www.bantenmuda.multiply.com

BUNDA…..

 

Bunda….

Mungkin dirimu bukanlah apa-apa dibanding dengan  yang lain

Hanya seorang yang biasa 

Tapi bagiku engkau seungguh luar biasa

Walaupun engkau hanya perempuan desa

Yang sangat sederhana, hanya sedikit mengenal bangku
sekolah

Bagiku kau sangat berarti dalam menjalani kehidupan ini

 

Bunda……

Bagiku engkau adalah cahaya dan pelita hidupku

Cinta dan kasihmu tak dapat digantikan oleh apapun

Bunda….aku sungguh bangga padamu

Yang begitu sabar dan penuh cinta dalam menghadapi
kenakalan

Kita putra-putrimu

 

Bunda……

Sungguh besar cintamu pada kami anak-anakmu

Disetiap waktumu disetiap detak harimu,  

disetiap ibadah mu, di setiap sujud malammu

Tak henti-hentinya untaian doa-doa indah 

selalu terucap dari bibirmu bunda Untuk kebaikan
anak-anakmu

Keikhlasan dalam memberikan semuanya

 

Bunda….

Kau selalu merasa kurang dalam memberikan kasih sayangmu

Memberikan nasehatmu, Memberikan cintamu

Memberikan yang terbaik untukku

 

Bunda…..

Aku tak tahu dengan apa aku bisa membalas semua 

Yang telah engkau berikan padaku

Aku hanya bisa menjadi diriku sendiri

Semoga dengan begitu aku bisa memberi sedikit kebahagiaan
di hatimu

 

Bunda….

Rasanya ungkapan terima kasih saja tidaklah cukup

Untuk semua yang telah engkau berikan 

Dengan penuh cinta, kasih dan sayang

 

Bunda…

Indahnya permata dan berlian

Rasanya lebih indah lagi hati yang bunda miliki….

 

 

(Cilegon, 22 Desember 2007)

 

 

DIRIMU

 

Wajahmu selalu hadir didepan mataku

Menemani hari-hariku yang sunyi

Seakan-akan kau selalu berada disisiku

Mengukir indahnya cinta yang suci

Dan tak bernoda

 

Ingin kuraih semua angan
tentangmu

Yang kian lama kian pudar,
musnah hanya

Dalam angan-angan yang tidak
bertepian

Menanti hadirmu, kenyataan
tentangmu 

yang tak kunjung datang.

 

Mungkinkah kau hadir 

Dengan segala yang didamba

Darimu dihatiku

Dengan setitik harapan bagiku

 

(Cilegon, 22 Juli 2008)

 

 

BILA

 

Bila ada bias mentari yang 

membawa kehangatan

Itulah kasih tulusku yang

kutitipkan pada embun pagi..

 

Bila ada angin yang membelai

Rambutmu dengan lembut

Itulah doaku yang akan selalu 

Menyertai disetiap langkahmu

 

Seperti air yang selalu mengalir 

Itulah bukti cintaku padamu

Tak akan pernah habis sampai kapanpun jua

 

Seperti rembulan dan bintang-bintang

Yang selalu bersinar terang dilangit biru 

dan Senantiasa menemani malam  

Seperti itulah kesetiaanku 

Padamu tak kan pernah padam

Walaupun badai menghadang

 

(Cilegon, 3 Agustus 2008)

 

---

Puisi karya Horas Kasih Sirait (Bungzhu),

Mahasiswa STTIKOM Insan Unggul Cilegon

Jurusan Teknik Informatika, Semester VI.




      ____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke