Saya juga seorang munafik walaupun tidak tulen, makanya saya mendukung
penerapan syariah islam di Banten dan dimanapun, karena kemunafikan bisa
dikurangi dengan batasan-batasan syariat yang kuat disegala aspek kehidupan
kita.

Kalau seorang muslim tidak mendukung penerapan syariat ini baru namanya
munafik tulen!




On 2/20/08, Fuad Hasyim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Kang Bagja, biasanya yang gak ngaku itulah yang munafik tulen,
> hehe..becanda...
>
>
>
> Kang Boni betul, tapi perkara munafik ini tidak cuma di Banten loh...Para
> munafikun itu kayak coca cola, ada dimana-mana dan kapan saja…mungkin kita
> (termasuk saya) yang lantang berteriak, "awas munafik"!!!, jangan2 sudah
> terkena juga virusnya….
>
>
>
> Masih ingat kan sang ketua bidang *kerohanian* Golkar yang tertangkap
> kamera sedang mesum? Atau sang mantan *Menteri agama* yang duduk di kursi
> terdakwa kasus korupsi? Atau oknum2 *akademisi* yang lantang bicara
> tentang moral dan hidup bersih, ternyata tidak lebih dari tikus2
> busuk…Mereka ada tapi seperti tak ada, seperti domba padahal serigala,
> seperti kyai padahal iblis…
>
>
>
> Murka dengan kejahatannya, ALLOH merasa perlu menghukum golongan ini
> dengan siksaan yang seberat-beratnya….*"Hai Nabi, berjihadlah (melawan)
> orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah
> terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali
> yang seburuk-buruknya." (At-Taubah:73) atau Surat An-Nisa 145: "Sesungguhnya
> orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari
> neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi
> mereka."
> *
>
> Lah! Trus MTQ gimana? Apa iya gara2 kelakukan para oknumnya MTQ tidak lagi
> penting???... Nanti segala hal yang sebetulnya baik jadi gak penting gara2
> mereka atau...nanti jangan2 haji juga jadi nggak penting gara2 para munafik
> bedebah itu masih berkeliaran di Depag atau Haji Anu ikut2an jadi Pak
> Munafik??….Hemat saya, kita harus selamatkan MTQ dengan cara
> membersihkannya dari praktek dan kebiasaan buruk yang menyertai
> penyelenggaraannya...tapi gimana???
>
>
>
> Wass
>
> Fuad
>
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Lawang bagja <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Selasa, 19 Febuari, 2008 3:41:57
> Topik: RE: [WongBanten] Jawara+MTQ = Banten Munafik?
>
>  Betul kang boni,
> Kita memang semua munafik..
> kecuali aku..hik hik.hik..(munafik yah?)
>
> *Boni Triyana <boni_triyana@ yahoo.com>* wrote:
>
>  Banten itu munafik! Terlebih gubernurnya! Buat apa mengadakan MTQ kalau
> cuma untuk narsis dan dilirik sama orang seraya berharap orang2 yang melirik
> itu berkata: "wah...haibat yah Banten, memang masyarakatnya religius"...
>
> Cih...
>
> Lebih penting melakukan apa yang diajarkan oleh Al-Qur'an ketimbang cuma
> membacanya dalam sebuah perhelatan besar dengan dana dari rakyat. Bersihkan
> saja korupsi di Banten. Berantas habis kriminalitas ekonomi yang dilakukan
> oleh kelompok jawara.
>
> Banten memang munafik!
>
> Coba saja kunjungi Masjid Agung Kasultanan Banten, saya tak tahu lagi
> siapa yang berkuasa di sana. Yang pasti rumah suci itu telah
> dikapitalisasikan. Setiap pengunjung, walaupun tak diwajibkan, terkesan
> dipaksa untuk membayar. Lihat saja para petugas dengan atribut agamisnya
> selalu memukul-mukul kotak sumbangan di kala kita masuk ke kompleks masjid.
>
> Ah...
>
> BT
>
>     Share life's special moments with Photo Gallery. Windows Live Photo
> Gallery <http://www.get.live.com/wl/all>
>
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
>
>  ------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! 
> Search.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping>
>
>
>
>
> ------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! 
> Indonesia<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.yahoo.com/>yang
>  baru!
>
>  
>

Kirim email ke