setujuuuuuuu!!!! (waaah, kayak anggota dpr aja!!). 
saya malah kapan-kapan ingin, kalou boleh nongkrong atau kerja apa di tempatnya 
kang muqodas barang seminggu-dua, sokur kalou bisa sebulan lebih! yaaa, 
kapan-kapan, nanti kalou saya ada waktu, balik kampung, ke karangantu. 
halim hd.

--- On Sat, 9/20/08, aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [WongBanten] Senja di Pelabuhan Karangantu
To: [email protected]
Date: Saturday, September 20, 2008, 1:54 PM










    
            Mantap!!!!!! kang.
mebacanya saja sudah tertarik.. he..he..
Gimana kalau deklarasi Wong Banten nanti setelah
lebaran di tempatna Akang.
Sambil makan kepiting, dan ikan bandeng.. he..he..
 
Disana juga punya momentum sejarah sebenarnya
Karangantukan pernah menjadi
Bandar Internasional saat Banten Jaya.
kumaha dulur-dulur? ?
Ane sing usull???
 
 
 
 


--- On Sat, 9/20/08, das albantani <dasalbantani@ yahoo.com> wrote:

From: das albantani <dasalbantani@ yahoo.com>
Subject: [WongBanten] Senja di Pelabuhan Karangantu
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Cc: mikrohidro_group@ yahoogroups. com
Date: Saturday, September 20, 2008, 12:19 PM









Senja di Pelabuhan Karangantu
 
Hampir setiap akhir pekan saya mengecek pembangunan eco village di karangantu. 
Dulu, tempat itu hanyalah tambak ikan bandeng dengan luas areal sekitar 4 ha. 
Dibandingkan dengan luasnya, hasil dari tambak ikan bandeng tidak begitu 
memuaskan. Oleh karena itu saya mencoba mengembangkan tambak tersebut bukan 
hanya budi daya ikan bandeng. Ada beberapa alternatif yang bisa dibudidayakan, 
salah satunya adalah pembibitan kepiting. Ini saya pilih karena sangaSt mudah 
dan menguntungkan dan dari internet lah saya mendapatkan data-datanya.
 
Kendala yang saya hadapi dalam budi daya tersebut banyak sekali, diantaranya, 
lahannya yang sangat gersang karena merupakan vegetasi pesisir pantai utara, 
sumber listrik tidak ada, air bersih belum ada dan infrastruktur jalan yang 
hanya sampai di tempat pelelangan ikan saja.
 
Sebagai seorang arsitek, saya merasa tertantang untuk mengolah kawasan ini, dan 
saya melihat potensi yang luar biasa sekali, ada lahan yang sangat luas, angin 
yang begitu kencang, matahari yang sangat terik sekali, dan burung walet laut 
yang beterbangan mandi di tambak dan mencari sarangnya.
 
Dengan potensi yang ada, saya mengembangkan konsep eco village dengan 
memanfaatkan potensi angin dan matahari sebagai sumber energi melalui kincir 
angin dan sel surya, sedangkan untuk air bersihnya ada beberapa alternatif 
seperti membuat sumur artesis atau melakukan penyulingan air laut.
 
Mimpi saya ke depan adalah, semua orang akan tertarik untuk datang ke tambak 
saya, sambil menikmati kepiting bakar, ikan bandeng bakar yang manis khas 
karangantu, makanan laut yang masih segar, mancing, kehidupan masyarakat 
pelabuhan dan pesisir yang dinamis, rumah tinggal yang ramah lingkungan, juga 
kala senja di pinggir sungai cibanten sambil melihat lalu lalang perahu nelayan 
mencari ikan dan juga wanita-wanitanya membersihkan jaring.
 selengkapnya bisa dilihat di www.indonesianvilla ge.com

salam,
Mukoddas Syuhada
"Save Our World with Design and Technology"



Get your new Email address! 
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke