Dari Konferensi Anak Majalah Bobo 2008 (1)
2 Bocah Banten Ikut Bahas Pemanasan Global
 
Tak perlu menjadi generasi di masa depan untuk merasakan dampak buruk global 
warming alias pemanasan global. Bahkan, akibat perubahan dan kurang 
bersahabatnya iklim yang sudah terasa, sejumlah bocah kini siap mewacanakan 
solusinya.
 
MW FAUZI – CILEGON
 
Minggu (26/10) pagi, Gedung PKK Melati Jaya Provinsi DKI, di Jalan Kebagusan, 
Jakarta Selatan, ramai oleh celoteh sekitar 36 anak dari seluruh Indonesia. 
Selain dari Jakarta, mereka datang dari Yogyakarta, Bandung, Kalimantan, 
Padang, Mataram, Ambon, Bangka, dan Bali. Anak-anak itu sedang mengikuti 
kegiatan konferensi anak tingkat nasional yang diselenggarakan majalah anak 
Bobo.
Di antara mereka, terselip dua bocah perempuan asal Banten. Yang pertama adalah 
Nabila Nurkhalishan Harris (10), pelajar kelas 5 Asimo SD Peradaban Serang. 
Seorang lagi adalah Ratu Aulia Primadika (11) yang kini tercatat sebagai siswi 
kelas 6 SD YPWKS Cilegon.  
Untuk menjadi peserta konferensi ini tentu saja tak mudah. Mereka harus melalui 
tahapan seleksi dimana setiap anak harus mengirimkan karya tulis dengan tema 
global warming. Nah, Bella—panggilan Nabila—yang juga dikenal sebagai pengarang 
cilik, berhasil lolos setelah menyisihkan 1.500 karya tulis dengan topik hemat 
listrik. 
Sedangkan Ratu Aulia menulis tentang penghijauan di halaman rumah. Nyimas, 
siswi kelas 5 SD Istiqomah Bandung, teman sekamar Bella dalam konferensi ini, 
mengangkat isu sampah plastik. Ada juga tulisan tentang sansiviera, tanaman 
penghisap polusi karya Iko, bocah kelas 5 SD Santa Maria Magelang. Lainnya 
adalah tentang pohon ketapang sebagai penahan abrasi pantai yang ditulis siswa 
kelas 5 SD Angkasa 1 Lanud Padang bernama Thoriq.
Konferensi Anak yang diselenggarakan majalah Bobo sejak 2001 ini bertujuan 
memotivasi anak-anak Indonesia menjadi cerdas, kritis, dan peduli pada 
lingkungan. Setiap tahunnya tema yang dibahas selalu berbeda. Untuk tahun ini, 
pemanasan global menjadi topik utama dengan mengambil tajuk Let’s Be The 
Greeners alias mari bersama menjadi pelaku penghijauan.
Ditemui di hari pertama konferensi yang akan berlangsung hingga Kamis (30/10) 
mendatang tersebut, ibunda Bella, Tias Tatanka yang juga seorang penulis, 
mengatakan bahwa putri sulungnya itu sudah mengincar jatah peserta Konferensi 
Anak Majalah Bobo sejak 2007 lalu. 
“Tahun lalu (bikin karya tulisnya) terlambat. Tahun ini 2008 ia menyelesaikan 
karya tulisnya pada saat-saat deadline. Maklum, pulang sekolahnya sore terus,” 
jelas istri penulis Banten Gola Gong ini.
Persis sehari sebelum batas waktu, masih kata Tias, Bella menulis karya tulis 
tentang pemborosan listrik yang terjadi di sekelilingnya. 
“Di rumah Bella, lampu suka nyala terus, padahal nggak dipake,” jelas Bella 
sambil tersenyum. 
Hari pertama kemarin, selain diisi perkenalan antarpeserta dan pembagian 
kelompok, seluruh peserta diajarkan teknik bertanya, mendengarkan, dan 
berbicara. Maklum, besok mereka sudah akan melangsungkan konferensi, di 
antaranya dengan mendengarkan dan berdiskusi bersama mantan Menteri Negara 
Lingkungan Hidup (MenegLH) Sonny Keraf. (*/bersambung).
 
ISTIMEWA
Bella (kiri) dan Ratu Aulia, 2 wakil Banten di konferensi anak 2008.
 
 


      

Kirim email ke