masyarakat dalam > > pencalonannya yang pertama, Abdullah Gul semakin mantap melaju ke > > kursi kepresidenan. Ini berarti peluang Hayrünnisa Özyurt menjadi > > first lady Turki pun semakin terbuka. Namun, jilbab yang melekat di > > kepala perempuan 42 tahun itu tetap menjadi kontroversi di negeri > > sekular tersebut. > > > > Meski demikian, perempuan anggun yang selalu ceria itu merasa > > tidak perlu mengkhawatirkan kontroversi seputar penutup kepalanya. > > Walau sebagian besar tokoh oposisi Turki menerjemahkan jilbab > sebagai > > simbol perlawanan terhadap sekularisme, Hayrünnisa sangat jauh dari > > kesan radikal tersebut. "Bagi saya, ini (jilbab) sebuah pilihan > > pribadi yang harus dihormati," tandas pendamping hidup Gul selama 27 > > tahun terakhir itu. > > > > Republik Turki yang didirikan Mustafa Kemal Atatürk memang dikenal > > sebagai negara sekular. Walaupun populasi muslim di negara tersebut > > yang terbesar di Eropa, Turki tidak pernah memasukkan unsur-unsur > > agama dalam pemerintahan. Bahkan, di lembaga-lembaga pemerintahan > dan > > universitas Negeri Eurasia itu diterapkan aturan untuk tidak > > berjilbab. Dengan kata lain, muslimah berjilbab tidak boleh memasuki > > gedung-gedung tersebut. > > > > Namun, jika parlemen Turki sepakat merestui Gul sebagai presiden > > dalam pertemuan final besok, gedung-gedung bebas jilbab itu > tampaknya > > harus melonggarkan aturan. Sebab, istana presiden yang merupakan > > simbol tertinggi pemerintahan sekular di Turki pun akan dihuni > > muslimah berjilbab. "Jilbab saya hanya menutupi kepala saya, bukan > > otak saya," tegasnya.(afp/hep) > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Park yourself in front of a world of choices in alternative > vehicles. > > Visit the Yahoo! Auto Green Center. > > > > > -- "lebih baik menyalakan lilin, daripada mencela kegelapan"
