Siang Hari di Kota Serang

Pagi 3 September Dua pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten 
Serang, EF dan AN di permalukan Satpol PP Kota Serang. Photo dan beritanya 
muncul jadi headline di harian Radar Banten. Dengan penuh kenarsisan, anggota 
Satpol PP masuk ke dalam toko Mie Ayam Abun, Pasar Lama dan mengintrogasi 
keduanya.  Berkaitan dengan berita itu, penjabat walikota dalam apel pagi 
mengingatkan dan berdoa semoga tidak ada anak buahnya yang bernasib sama dengan 
EF dan AN. 

Satu minggu kemudian, PNS berinisial HF nyaris jadi korban kenarsisan Satpol 
PP. Untung HF berhasil melarikan diri dari Warteg Ananda Cinanggung, Serang. 
Tak kehilangan akal, kepada wartawan yang mereka bawa, Kepala Seksi 
Pengendalian Operasi Satpol PP Iwan Darmawan mengungkapkan akan melayangkan 
surat pemberitahuan ke DPKAD, karena HF berkeliaran saat jam kerja. Pak Iwan 
lupa kalau yang berkeliaran seperti HF itu banyak jumlahnya dan Satpol PP tidak 
pernah merazia mereka, termasuk anak buahnya.

Satu minggu kemudian, sudah tidak ada lagi berita razia Satpol PP yang katanya 
rutin itu. Sudah tertib mungkin? ternyata dugaan itu salah. Razia Satpol PP 
yang katanya rutin itu ternyata tidak berbekas sama sekali, siang bolong di 
lantai bawah mal serang, banyak pengunjung yang makan siang, di sekitar 
borobudur pedagang makanan dengan santainya melayani pembeli, bahkan ada toko 
roti dan makanan yang memang kursinya dibalik diatas meja hanya untuk 
mengelabui saja, dilantai duanya ramai pengunjung yang makan siang. Rasanya 
kinerja Satpol PP patut dipertanyakan, wartawan juga belum terlihat ada yang 
mengkritisi situasi ini.

Kota Serang akhir2 ini memang terasa lebih panas dari biasanya, namun berbuka 
puasa ditempat umum tidak bisa dijadikan alasan pembenaran...

aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Mantap!!!!!! kang.
 mebacanya saja sudah tertarik.. he..he..
 Gimana kalau deklarasi Wong Banten nanti setelah
 lebaran di tempatna Akang.
 Sambil makan kepiting, dan ikan bandeng.. he..he..
  
 Disana juga punya momentum sejarah sebenarnya
 Karangantukan pernah menjadi
 Bandar Internasional saat Banten Jaya.
 kumaha dulur-dulur??
 Ane sing usull???
  
  
  
  
 

--- On Sat, 9/20/08, das albantani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 From: das albantani <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [WongBanten] Senja di Pelabuhan Karangantu
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Saturday, September 20, 2008, 12:19 PM

        Senja di Pelabuhan Karangantu 
  
Hampir setiap akhir pekan saya mengecek pembangunan eco village di karangantu. 
Dulu, tempat itu hanyalah tambak ikan bandeng dengan luas areal sekitar 4 ha. 
Dibandingkan dengan luasnya, hasil dari tambak ikan bandeng tidak begitu 
memuaskan. Oleh karena itu saya mencoba mengembangkan tambak tersebut bukan 
hanya budi daya ikan bandeng. Ada beberapa alternatif yang bisa dibudidayakan, 
salah satunya adalah pembibitan kepiting. Ini saya pilih karena sangaSt mudah 
dan menguntungkan dan dari internet lah saya mendapatkan data-datanya. 
  
Kendala yang saya hadapi dalam budi daya tersebut banyak sekali, diantaranya, 
lahannya yang sangat gersang karena merupakan vegetasi pesisir pantai utara, 
sumber listrik tidak ada, air bersih belum ada dan infrastruktur jalan yang 
hanya sampai di tempat pelelangan ikan saja. 
  
Sebagai seorang arsitek, saya merasa tertantang untuk mengolah kawasan ini, dan 
saya melihat potensi yang luar biasa sekali, ada lahan yang sangat luas, angin 
yang begitu kencang, matahari yang sangat terik sekali, dan burung walet laut 
yang beterbangan mandi di tambak dan mencari sarangnya. 
  
Dengan potensi yang ada, saya mengembangkan konsep eco village dengan 
memanfaatkan potensi angin dan matahari sebagai sumber energi melalui kincir 
angin dan sel surya, sedangkan untuk air bersihnya ada beberapa alternatif 
seperti membuat sumur artesis atau melakukan penyulingan air laut. 
  
Mimpi saya ke depan adalah, semua orang akan tertarik untuk datang ke tambak 
saya, sambil menikmati kepiting bakar, ikan bandeng bakar yang manis khas 
karangantu, makanan laut yang masih segar, mancing, kehidupan masyarakat 
pelabuhan dan pesisir yang dinamis, rumah tinggal yang ramah lingkungan, juga 
kala senja di pinggir sungai cibanten sambil melihat lalu lalang perahu nelayan 
mencari ikan dan juga wanita-wanitanya membersihkan jaring. 
 selengkapnya bisa dilihat di www.indonesianvilla ge.com

salam,
Mukoddas Syuhada
"Save Our World with Design and Technology"


 
---------------------------------
 Get your new Email address! 
Grab the Email name you've always wanted before someone else does! 




        
     
                                       

       
---------------------------------
  Nama baru untuk Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke