Betul Bung Das, saya kurang sepakat dan tidak setuju dengan kata-kata EMHA yang 
menyatakan justru orang yang tidak sholat, tidak membaca al Qur'an namun karena 
dalih ia suka beramal, dikatakan justru dia yang melakukan shalat. Kelihatan 
agak sontoloyo dengan cuplikan kalimat tsb. 
Urusan orang yang sholat, selalu baca al Qu'ran namun tidak beramal mungkin 
status sosial ekonominya yang tidak memungkinkan orang tersebut untuk berinfak 
atau bersodakoh. Jika ada orang sholat, membaca al Qur'an namun dia selalu 
korupsi, maka jelas hukumnya menurut syari adalah Pendusta agama. 
Batasan-batasannya jelas, orang macam ini dikategorikan orang Munafiq. 
Menjustifikasi orang tidak sholat- tidak korupsi - tidak baca al Qur'an namun 
alasan rajin beramal (baik karena habluminannasnya) dikatakan orang tersebut 
justru menjalankan sholat. Batasan syariat yang mana yang mengatakan demikian? 
 



________________________________
Dari: das albantani <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 16 November, 2008 16:26:27
Topik: Re: [WongBanten] Gusti Allah tidak 'nDeso


saya pribadi tidak setuju dengan pandangan Emha Ainun Najib. Yang jelas dia 
bukan seorang alim ulama tapi seorang pemikir dan budayawan. Jadi pendapat dia 
belum tentu benar dari kaca mata islam.
Orang yang tidak solat dan tidak membaca Quran tidak bisa dianggap sebagai 
orang Islam. Rukun kedua dalam Rukun Islam adalah solat.
Rukun artinya urutan kalau urutan ini tidak diselesaikan maka keislamannya 
tidak sempurna, contoh misalnya seperti kita ingin bersolat, rukunnya kita 
harus berwudhlu dulu, kalau tidak berwudhlu makan solatnya jadi tidak sah. 
Dermikian juga dalam menjalankan keislaman kita, kalau urutannya tidak kita 
kerjakan maka islam kita tidak akan sempurna.
Sedikit keterangan tentang rukun islam. untuk menjadi orang Islam, kita harus 
bersyahadat yang merupakan pernyataan bahwa kita memeluk agama Islam, sesudah 
itu kita harus mendirikan solat sebagai konsekwensi pernyataan kita bahwa kita 
adalah orang Islam. jadi solat merupakan tiang agama yang membedakan seorang 
yang kafir dengan orang muslim.
Setelah solat urutan selanjutnya berturut-turut puasa, zakat dan naik haji. 
Seseorang yang telah menjalankan semua rukun islam, maka dia bisa dikatakan 
sempurna dalam menjalankan urutan keislamannya, walaupun tidak menjadi jaminan 
dia sempurna dalam keislamannya, tergantung dari kesungguhan hatinya dalam 
menjalankan perintah agama dan menjauhkan diri dari larangan2nya.
Kita juga diberitahu melalui hadist bahwa seseorang yang bukan islam (agama2 
yang diturunkan oleh Allah melalui para rasulnya sebetulnya semua disebut 
islam) haram untuk masuk surga.
Jadi jelas orang yang berbuat baik tapi tidak didasari oleh keimanan islam 
tidak bisa masuk surga.
Pilihan yang diajukan oleh Emha tidak ada yang betul, seharusnya ada satu 
pilihan lagi yaitu orang yang berbuat baik dan menjalankan segala perintah 
agama termasuk mendirikan solat.
Dibawah ini ada beberapa ayat dalam al-quran yang menerangkan kebaikan orang 
non-muslim dimata Allah, (orang yang tidak solat dianggap tidak termasuk orang 
Muslim, karena solat adalah tiang agama. Yang membedakan orang muslim dan bukan 
muslim adalah solatnya) :

lihat surat 14 ibrahim ayat 18
Mathalu Al-Ladhīna Kafarū Birabbihim 'A`māluhum Karamādin Ashtaddat Bihi 
Ar-Rīĥu Fī Yawmin `Āşifin Lā Yaqdirūna Mimmā Kasabū `Alá Shay'in Dhālika Huwa 
Ađ-Đalālu Al-Ba`īdu Orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, amalan-amalan mereka 
adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin 
kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfa'at sedikitpun dari apa yang telah 
mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS. 
14:18) مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَاد ٍ 
اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِف ٍ لاَ يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا 
عَلَى شَيْء ٍ ذَلِكَ هُوَ الضَّلاَلُ الْبَعِيدُ

surat 25 Al-Furqon ayat 23
Wa Qadimnā 'Ilá Mā `Amilū Min `Amalin Faja`alnāhu Habā'an Manthūrāan Dan Kami 
hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) 
debu yang berterbangan. (QS. 25:23) وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَل ٍ 
فَجَعَلْنَاه ُُ هَبَاء ً مَنْثُورا

Surat 24 An-Nur ayat 39
Wa Al-Ladhīna Kafarū 'A`māluhum Kasarābin Biqī`atin Yaĥsabuhu Až-Žam'ānu Mā'an 
Ĥattá 'Idhā Jā'ahu Lam Yajid/hu Shay'āan Wa Wajada Allāha `Indahu Fawaffāhu 
Ĥisābahu Wa Allāhu Sarī`u Al-Ĥisābi Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka 
adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh 
orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak 
mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu 
Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah 
sangat cepat perhitungan- Nya. (QS. 24:39) وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ 
كَسَرَاب ٍ بِقِيعَة ٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَه ُُ لَمْ 
يَجِدْهُ شَيْئا ً وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَه ُُ فَوَفَّاه ُُ حِسَابَه ُُ وَاللَّهُ
سَرِيعُ الْحِسَابِ

Mungkin ayat2 diatas bisa menjelaskan kepada Emha Ainun Najib bahwa pendapatnya 
itu tidak benar dan juga untuk kita semua jadi bisa melihat mana yang benar dan 
mana yang salah sesuai dengan ajaran agama islam.

--- On Sun, 16/11/08, Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com> wrote:

> From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com>
> Subject: Re: [WongBanten] Gusti Allah tidak 'nDeso
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Sunday, 16 November, 2008, 4:22 PM
> Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran,
> membangun masjid, tapi korupsi uang negara.
> 
> Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal
> al-quran,
> menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya,
> pelit, dan
> mengobarkan semangat permusuhan.
> 
> Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran,
> tapi suka beramal,tidak korupsi, dan penuh kasih
> sayang?"
> 
> 
> .....tapi biasanya yg ke.3 selalu berujar,ngapain sholat
> kalo masih
> korupsi,mending gue kagak sholat tapi selalu berbuat
> baik.....heheheheh. ....gak bener juga ya????...semoga
> cepat diberikan
> hidayah dan kesadaran...
> 
> nah yg nomor 1 semoga cepat diberikan
> petunjuk,berhubung dia selalu memanjatkan do'a dalam
> sholat dan tilawah
> qur'an....,, ,idem no.2.......
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> From: "fhasyimsanusi@ yahoo.co. id" <fha
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> From: halim hd <[EMAIL PROTECTED] com>
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Sent: Sunday, November 16, 2008 4:19:00 PM
> Subject: Re: [WongBanten] Gusti Allah tidak 'nDeso
> 
> 
> maap, saya gak bisa baca. penglihatan saya kurang bagus.
> 
> --- On Sun, 11/16/08, Setiadji Achmad <setiadji.achmad@
> yahoo.com> wrote:
> 
> From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com>
> Subject: Re: [WongBanten] Gusti Allah tidak 'nDeso
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Sunday, November 16, 2008, 1:16 AM
> 
> 
> Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran,
> membangun masjid, tapi korupsi uang negara.
> 
> Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal
> al-quran,
> menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya,
> pelit, dan
> mengobarkan semangat permusuhan.
> 
> Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran,
> tapi suka beramal,tidak korupsi, dan penuh kasih
> sayang?"
> 
> .....tapi biasanya yg no.3 selalu berujar,ngapain sholat
> kalo masih korupsi,mending gue kagak sholat tapi selalu
> berbuat baik.....heheheheh. ....gak bener juga
> ya????...semoga cepat diberikan hidayah dan kesadaran...
> 
> nah yg nomor 1 semoga cepat diberikan petunjuk,berhubung
> dia selalu memanjatkan do'a dalam sholat dan tilawah
> qur'an....,, ,idem no.2........
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> From: "fhasyimsanusi@ yahoo.co. id"
> <fhasyimsanusi@ yahoo.co. id>
> To: [EMAIL PROTECTED] ups..com
> Sent: Sunday, November 16, 2008 3:53:48 PM
> Subject: Re: [WongBanten] Gusti Allah tidak 'nDeso
> 
> 
> Kang, realnya, gimana caranya spy seandainya2 sekiranya2
> itu bs jd kenyataan?
> 
> Wass
> Fuad
> 
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ____________ _________ _________ __
> From: halim hd <[EMAIL PROTECTED] com>
> Date: Sun, 16 Nov 2008 00:27:52 -0800 (PST)
> To: <WongBanten@ yahoogro ups.com>
> Subject: Re: [WongBanten] Gusti Allah tidak 'nDeso
> 
> seandainya, sekiranya, yaaa, kalou saja elite banten
> menerapkan apa yang dikatakan oleh emha, rasa-rasanya banten
> bener-bener bisa jadi banten raya sejahtera.
> 
> --- On Sun, 11/16/08, das albantani <dasalbantani@
> yahoo.com> wrote:
> 
> From: das albantani <dasalbantani@ yahoo.com>
> Subject: [WongBanten] Gusti Allah tidak 'nDeso
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Sunday, November 16, 2008, 12:16 AM
> 
> 
> dari milis tetangga
> Saya kirim percakapan Cak Nun dengan fans-nya. Menarik dan
> agak lucu tapi bermakna dalaaaaamm sekali. Semoga menghiasi
> hari anda, .
> 
> Gusti Allah Tidak "nDeso"
> Oleh: Emha Ainun Nadjib
> 
> Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun.
> "Cak Nun," kata sang penanya, "misalnya pada
> waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan,
> yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat
> Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak
> miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan
> pilih?"
> 
> Cak Nun menjawab lantang, "Ya nolong orang
> kecelakaan."
> "Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?"
> kejar si penanya.
> 
> "Ah, mosok Allah ndeso gitu," jawab Cak Nun.
> "Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk
> surga tidak ngajak-ngajak, " katanya lagi.
> "Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang
> yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi.
> 
> Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus
> ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri
> orang yang kecelakaan itu.
> 
> Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang. Kata
> Tuhan: kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit
> itu. Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang
> kesepian itu.Kalau engkau memberi makan orang kelaparan,
> Akulah yang kelaparan itu.
> 
> Seraya bertanya balik, Emha berujar, "Kira-kira Tuhan
> suka yang mana dari tiga orang ini.
> 
> Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran,
> membangun masjid, tapi korupsi uang negara.
> 
> Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal
> al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri
> kaya-raya, pelit, dan mengobarkan semangat permusuhan.
> 
> Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran,
> tapi suka beramal,tidak korupsi, dan penuh kasih
> sayang?"
> 
> Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga. Kalau
> korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan
> membangun masjid. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya
> bukan membaca al-quran, tapi menginjak-injaknya. Kalau
> korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi
> menginjak Tuhan. Sedang orang yang suka beramal, tidak
> korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang
> sesungguhnya sembahyang dan membaca Al-Quran.
> 
> Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat
> shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat
> dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur
> kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya :
> kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih,
> kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama.
> 
> Idealnya, orang beragama itu seharusnya memang mesti
> shalat, ikut misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak
> korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih
> sayang.
> 
> Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah
> sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas
> kasih, dan cinta kasih sesama.
> Bila kita
> cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi ke kebaktian, ikut
> misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut
> orang yang beragama.
> Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara,
> meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar,
> hidup bersih, maka itulah orang beragama.
> 
> Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari
> kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan
> sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial.
> Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan
> tetangganya. Orang beragama ialah orang yang menghormati
> orang lain, meski beda agama.. Orang yang punya solidaritas
> dan keprihatinan social pada kaum mustadh'afin (kaum
> tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang
> bukan haknya. Karena itu, orang beragama mestinya
> memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang
> yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa
> meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan. ~
> 
> New Email names for you! 
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new
> @ymail and @rocketmail. 
> Hurry before someone else does!
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke