Keterangan di bawah ini sudah sangat jelas menjadi landasan berpikir,menyoali 
investas Danone-Aqua.Terimakasih Kang Uus,telah berbagi cerita dengan kami 
semua disini,terimasksih juga diskusi Offline-nya di rumah sampe menjelang 
subuh.
Untuk Ajie setia,semoga kampungmu tetap senantiasa berseri......


----- Original Message ----
From: uus bustami <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 12, 2008 7:19:29 PM
Subject: Bls: [WongBanten] pernyataan pribadi juga jangan ditanggapi..


Terima kasih atas tanggapannya kang okaj & kang dian.
juga kang fatih & terutama saudara yang berada di balik id. Publikasi Banten, 
tapi mohon maaf rupanya kita punya pendapat yang berbeda dalam hal ini. Saya 
ingin sampaikan latar belakang pernyataan pribadi yang saya posting kemarin :
Saya mengenal cukup lama wilayah padarincang dan sekitarnya, di sana saya punya 
banyak teman & saudara. Saya mengenal daerah itu lebih dari separuh usia saya, 
mudah2an saudara yang punya pendapat lain perihal masalah ini setidaknya pernah 
sekali atau dua mengunjungi daerah ini. Maksud saya, hanya agar sedikitnya kita 
tahu, apa yang kita bicarakan dan lebih obyektif menilai. Mohon maaf.
Saya mengenal ada tiga mata air yang cukup besar di sana yaitu Batu Kuwung, 
Cirahab (yang kita bahas ini) dan Cicaban. Masyarakat di sana sejak jaman 
bengen sudah menikmati dan menggantungkan hidupnya pada keberadaan mata air itu 
sebagai sebuah berkah bagi kita semua. Saya menggarisbawahi kata berkah disini 
dalam pengertian bahwa mata air yang merupakan air bawah tanah itu muncul ke 
permukaan tanpa diupayakan. Berkah bukan?!, air itu keluar dengan sendirinya 
karena proses alam tanpa kita pompa atau kita bor. Sekali lagi saya ingin 
katakan, itu berkah bagi masyarakat sekitar dan kita semua.
Leluhur kita begitu ‘mengkramatkan” mata air, kita sudah banyak dengar itu. Di 
wilayah lain di Banten ini, seperti di Puncak Gunung Karang, ada sumur tujuh 
yang begitu dikramatkan. Pada sisi lain lain puncak Gunung Karang, antara 
puncak dan kawah G. Karang, ada area yang diberi nama Tegal Alun, saudara2 kita 
di lereng G. Karang yaitu yang tinggal Kp. Pasir Angin Kp. Kaduengang begitu 
mengkramatkan area itu. Jika kita ingin berkunjung ke area itu, walaupun hanya 
sekedar berkunjung dalam rangka mengenyangkan rasa ingin tahu kita, tidak akan 
diijinkan.  Beberapa tahun yang lalu teman2 kami mendapat ijin untuk 
mengunjungi area itu, berbagai prosesi mistis (mohon ijin karuhun) dilalui 
dengan serius. Begitu sampai pada area itu, bergidik kami mendengarnya, 
ternyata area itu merupakan area basah yang merupakan mata air yang cukup 
besar. Kami sadar, Ternyata leluhur kita mengkramatkan mata air itu dengan 
alasan logis yang cukup jelas yaitu INGIN MENJAGA
 KEBERLANGSUNGAN MATA AIR itu dari pengrusakan akibat ulah manusia & 
menghindari penguasaan mata air itu oleh sebagian golongan.
Kembali lagi pada mata air di Padarincang seperti Cirahab, Batukuwung & 
Cicaban, saya yakin leluhur kita di sanapun memberlakukan demikian. Untuk Batu 
Kuwung, sudah terlanjur. Cirahab & Cicaban? Haruskah kita serahkan untuk 
dieksploitasi segolongan lain, apalagi pihak asing. Secara pribadi tanpa 
perlawanan, saya tidak akan rela menerima kenyataan itu.
Air yang tak henti keluar dari mata-mata air di daerah ciomas, barugbug & 
padarincang, melalui  sungai Swarna, Cimanggu/Kalumpang dll mengalir dan 
bermuara di Rawa Dano untuk kemudian mengalir ke laut melalui satu sungai 
cidano ke daerah Teneng. Rawa Dano merupakan satu-satunya danau (bentukan 
vulkanik) yang berbentuk rawa di Indonesia bahkan dunia, penelitian2 mengenai 
itu sudah banyak dilakukan baik di tingkat nasional maupun dunia internasional. 
Sejarah geologi Rawa Dano mungkin bisa didiskusikan dengan teman-teman lain 
yang membidangi geologi atau yang bahkan pernah meneliti/mengamati daerah ini.  
Pemerintah kita (DepHut RI) memberikan status Cagar Alam pada Daerah Rawa Dano 
selain Tukung Gede yang berada di sebelah Rawa Dano, P. Sangiang dan Pulau Dua 
yang berada di Wilayah Pesisir Utara Kab/Kota Serang.
Rawa dano tambah hari kondisi lingkungannya memprihatinkan. Penggunaan 
kebutuhan rumah tangga, pesawahan dll di daerah penyangga (hulu) mengakibatkan 
debit air yang terus menerus berkurang. Ditambah lagi masalah pengendapan yang 
diakibatkan oleh eceng gondok di perairan utama rawa dano (inti). Kita ingatkan 
kembali beberapa tahun silam, demi menjaga kelestarian rawa dano, masyarakat 
Desa Cimanuk di daerah penyangga Rawa Dano harus ‘terusir’ keluar dari 
kampungya karena aktifitas bertani mereka berpengaruh negatif pada ekosistem 
Rawa Dano, padahal desa itu merupakan salah satu lumbung padi Kabupaten 
Serang.  cukuplah itu kita dijadikan pengalaman buruk. 
Sekarang mengenai investasi Danone pada mata air Cirahab, yakinlah kita bahwa 
itu akan berdampak pada semakin menurunnya debit air yang mengalir pada Cagar 
Alam Rawa Dano. Tanpa kita uji di lapangan, saya yakin itu PASTI. Maka lebih 
baik, kita lindungi mata air Cirahab itu. Gatal telinga saya mendengar istilah 
investasi yang begitu bombastis. Masyarakat Padaricang sudah begitu TERHORMAT 
menjadi masyarakat petani, tinggal bagaimana cara kita mensuport mereka agar 
lebih produktif.
Saya setuju danone berinvestasi di Banten, tapi mereka jangan mengincar mata 
air.. Enak benar mereka mengeksploitasi mata air yang notabene keluar dengan 
sendirinya secara terus menerus, tanpa mereka pompa. Kalau mau benar-benar 
berinvestasi dalam bisnis air kemasan, masih banyak lahan di kita yang di 
bawahnya punya banyak persediaan pada jebakan2 air bawah tanah, kemudian 
pompalah.
 
