Klo yg ini masuk akal ga sih? Terlepas dari upaya hukum yg terus
dilakukan, aku rasa mereka siap mati. Aku ga dukung tindakan amrozi,
tapi sepertinya berita media berlebihan.
Kompas online, Jumat, 7 November 2008 | 01:35 WIB
CILACAP, JUMAT - Menjelang pelaksanaan eksekusi, tiga terpidana mati
kasus Bom Bali I, Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, yang mendekam di
Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap,
mengalami emosional yang cukup tinggi.
Sejumlah sumber ANTARA di Nusakambangan, Jumat dinihari, menyebutkan,
tingkat emosional trio bom Bali sangat tinggi terutama sejak Kejaksaan
Tinggi (Kejati) Bali memberitahukan pelaksanaan eksekusi mati pada
Rabu (5/11).
"Bahkan, tadi (Kamis malam, red.) sekitar pukul 23.00 WIB, Amrozi
sempat berontak saat hendak dijemput petugas," kata salah satu sumber
tanpa menyebutkan tujuan penjemputan tersebut.
Dia mengatakan, para personel Brimob yang ada di LP Batu segera
disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kericuhan akibat
emosional tiga terpidana mati tersebut.
Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai peristiwa
tersebut, termasuk kepastian pelaksanaan eksekusi mati bagi Amrozi dan
kawan-kawan.
Sementara itu, puluhan wartawan media cetak maupun elektronik dalam
dan luar negeri tampak berteduh di warung-warung yang ada di sekitar
Dermaga Wijayapura Cilacap lantaran hujan deras mengguyur wilayah
tersebut.
Mereka tampak menunggu kepastian pelaksanaan hukuman mati karena
sempat tersiar kabar jika Amrozi dan kawan-kawan akan dieksekusi pada
Jumat dinihari.
sumber:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/07/0135406/jelang.eksekusi.amrozi.cs.makin.sensi
--- In [email protected], aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Salam,
>
> rekan-rekan saya melihat
> media elektronik/ televisi nasional
> udah berlebihan memang.
> kemarin saja jelas, bahwa keluarga
> imam samudra belum pernah menyinggung
> persoalan makam.
> Tapi disebuah stasiun tv sudah ada informasi
> pemakaman sudah disediakan juga
> sedang dibuatkan helifad.
> Aneh..!!!
> Kita (jurnalis) seringkali mendahului peristiwa.
>
>
>
>
> nuhun
> aji setiakarya(koordinator berita bantentv)
> tetangga imam samudra
>
>
>
>