Terima kasih atas tanggapannya kang okaj & kang
dian.
juga kang fatih & terutama saudara yang berada di balik id. Publikasi Banten,
tapi mohon maaf rupanya kita punya pendapat yang berbeda dalam hal ini. Saya
ingin sampaikan latar belakang pernyataan pribadi yang saya posting kemarin :
Saya mengenal cukup lama wilayah padarincang dan sekitarnya,
di sana saya
punya banyak teman & saudara. Saya mengenal daerah itu lebih dari separuh
usia saya, mudah2an saudara yang punya pendapat lain perihal masalah ini
setidaknya pernah sekali atau dua mengunjungi daerah ini. Maksud saya, hanya
agar sedikitnya kita tahu, apa yang kita bicarakan dan lebih obyektif menilai.
Mohon maaf.
Saya mengenal ada tiga mata air yang cukup besar di sana yaitu Batu Kuwung,
Cirahab (yang kita bahas ini) dan Cicaban. Masyarakat di sana sejak jaman 
bengen sudah
menikmati dan menggantungkan hidupnya pada keberadaan mata air itu sebagai
sebuah berkah bagi kita semua. Saya menggarisbawahi kata berkah disini dalam
pengertian bahwa mata air yang merupakan air bawah tanah itu muncul ke
permukaan tanpa diupayakan. Berkah bukan?!, air itu keluar dengan sendirinya
karena proses alam tanpa kita pompa atau kita bor. Sekali lagi saya ingin
katakan, itu berkah bagi masyarakat sekitar dan kita semua.
Leluhur kita begitu ‘mengkramatkan” mata air, kita sudah
banyak dengar itu. Di wilayah lain di Banten ini, seperti di Puncak Gunung
Karang, ada sumur tujuh yang begitu dikramatkan. Pada sisi lain lain puncak
Gunung Karang, antara puncak dan kawah G. Karang, ada area yang diberi nama
Tegal Alun, saudara2 kita di lereng G. Karang yaitu yang tinggal Kp. Pasir
Angin Kp. Kaduengang begitu mengkramatkan area itu. Jika kita ingin berkunjung
ke area itu, walaupun hanya sekedar berkunjung dalam rangka mengenyangkan rasa
ingin tahu kita, tidak akan diijinkan.  Beberapa tahun yang lalu teman2 kami 
mendapat
ijin untuk mengunjungi area itu, berbagai prosesi mistis (mohon ijin karuhun)
dilalui dengan serius. Begitu sampai pada area itu, bergidik kami mendengarnya,
ternyata area itu merupakan area basah yang merupakan mata air yang cukup
besar. Kami sadar, Ternyata leluhur kita mengkramatkan mata air itu dengan
alasan logis yang cukup jelas yaitu INGIN MENJAGA KEBERLANGSUNGAN MATA AIR itu
dari pengrusakan akibat ulah manusia & menghindari penguasaan mata
air itu oleh sebagian golongan.
Kembali lagi pada mata air di Padarincang seperti Cirahab,
Batukuwung & Cicaban, saya yakin leluhur kita di sanapun memberlakukan
demikian. Untuk Batu Kuwung, sudah terlanjur. Cirahab & Cicaban? Haruskah
kita serahkan untuk dieksploitasi segolongan lain, apalagi pihak asing. Secara
pribadi tanpa perlawanan, saya tidak akan rela menerima kenyataan itu.
Air yang tak henti keluar dari mata-mata air di daerah
ciomas, barugbug & padarincang, melalui  sungai Swarna, Cimanggu/Kalumpang dll 
mengalir dan bermuara di Rawa Dano
untuk kemudian mengalir ke laut melalui satu sungai cidano ke daerah Teneng.
Rawa Dano merupakan satu-satunya danau (bentukan vulkanik) yang berbentuk rawa
di Indonesia bahkan dunia, penelitian2 mengenai itu sudah banyak dilakukan baik 
di tingkat
nasional maupun dunia internasional. Sejarah geologi Rawa Dano mungkin bisa
didiskusikan dengan teman-teman lain yang membidangi geologi atau yang bahkan
pernah meneliti/mengamati daerah ini.  Pemerintah
kita (DepHut RI) memberikan status Cagar Alam pada Daerah Rawa Dano selain
Tukung Gede yang berada di sebelah Rawa Dano, P. Sangiang dan Pulau Dua yang
berada di Wilayah Pesisir Utara Kab/Kota Serang.
Rawa dano tambah hari kondisi lingkungannya memprihatinkan.
Penggunaan kebutuhan rumah tangga, pesawahan dll di daerah penyangga (hulu)
mengakibatkan debit air yang terus menerus berkurang. Ditambah lagi masalah
pengendapan yang diakibatkan oleh eceng gondok di perairan utama rawa dano
(inti). Kita ingatkan kembali beberapa tahun silam, demi menjaga kelestarian
rawa dano, masyarakat Desa Cimanuk di daerah penyangga Rawa Dano harus ‘terusir’
keluar dari kampungya karena aktifitas bertani mereka berpengaruh negatif pada
ekosistem Rawa Dano, padahal desa itu
merupakan salah satu lumbung padi Kabupaten Serang.  cukuplah itu kita dijadikan
pengalaman buruk. 
Sekarang mengenai investasi Danone pada mata air Cirahab, yakinlah
kita bahwa itu akan berdampak pada semakin menurunnya debit air yang mengalir
pada Cagar Alam Rawa Dano. Tanpa kita uji di lapangan, saya yakin itu PASTI. 
Maka
lebih baik, kita lindungi mata air Cirahab itu. Gatal telinga saya mendengar
istilah investasi yang begitu bombastis. Masyarakat Padaricang sudah begitu 
TERHORMAT
menjadi masyarakat petani, tinggal bagaimana cara kita mensuport mereka agar
lebih produktif.
Saya setuju danone berinvestasi di Banten, tapi mereka
jangan mengincar mata air. Enak benar mereka mengeksploitasi mata air yang 
notabene
keluar dengan sendirinya secara terus menerus, tanpa mereka pompa. Kalau mau
benar-benar berinvestasi dalam bisnis air kemasan, masih banyak lahan di kita 
yang
di bawahnya punya banyak persediaan pada jebakan2 air bawah tanah, kemudian
pompalah.
 
