Kata Ajot “ Tindak kejahatan yang sudah dikenal sejak lama ada lima yaitu :
1). Judi
2). Maling (korupsi, ngerampok, nodong, lengbet – meleng disabet dll.)
3). Madat (ganja, candu istilah sekarang NARKOBA)
4). Minuman keras – miras (istilah kulon drug : minuman yang mengandung
alkohol)
5). Madon (main perempuan : berzina, melacur, perex, jablay dll).
Lima kejahatan tsb di atas merupakan penyakit masyarakat (pekat) dan sampah
masyarakat dan dibenci oleh masyarakat. Pelaku kejahatan dipandang sebagai
musuh masyarakat, dan pelakunya sering disebut bajingan (baca : bajingan
tengik).
Pelaku kejahatan judi, madat, minuman keras dan madon tidak akan melakukan
aktifitasnya jika tidak punya uang lagi. Maka untuk mendapatkan uang demi
melanjutkan kebiasaan itu, maka salah satunya adalah maling, mencuri, korupsi,
merampok, menodong dan lain sebagainya.
Lima jenis kejahatan adalah lingkaran syetan yang menyelimuti setiap lorong
kehidupan manusia.
Perdukunan
Pelaku kejahatan menyadari dirinya adalah penjahat dan musuh masyarakat, maka
untuk melangsungkan aksi kejahatannya dirinya memerlukan ilmu kebal
(kekebalan), ilmu menghilang (ilmu halimun), agar ketika ketangkap polisi dan
disiksa tidak merasakan sakit atau ketika dikejar masyarakat bisa menghilang
atau ilmu sirep agar mangsanya atau calon korbannya tertidur pulas. Maka si
penjahat pergi berguru ke dukun, maka dukun itupun disebut dukun maling atau
dukun perampok. Banyak ragam dukun-dukun dalam melayani pasien penjahat. Ada
dukun ramal, dukun togel (judi), dukun pelet, dukun susuk, dukun paniisan (adem
: agar tindak kejatan yang dilakukan tidak diketahui orang). Semua Ilmu produk
sang dukun adalah ilmu sihir warisan syetan laknatullah. Dukun adalah wali
syetan, dan syetan adalah musuh Allah, dan orang yang mendatangi untuk meminta
perlindungan dari dukun dihukumi kafir dan jika menanyakan sesuatu kepada dukun
itu (minta diramal), maka shalatnya selama
40 hari tidak diterima. Sesuai dengan salah satu Hadits Riwayat Muslim dalam
Kitab Shahinya bahwa Rasulallah Saw. bersabda “Barangsiapa mendatangi ‘arraf
(dukun) dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shlatanya
selama 40 hari.”
Mengilustrasikan lima tindak kejahatan tsb diatas konteksnya dengan kehidupan
masyarakat sehari-hari, penjahat maupun korbannya sama-sama lari ke dukun, satu
sama lain gak mau kalah. Sipenjahat lari ke dukun agar tindak kejahatannya
tidak diketahui, sedangkan sang korban lari ke dukun agar barang atau harta
bendanya yang hilang bisa diketahui siapa yang mencurinya. Bahkan sang aparat
keamanan seperti polisi gak mau kalah sikap, pergi juga ke dukun juga untuk
menanyakan hal yang sama seperti yang diungkapkan oleh korban “siapa yang
mencuri barang itu”. Sehingga dukun yang yang telah mengajari teknik-tekni
mencuri, esok harinya menagih setoran dari sang penjahat dengan tagihan yang
sangat tinggi karena data yang diperoleh dari si korban dan pihak polisi sangat
akurat. Maka si penjahatpun semakin mengelu-elukan atau memuja sang dukun
karena dianggap sakti dan tahu segalanya hingga si penjahat sukses.
Pada dasarnya apapun bentuk kecanggihan ilmu dukun, yang sekarang lagi trend
masuk media elektronik (seperti pengobatan alternatif, kontak jarak jauh,
supranatural, susuk asmara, pelet dan aneka macam tetek bengek istilah
perdukunan) pada hakekatnya adalah sama saja yaitu biangnya penjahat (baca :
bajingan). Hingga pihak polisi selaku aparat keamanan ikut-ikutan antri datang
ke dukun. Jadi pada dasarnya masyarakat kita ini adalah mainan syetan, karena
dukun adalah wali syetan, teman syetan dan komplotan syetan. Mungkin untuk skop
secara nasional, negeri kita ini adalah sudah jadi mainstream syetan. DPR
korupsi juga madon bawa narkoba, Menteri Korupsi, Jaksa Korupsi, Hakim Korupsi,
Gubernur Korupsi, Bupati Korupsi, Polisi ikut-ikutan
korupsi..................Solusi untuk membiaskan tindak kejahatan yang
dilakukan aparat negara baik kelas elit maupun keroco, tidak sedikit dari
mereka yang berbondong-bondong lari ke dukun untuk minta perlindungan. Goblok
bukan??
Jadi akhirnya semuanya pada goblok. DPR Goblok, Menteri Goblok, Jaksa Goblok,
Gubernur Goblok, Bupati Goblok, Hakim Goblok, Penjahat goblok, masyarakat
goblok hingga polisipun ikut-ikutan goblok. Sedangkan para dukun yang berkibar
namanya semakin cengengesan tertawa terbahak-bahak karena tipu danya mengenai
sasaran. Merdeka !!!
___________________________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/