Atau suling saja air laut.
Terima kasih, mohon maaf.
 
Salam-UUS


----- Pesan Asli ----
Dari: dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED] com>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Terkirim: Jumat, 11 Juli, 2008 22:52:38
Topik: Re: [WongBanten] pernyataan pribadi juga jangan ditanggapi..


om fatihin,
masyarakat menolak karena sudah ada korban tentang
penyedotan sumber air, menyebabkan persawahan di
daerah sekitar jadi kering. ini yg tidak dikehendaki
oleh masyarakat.
membangun tidak berarti mengorbankan diri/daerah
sekitarnya.

saya setuju kl diadakan guguatan class action. 

pidana lingkungan juga perlu dipikirkan.. namun masalah
pidana lingkungan baru bisa dimajukan jika sudah ada
korban..

kl clas action, kita harus pro aktif. kita juga
/masyarakat juga perlu mengkaji dan mengundang
masyarakat ilmiah (akademisi atau pakar lainya) utk
meneliti dampak lingkungan jika sumber air diserap
oleh pabrik air.. hal ini perlu sebagai informasi
alternatif dan pengetahuan bagi masyarakat luas (yg
berkepentingan) .

--- fatih in <rere_loveus@ yahoo.com> wrote:

>       Cuma agak sedikit heran aja...kok kita sibuk2
> ke luar negeri segala cari investor.... tapi pas dah
> ada ehh..malah d tolak....kumaha kang?? padahal
> katanya sih nilai investasi disana mencapai 200 juta
> US dollar.....tlng minta maaf kalo
> salah......he. .he..
> 
> --- On Fri, 7/11/08, Setiadji Achmad
> <setiadji.achmad@ yahoo.com> wrote:
> From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo..com>
> Subject: Re: [WongBanten] pernyataan pribadi
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Friday, July 11, 2008, 11:16 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Saya sebagai teman diskusi kang Uus juga
> ikut mendukung dengan pernyataan beliau,sehubungan
> dengan rencana pembangunan Aqua...tong. .teng tong
> teng tong teng..Guabruk
>  
>  
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: uus bustami <uus_bustami@ yahoo.co. id>
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Sent: Friday, July 11, 2008 10:10:20 PM
> Subject: [WongBanten] pernyataan pribadi
> 
> 
> 
> 
> ini pernyataan saya secara pribadi :
> (entah berpengaruh atau tidak penyataan ini, yang
> jelas bermanfaat buat diri pribadi saya)
> 1. saya TIDAK SETUJU dan tidak akan RELA dengan
> eksploitasi yang akan dilakukan Danone pada mata air
> Cirahab.
> 2. saya dukung secara moril buat teman2 yang terjun
> langsung menolak rencana ini, asal dilakukan dengan
> cara2 yang elegan & tidak anarkis
> 
> salam-UUS_
> tinggal di kota serang, lebih dari 20 km dari mata
> air cirahab.
> 
> 
> 
> Dapatkan nama yang Anda sukai! 
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan
> @rocketmail. com. 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.  


      

Kirim email ke