tawaran dan tantangan menarik; siapa yang mau jadi pembajak sekaligus pedagang?
--- On Tue, 11/4/08, Abdul Rohim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Abdul Rohim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [DikBud] Mendiknas Persilakan Buku Murah Dibajak
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, November 4, 2008, 12:07 PM
Mendiknas Persilakan Buku Murah Dibajak
MAGELANG(SINDO) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo
memberi kelonggaran dalam pengadaan buku pelajaran.
Dia mempersilakan masyarakat untuk membajak 407 judul buku yang hak ciptanya
telah dibeli Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). ”Silakan dibajak
ramai-ramai buku Pak Menteri,”katanya saat Pencanangan Peningkatan Semangat
Nasionalisme melalui Sistem Pembelajaran di Sekolah oleh Gubernur Jawa Tengah
Bibit Waluyo di Lapangan Ngablak,Kabupaten Magelang,Jawa Tengah,kemarin.
Dia menyatakan, buku-buku itu dimaksudkan sebagai buku murah agar terjangkau
seluruh masyarakat hingga di pedesaan.Buku murah Depdiknas itu,katanya, boleh
dijual, asalkan tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).
Namun, Mendiknas tidak menyebut HET buku murah tersebut. ”Harganya sepertiga
dari harga di pasaran,”katanya. Dia menegaskan,buku- buku itu memiliki jaminan
mutu sesuai Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).”Kalau pemda (pemerintah
daerah) mau dagang buku murah,silakan, tetapi patuhi HET.
Ini terobosan supaya buku merakyat, terbeli masyarakat,”katanya. Dalam
kesempatan tersebut, Mendiknas mengatakan, Bank Dunia memilih program Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) sebagai objek pendanaannya.
”Bank Dunia akan memberikan pendanaan kepada pemerintah Indonesia. Bank Dunia
memilih program yang akan dibiayai itu mana, dia memilih BOS,”ungkapnya.
Menurut Mendiknas,program BOS telah dilaksanakan relatif baik selama ini.
Bank Dunia mengakui bahwa program itu berjalan secara efektif.Nantinya dana
yang akan diberikan Bank Dunia untuk lanjutan program BOS relatif besar.”Cukup
besar, triliunan angkanya, realisasinya tahun ini,”katanya.
Mendiknas juga menyatakan bahwa krisis global tidak memengaruhi pembangunan
bidang pendidikan di Indonesia. Sementara itu, pada kesempatan yang sama
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mewajibkan semua sekolah untuk memutar
lagu-lagu kebangsaan menjelang jam masuk sekolah.
Langkah tersebut diharapkan bisa menggugah semangat kebangsaan para
siswa.”Karena selama ini sikap kebangsaan masyarakat Indonesia semakin
melemah,”katanya. Menurut Bibit,seusai pencanangan kemarin,semua daerah harus
menindaklanjuti program ini.
”Karena itu,penjaga sekolah harus memutar lagu-lagu kebangsaan ini pukul 06.30
WIB,sebelum masuk pelajaran,”paparnya. Mendiknas Bambang Sudibyo mendukung
langkah Gubernur Jawa Tengah itu.Menurutnya, selama ini mata pelajaran muatan
lokal menjadi kebijakan masing-masing gubernur.
Pihaknya menginginkan adanya pendidikan nasional yang tidak melupakan
kebudayaan masing-masing daerah. Dia menyebutkan, beberapa waktu lalu dirinya
telah meminta Gubernur Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY) untuk berkomitmen melestarikan bahasa Jawa. ”Dengan komitmen itu,
budaya-budaya asli daerah akan terus terjaga,”paparnya. (muh slamet/ant)
http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ berita-utama/ mendiknas-
persilakan- buku-murah- dibajak.html
Salam
Abdul Rohim
CP.08566460363
............ ......... ...
Sekolah bahasa Jepang http://PandanColleg e.com/ 0361-255-225/
............ ......... ...