Atau suling saja air laut.
Terima kasih, mohon maaf.
 
Salam-UUS


----- Pesan Asli ----
Dari: dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 11 Juli, 2008 22:52:38
Topik: Re: [WongBanten] pernyataan pribadi juga jangan ditanggapi..


om fatihin,
masyarakat menolak karena sudah ada korban tentang
penyedotan sumber air, menyebabkan persawahan di
daerah sekitar jadi kering. ini yg tidak dikehendaki
oleh masyarakat.
membangun tidak berarti mengorbankan diri/daerah
sekitarnya.

saya setuju kl diadakan guguatan class action. 

pidana lingkungan juga perlu dipikirkan. namun masalah
pidana lingkungan baru bisa dimajukan jika sudah ada
korban..

kl clas action, kita harus pro aktif. kita juga
/masyarakat juga perlu mengkaji dan mengundang
masyarakat ilmiah (akademisi atau pakar lainya) utk
meneliti dampak lingkungan jika sumber air diserap
oleh pabrik air.. hal ini perlu sebagai informasi
alternatif dan pengetahuan bagi masyarakat luas (yg
berkepentingan) .

--- fatih in <rere_loveus@ yahoo.com> wrote:

>       Cuma agak sedikit heran aja...kok kita sibuk2
> ke luar negeri segala cari investor.... tapi pas dah
> ada ehh..malah d tolak....kumaha kang?? padahal
> katanya sih nilai investasi disana mencapai 200 juta
> US dollar.....tlng minta maaf kalo
> salah.....he. .he..
> 
> --- On Fri, 7/11/08, Setiadji Achmad
> <setiadji.achmad@ yahoo.com> wrote:
> From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com>
> Subject: Re: [WongBanten] pernyataan pribadi
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Friday, July 11, 2008, 11:16 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>             Saya sebagai teman diskusi kang Uus juga
> ikut mendukung dengan pernyataan beliau,sehubungan
> dengan rencana pembangunan Aqua...tong. .teng tong
> teng tong teng..Guabruk
>  
>  
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: uus bustami <uus_bustami@ yahoo.co. id>
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Sent: Friday, July 11, 2008 10:10:20 PM
> Subject: [WongBanten] pernyataan pribadi
> 
> 
> 
> 
> ini pernyataan saya secara pribadi :
> (entah berpengaruh atau tidak penyataan ini, yang
> jelas bermanfaat buat diri pribadi saya)
> 1. saya TIDAK SETUJU dan tidak akan RELA dengan
> eksploitasi yang akan dilakukan Danone pada mata air
> Cirahab.
> 2. saya dukung secara moril buat teman2 yang terjun
> langsung menolak rencana ini, asal dilakukan dengan
> cara2 yang elegan & tidak anarkis
> 
> salam-UUS_
> tinggal di kota serang, lebih dari 20 km dari mata
> air cirahab.
> 
> 
> 
> Dapatkan nama yang Anda sukai! 
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan
> @rocketmail. com. 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

    


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke