Punten, Kang, "jatidiri kita" itu yang seperti apa, ya? "Kita" yang mana dan yang seperti apa, ya? Mohon penjelasannya, Kang....
Salam, Pedje --- Ferizal Ramli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ya, gender memang harus dikaji. Bukan model Eropa, > bukan pula model > Timur Tengah. Tapi gender yang khas dengan jati diri > kita... > > --- In [email protected], Mohammad Seda > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Salam Hormat > > Saya cukup terkesan dengan tulisan - tulusan Bung > Ferizal dari awal > sy selalu mengikuti > > dan cukup berwawasan global serta persamaan gender > memang layak > untuk diangkat untuk dijadikan suatu bahan kajian > agar " Gender " > tidak membawa kemudaratan untuk generasi anak cucu > kita. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Ferizal Ramli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > (Teriring salam hormat saya buat siapa > saja yang memakai > Jilbab yang > > tidak cuma ingin terlihat cantik dihadapan manusia > tapi juga cantik > > dihadapan Sang Khalik) > > > > Jadi menarik jika membandingkan antara Turki > dengan Pakistan, Arab, > > Mesir, Iran dan Indonesia. > > > > Pakistan berstatus Republik Islam Pakistan, > hasilnya sampai saat > ini: > > Kemiskinan dalam arti bangsa yang miskin > semiskin-miskinnya, korupsi > > dan kudeta berdarah. > > > > Mesir, pusat pengembangan Ikhwanul Muslimin > puluhan tahun, hasilnya > > sampai saat ini: belum terlihat apa-2. Kita tunggu > saja. Tapi yang > > perlu dicatat, Mesir adalah pendukung utama Isreal > melalui > perjanjian > > Camp David. Mesir menikmati aliran dana tak > terkira dari Amrik atas > > sikapnya mendukung Israel. > > > > Arab, pusat pengembangan wahabi puluhan tahun, > hasilnya sampai saat > > ini: sebuah bangsa bodoh dan arogan yang dikuasai > monarki keluarga > > yang menjadi antek Amerika =)) > > > > Iran berstatus Republik Islam Iran, hasilnya > sampai saat ini: cukup > > lumayan baik lah. Demokrasi dan ekonomi berjalan. > Sayangnya, > Presiden > > Ahmad Nejad terlalu vulgar dalam diplomasi > internasional sehingga > > terlalu banyak konflik. Akibatnya, dibawah Ahmad > Nejad, ekonomi Iran > > turun drastis. Rakyat ndak puas dengan Ahmad > Nejad, kelompok keras > > Iran pro Ahmad Nejad kalah telak dalam pemilihan > parlemen tahun > lalu. > > > > Turki, ini adalah menarik. Turki punya kemiripan > dengan Indonesia. > > Pernah punya pengalaman dipaksa oleh Rezim Militer > untuk menjadi > > sekular. Kemal Ataturk berhasil menjadikan Turki > sekular, karena > saat > > itu rakyat Turki phobia dengan Kekhalifahan Islam > yang korup dan > > mengalami degredasi moral. Rakyat Turki sukarela > dengan senang hati > > menjadi sekular. > > > > Soeharto relatif gagal men-sekular-kan Indonesia. > Dulu jilbab > > dilarang. Orang Islam dibunuhin; peristiwa Priok, > Lampung, dll. Saya > > juga inget dengan cerita jaman dulu. Jaman sebelum > ICMI, di Depkeu > > (dan berbagai Departemen lainnya) itu kalau > meeting jam 17.30 an > sore. > > Akibatnya, Sholat magrib-nya lewat. Lha wong > Menterinya ndak Sholat, > > yah stafnya ndak berani break untuk Sholat =)) > > > > Sama dengan Turki meskipun dimensi kesekularannya > relatif berbeda, > > rakyat Indonesia hidup dalam alam pemerintahan > sekular. Tapi > > analis-analis kredibel memperkirakan Indonesia dan > Turki lah kelak > > yang akan memimpin peradaban Islam di masa depan. > > > > Kajian-2 analis dari PriceWaterhouseCooper dan > Institusi Keuangan > > lainnya memperkirakan Indonesia dan Turki akan > menjadi emerging > > country yang bisa menyalip G-7 (Termasuk Jerman, > Jepang, Inggris dan > > Perancis) dimasa depan. > > > > Memang kita masih punya masalah korupsi. Tapi kita > punya keunggulan > > yang bagus: (1) Demokrasi dan (2) Persamaan > gender. > > > > Demokrasi memang tidak menjamin sebuah negara > otomatis makmur. Tapi > > demokrasi adalah syarat utama tegaknya law > enforcement, yang membuat > > meritrokrasi menjadi budaya bangsa (bukan lagi > KKN). Akhirnya kita > > menjadi bangsa kompetitif. > > > > Persamaan gender menghasilkan sinergi antara > laki-laki dan > perempuan. > > Memang sampai hari ini, banyak wanita meskipun > pinter masih malu-2 > > untuk tampil karena masih ada budaya sungkan. Tapi > generasi anak > kita > > akan berbeda karena kita mendidik anak laki dan > perempuan sama. > Tidak > > dibedakan. 15 tahun kedepan sinergi ini akan > menjadi kekuatan. > > > > Tentu saja, sampeyan yang laki-2 harus siap > menerima kenyataan jika > > nanti akan lebih banyak lagi wanita yang berani > selingkuh. Karena > > mereka merasa "punya hak yang sama" untuk > berselingkuh ria akibat > > persamaan gender ini. Jadilah, cerita tentang bobo > siang-siang > adalah > > suatu yang semakin biasa dan "wajar" untuk > diterima ha..., ha... =)) > > > > Atau memang untuk itukah perlunya JILBAB? Untuk > menghentikan budaya > > "bobo siang-siang?" Untuk mempertanggungjawabkan > anugerah kecantikan > > yang dimilikinya pada Sang Khalik :) > > > > Salam, > > FR > > > > > http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=301181 > > > > Kontroversi Jilbab Calon First Lady Turki > > > > ANKARA - Setelah sempat terganjal protes > masyarakat dalam > > pencalonannya yang pertama, Abdullah Gul semakin > mantap melaju ke > > kursi kepresidenan. Ini berarti peluang Hayrünnisa > Özyurt menjadi > > first lady Turki pun semakin terbuka. Namun, > jilbab yang melekat di > > kepala perempuan 42 tahun itu tetap menjadi > kontroversi di negeri > > sekular tersebut. > > > > Meski demikian, perempuan anggun yang selalu ceria > itu merasa > > tidak perlu mengkhawatirkan kontroversi seputar > penutup kepalanya. > > Walau sebagian besar tokoh oposisi Turki > menerjemahkan jilbab > sebagai > > simbol perlawanan terhadap sekularisme, Hayrünnisa > sangat jauh dari > > kesan radikal tersebut. "Bagi saya, ini (jilbab) > sebuah pilihan > > pribadi yang harus dihormati," tandas pendamping > hidup Gul selama 27 > > tahun terakhir itu. > > > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow
