--- Begin Message ---
 
 
-----Original Message-----
From: ain hawadaa Sent: Thursday, November 06, 2008 2:19 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [WIQ] Perang Si Padang (4) : Habis



Senin, 03 Nopember 08 
 
 
Perang Si Padang (4) : Habis 
<http://www.cimbuak.net/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1398>
<http://www.cimbuak.net/index2.php?option=com_content&task=view&id=1398&;
pop=1&page=0&Itemid=5>
<http://www.cimbuak.net/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=
1398&itemid=5>          
Written by Zulkarnain Kahar    
 
Monday, 03 November 2008 
 
 Image<http://www.cimbuak.net/images/stories/content/zxkahar-thumb.jpg>
Kembali ada rencana Tuhan yang aku tidak tahu. 1995, ada pengurangan
pegawai besar besaran di tempatku bekerja. Para engineer dan ahli ahli
banyak yang keluar karena dapat uang tolak yang cukup besar.
Reorganisasi ini menciptakan departement baru, Asset Optimization
namanya. Suatu sore aku ditelpon GF, " Zul, do you want to join my
team?" katanya. Dia ditunjuk sebagai Asset Optimization Manager, saya
kenal beliau ketika dia datang untuk project start-up Booster
Compressor. Dan dia sering datang ketempat saya minta tolong dibuatkan
flow diagram dan berbagai jenis production chart untuk presentasinya.
BANG ketiga, Juni 1995. 
 
Zulkarnain Kahar resmi jadi Computer Operator, itu yang tertulis dalam
selip gaji yang kuterima dari PT Kesayangan. Selamat tinggal "Clerk
typist". Cita cita jadi operator gagal total, juga tak ada dalam
bayanganku bahwa lima tahun kemudian, th 2000 aku kembali Cluster ini
melakukan Test beberapa sumur produksi dari Control room. 
 
Mengarahkan bapak operator yang dulu kulayani dengan membuatkan kopi
mereka dan mencuci piring bekas makan mereka. Mereka dengan segala
senang hati membantuku agar proses testing berjalan dengan sempurna. 
Setahun jadi Computer Operator yang jauh bertentangan dengan apa yang
sebenarnya kulakukan, berkutat dengan data produksi, data sumur sumur
produksi hasil analisa Lab, dll. 
 
Akhirnya th 1996, Bos merubah title Jadi Reservoir Technician, masih
sebagai kuli kontrak yang bergaji kecil. Kebiasaan menolong orang yang
bermasalah dengan komputer membuahkan hasil. 
 
Pak AA, salah seorang supervisor Wellhead wireline Dept. , datang
menemuiku. "Zul, kamu bisa tolong Pak KN? Komputernya bermasalah tuh.
Dia udah minta tolong orang IT, tapi belum juga bisa. Kalau sempat nanti
malam kita kesana berdua. Kasihan bapak itu, orangnya baik". Pak KN
adalah bos nya HRD
 
 Malamnya berdua dengan pak AA Kami kerumah beliau. Selesai mengutak
atik dan sukses, Pak KN memberi uang yang dilipatnya kecil-kecil,
langsung saya tolak. "Pak, saya datang kemari untuk menolong, bukan cari
uang tambahan. Walaupun gaji sangat kecil, cukup untuk makan. Kalau
bapak mau membantu, reviewlah kembali gaji kami, para buruh kontrak
ini". Pak AA langsung memelototi saya. Kami langsung pulang. Implikasi
dari insiden tersebut rupanya berdampak baik. 

Beberapa bulan kemudian seluruh kontraktor mendapat perubahan gaji dan
rasionalisasi jenis pekerjaan, dengan upah yang signifikan. Seluruh
kawan-kawan bergembira tapi mereka tidak tahu apa yang ada dibalik semua
itu.
 
 Hanya selang lima bulan kemudian, beliau meniggal karena kecelakaan
pesawat dalam penerbangan Jakarta-Medan. Terima kasih Pak, dan selamat
jalan. Now what apakah sampai disini. Banyak orang tidak mau menginjak
pedal gas nasibnya sampai kandas menembus batas tolerance kemampuannya,
ada yang takut, ada pula yang dengan senang hati menerima saja apa
adanya sambil berkata "Garis tangan ku sudah seperti ini". Padahal Tuhan
memberikan pilihan yang tak terbatas dan waktu yang cukup, tempat dimana
fenomena sebab akibat terjadi. Bahkan di salah satu ceramahnya Qurais
Sihab mengatakan manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk memilih
takdirnya sendiri dalam ruang lingkup yang ditetapkan oleh Tuhan. Inilah
sepatuku tepatku berpijak dalam mengarungi lautan kehidupan ini. 
 
Rasionalisasi karyawan kontrak menuai pro dan kontra para karyawan
kontrak yang mempunyai skill khusus seperti mechanic, welder, dll
terdongkrak gradenya dan naiklah gajinya dan sebaliknya karyawan yang
dibesar besarkan gradenya karena koneksi dan sebagainya terjungkal
dengan bayaran rendah.
 
Aku sendiri merasa mendapat durian runtuh karena aku adalah karyawan
lokal pertama yang masuk kategory staff dan sebuah fasilitas yang tak
pernah diberikan pada karyawan kontrak manapun seperti entitle pula
mengunakan fasilitas pesawat perusahaan dari Lhokseumawe ke Medan
termasuk juga keluargaku dengan priority empat. 
 
Bahkan mengalahkan Karyawan Tetap yang bersatus nonstaff hanya priority
lima kalau saya ingin terbang sang karyawan nonstaff harus mndur. Tentu
saja tidak pernah kulakukan membuat karyawan tetap tak bisa terbang.
Sampai detik ini tak ada yang menanyakan ijazahku. 

Hari hariku kujalani dengan berbagai cara dan strategy untuk mengisi
otakku yang bodoh ini. Aku mulai hariku selalu dengan "there must be
<http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif> a way to
improve this job". Tersebutlah beberapa nama tempat ku belajar sambil
bekerja. 
 
AHI anak muda briliant jebolan ITB, YF juga anak ITB dengan Master di
NewMexico, AM dan MD jebolan Texas University dan lain lain termasuk
beberapa Expatriate. Apa ini apa itu bagaimana caranya mengisi hari
hariku. 
 
Dengan kemampuan Visual Basic dan Excel ku yang diatas rata2 dan
pemahaman tentang mesin Unix yang lumayan terjadilah semacam bargaining
tidak nyata. Aku mampu mensuplify tugas mereka dengan hitungan menit
bahkan second sementara mereka melakukan dalam hitungan jam. Kegembiraan
bapak bapak itu membuat aku semakin sibuk mengerjakan pekerjaan mereka.

Prinsipku berubah lagi " Dimana lagi aku dapat di dunia ini bisa belajar
dan dibayar pula". dari berbagai jenis data manipulasi, plotting,
transfer dan conversi. Aku mulai tertarik dengan pekerjaan Economic
Evaluasi. MD beliau kini bekerja di Chevron G&G Jakarta adalah orang
pertama yang mengenalkan ku pada teknik eveluasi ekonomi di dalam
Production Sharing Contract yang sedang ramai dibicarakan oleh media
kini. Pekerjaan ini menyita waktu yang tidak sedikit. Pernah aku harus
pulang jam empat pagi dan kembali lagi kekantor jam enam pagi, karena
terlalu banyak sensitivity yang harus dilakukan untuk Project Lepas
Pantai kala itu. 
 
Para toke-toke besar keesokan harinya ingin melihat berbagai scenario
dan implikasinya sebelum dimajukan ke Pusat untuk persetujuan go or no
go project tersebut. Suatu kredit tersendiri juga bagi ku bahwa Project
tersebut disetujui dan masih beroperasi sampai hari ini dan menyumbang
devisa untuk Negeri ini. 

Dengan kesibukanku aku sempat ditanyai istriku"udah gajian belum"?. Holy
woly sudah tanggal sepuluh rupanya aku belum mengambil gaji dari PT
tempat ku bekerja. Aneh ada orang lupa gajian kata istriku. Kawan kawan
sesama kontraktor selalu bertanya kenapa tidak minta jadi pegawai zul?,
Emangnya ini perusahaan bapakku. 
 
