mun alm mak erot kumaha??
----- Original Message ---- From: Sp Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, August 7, 2008 11:33:58 AM Subject: [WongBanten] Tanya Ajot : Goblokkah kita? Kata Ajot “ Tindak kejahatan yang sudah dikenal sejak lama ada lima yaitu : 1). Judi 2). Maling (korupsi, ngerampok, nodong, lengbet – meleng disabet dll.) 3). Madat (ganja, candu istilah sekarang NARKOBA) 4). Minuman keras – miras (istilah kulon drug : minuman yang mengandung alkohol) 5). Madon (main perempuan : berzina, melacur, perex, jablay dll). Lima kejahatan tsb di atas merupakan penyakit masyarakat (pekat) dan sampah masyarakat dan dibenci oleh masyarakat. Pelaku kejahatan dipandang sebagai musuh masyarakat, dan pelakunya sering disebut bajingan (baca : bajingan tengik). Pelaku kejahatan judi, madat, minuman keras dan madon tidak akan melakukan aktifitasnya jika tidak punya uang lagi. Maka untuk mendapatkan uang demi melanjutkan kebiasaan itu, maka salah satunya adalah maling, mencuri, korupsi, merampok, menodong dan lain sebagainya.. Lima jenis kejahatan adalah lingkaran syetan yang menyelimuti setiap lorong kehidupan manusia. Perdukunan Pelaku kejahatan menyadari dirinya adalah penjahat dan musuh masyarakat, maka untuk melangsungkan aksi kejahatannya dirinya memerlukan ilmu kebal (kekebalan), ilmu menghilang (ilmu halimun), agar ketika ketangkap polisi dan disiksa tidak merasakan sakit atau ketika dikejar masyarakat bisa menghilang atau ilmu sirep agar mangsanya atau calon korbannya tertidur pulas. Maka si penjahat pergi berguru ke dukun, maka dukun itupun disebut dukun maling atau dukun perampok. Banyak ragam dukun-dukun dalam melayani pasien penjahat. Ada dukun ramal, dukun togel (judi), dukun pelet, dukun susuk, dukun paniisan (adem : agar tindak kejatan yang dilakukan tidak diketahui orang). Semua Ilmu produk sang dukun adalah ilmu sihir warisan syetan laknatullah. Dukun adalah wali syetan, dan syetan adalah musuh Allah, dan orang yang mendatangi untuk meminta perlindungan dari dukun dihukumi kafir dan jika menanyakan sesuatu kepada dukun itu (minta diramal), maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima. Sesuai dengan salah satu Hadits Riwayat Muslim dalam Kitab Shahinya bahwa Rasulallah Saw. bersabda “Barangsiapa mendatangi ‘arraf (dukun) dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shlatanya selama 40 hari.” Mengilustrasikan lima tindak kejahatan tsb diatas konteksnya dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, penjahat maupun korbannya sama-sama lari ke dukun, satu sama lain gak mau kalah. Sipenjahat lari ke dukun agar tindak kejahatannya tidak diketahui, sedangkan sang korban lari ke dukun agar barang atau harta bendanya yang hilang bisa diketahui siapa yang mencurinya. Bahkan sang aparat keamanan seperti polisi gak mau kalah sikap, pergi juga ke dukun juga untuk menanyakan hal yang sama seperti yang diungkapkan oleh korban “siapa yang mencuri barang itu”. Sehingga dukun yang yang telah mengajari teknik-tekni mencuri, esok harinya menagih setoran dari sang penjahat dengan tagihan yang sangat tinggi karena data yang diperoleh dari si korban dan pihak polisi sangat akurat. Maka si penjahatpun semakin mengelu-elukan atau memuja sang dukun karena dianggap sakti dan tahu segalanya hingga si penjahat sukses. Pada dasarnya apapun bentuk kecanggihan ilmu dukun, yang sekarang lagi trend masuk media elektronik (seperti pengobatan alternatif, kontak jarak jauh, supranatural, susuk asmara, pelet dan aneka macam tetek bengek istilah perdukunan) pada hakekatnya adalah sama saja yaitu biangnya penjahat (baca : bajingan). Hingga pihak polisi selaku aparat keamanan ikut-ikutan antri datang ke dukun. Jadi pada dasarnya masyarakat kita ini adalah mainan syetan, karena dukun adalah wali syetan, teman syetan dan komplotan syetan. Mungkin untuk skop secara nasional, negeri kita ini adalah sudah jadi mainstream syetan. DPR korupsi juga madon bawa narkoba, Menteri Korupsi, Jaksa Korupsi, Hakim Korupsi, Gubernur Korupsi, Bupati Korupsi, Polisi ikut-ikutan korupsi..... ......... .....Solusi untuk membiaskan tindak kejahatan yang dilakukan aparat negara baik kelas elit maupun keroco, tidak sedikit dari mereka yang berbondong-bondong lari ke dukun untuk minta perlindungan. Goblok bukan?? Jadi akhirnya semuanya pada goblok. DPR Goblok, Menteri Goblok, Jaksa Goblok, Gubernur Goblok, Bupati Goblok, Hakim Goblok, Penjahat goblok, masyarakat goblok hingga polisipun ikut-ikutan goblok. Sedangkan para dukun yang berkibar namanya semakin cengengesan tertawa terbahak-bahak karena tipu danya mengenai sasaran. Merdeka !!! ________________________________ Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