I just do my best, keep learning dan tidak lupa berdoa agar diberikan
rezeki yang halal supaya anak anak ku bisa sekolah tinggi and the rest
is belong to God. 

Kembali pada waktu. Secara definisi, waktu adalah dimensi di mana
fenomena sebab dan akibat terjadi. Tidak ada waktu, tidak ada sebab dan
akibat.. dan aku diberi waktu kenapa tidak aku maksimalkan. Sebab aku
menerima segala bentuk pekerjaan tanpa pamrih akibatnya bos merasa harus
melatihku dengan berbagai pemahaman dan merasa aku harus ikut pelatihan
tentang Basic Pertoleleum Engineering yang di adakan di Bandung 1997,
Economic Risk analisis di Medan dan menyusul kemudian dengan Project
Economic Evaluation June 1998 di Jakarta. 
 
Indonesia yang baru saja melakukan reformasi politik dan ekonomi secara
bersamaan yang membuat kota jakarta rawan demo, Uni Sovyet hancur karena
Glassnot dan Perestoika, Yugoslavia menyusul kemudian. RRT belajar dari
kesalahan orang lain dan hanya melakukan reformasi ekonomi. Dan kini
sovyet mulai me-rem politik reformnya dan tetap melepas ekonomic
reformnya. 
 
Pada saat mengikuti kursus Project Economic Evaluation di Jakarta saya
ditelpon dan disuruh pulang dengan menumpang pesawat perusahaan dari
Halim langsung ke Lhoksukon. Sesampai di Halim ternyata penumpang
pesawat hanya berdua saja, saya dan orang nomor satu di Arun Field.
Hampir empat jam terbang dengan pesawat kecil tersebut sepanjang
perjalanan saya optimalkan komunikasi dengan sang penguasa tersebut. 
 
Pembicaraan hanya seputar pekerjaan saya tentang manfaat kursus yang
baru saja saya ikuti. Saya selalu mengarahkan pembicaraan seputar
pekerjaan sampai pesawat landing di Lhoksukon. Keesokan harinya saya
ambil cuti selama dua minggu. Hari pertama kembali dari cuti saya
ditelpon ole Pak HP orang HRD, ada apa gerangan kembali jantung saya
berdebar keras apa lagi ini, apa saya salah ngomong pula dengan toke
besar itu dipesawat maklumlah bahasa inggris saya hancur. 
 
Ternyata pak hendrik menyodorkan formulir yang harus diisi oleh seorang
calon pegawai regular. Saya berdiri seperti patung tangan seakan kaku
tak mampu digerakan jangankan untuk mengisi furmulir mengangkat tangan
saja tidak mampu. Formulir di-isi, disitu tercamtum efective tanggal 1
july 1998 saya resmi sebagai karyawan kontrak langsung atau first party
kontrak, gaji saya dibayar oleh Perusahaan tidaklagi oleh PT PT lokal. 
 
Salah satu keanehan isi kontrak itu adalah saya beserta seluruh keluarga
saya berada dalam tanggungan Perusahaan semua fasilitas kesehatan dan
benefid lainnya saya tidak berbeda dengan pegawai tetap.  Aku mulai
menyenangi pekerjaan project evaluasi economic ini. Kuliah lagi, itulah
yang ada dalam kepalaku.  Fakultas Ekonomi Universitas Malikusaleh
Lhokseumawe kududuki sarjana ekonomi harus ditangan. Hanya sampai
semester IV aku dipindah kan ke Jakarta.

Jakarta, December 2000, Perusahaan tempat saya bekerja baru saja
menyelesaikan process merger dan menjadi perusahaan minyak terbesar
dimuka bumi ini. Hari itu pula saya direkrut jadi karyawan penuh.
Beberapa teman secara bercanda berkata hansip langsung jadi kapten.
Sejak tahun 1991 tidak pernah ada rekrutment pegawai oleh boleh dibilang
saya adalah ice breaker pad waktu itu. Sejak saat itu berkali kali saya
dapat pelatihan pelatihan keluar negeri.

Dalam mengikuti pelatihan pelatihan ini aku merasa diriku sangat kecil
sekali, karena para peserta pelatihan semuanya insinyur. Rasa malu
rendah diri mulai menghajarku.
<http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/17.gif> Kucoba
mengurus surat pindah dari Universitas di Lhokseumawe itu dengan minta
pertolongan seorang sahabat di Aceh, karena aku sudah di Jakarta. TS,
sahabatku itu yang sama sama kuliah dengan ku itu berhasil mengurus
surat pindah dan semua transkrip nilai dari Unima. Sahabat ku TS kini
telah tiada. Beliau termasuk satu dari ratusan ribu korban Tsunami th
2004. <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/17.gif> 

Dengan berbekal nilai konversi dari Unima, aku lanjut kuliah di salah
satu Universitas Jakarta tahun 2003, Bsc, Economic masuk kedalam resume
ku. Pada saat wisuda di Gedung Sudirman dikawasan kuningan Ibuku berdiri
disebalah kanan dan istriku berdiri disebelah kiri. Foto itu sampai kini
terpampamg dirumahku. Kalau dulu kami berdua anaknya bersyukur habis
dengan menyelesaikan SMA saja. Sekarang kedua putranya sudah Sarjana.
Usiaku kala itu sudah menginjak 45 tahun.

Setelah mengantongi S1 yang kejar kejaran antara kerja dan kuliah disore
hari, aku mulai bermimpi untuk lanjut mengejar S2 kalau perlu tiga
sekalian, kali ini tak kesampaian sebuah  jalan baru terbuka aku dapat
tawaran oversea assignment ke luar negeri. Bangga juga rasanya saat
dapat memenuhi persyaratan "Please attached your Academic Certificate?".

 
Akhirnya tukang sapu  bertransformasi menjadi  expatriate keliling
dunia. Benar kata orang saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat
kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala
sesuatunya akan terasa istimewa.

Hari pertama menginjakan kaki di benua Afrika setelah terbang 13 jam
dari Singapura - Paris dan sambung lagi delapan jam ke Luanda. Aku
disambut dengan hujan deras, kota luanda dilanda banjir. Negeri yang
berbahasa portugis ini adalah tempat bekerjaku yang baru. Pengalamanku
tentang Minyak Nol Besar, di Indonesia kami produksi Gas, itulah yang
kupelajari. Bahasa Inggrisku tidak pula baik, asal orang mengerti saja
itupun tak jarang orang salah pengertian. Seminggu pertama aku susah
tidur karena fikiranku
<http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif> kacau
mencari cara effektive bagaiman bisa belajar cepat agar tidak terlalu
lama kelihatan bego. Alhamdulillah aku mulai pelan pelan memahami
konsepnya memasuki putaran kedua saya sudah menjadi pengajar yang baik.

Tak selamanya susah itu susah dan senang itu senang, Penyakit psoriasis
yang menyerangku sejak tahun 2000, mulai meraja lela. Kuku dan telapak
tangan hancur rupanya kelelahan terbang yang hampir dua hari dua malam
setiap bulan berangkat ke tempat kerja di afrika dan keharusan menelan
pil  <http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif> anti
malaria setiap hari  memperparah penyakitku. Saat duduk dipesawat dan
bersalaman dengan orang awalnya membuatku merasa down. Selesai
bersalaman rata rata orang menggosokan tangannya seperti bersalaman
dengan orang yang tangannya kotor.
<http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/17.gif>   

Rupanya segala penderitaan panjang yang kualami belum mampu mengangkat
kepalaku. Semakin tinggi tingkat stress semakin parah pula psoriasis ini
menyerangku. Obat yang kukonsumsi sudah tidak berpengaruh lagi.  Aku tak
mau orang salah sangka dengan penyakit yang kuderita. 
 
Hasil browsing dari internet ketemukan penjelasan seorang dokter ahli
tentang penyakit ini langsung ku cetak banyak banyak. Setiap bertemu
orang yang baru kukenal keberikan padanya copy info tentang penyakit
tersebut. Satu persatu teman dan sahabat mulai menyadari this is not a
disease, ini adalah penyakit genetic skin disorder. 

Semakin banyak orang memahaminya terasa pula perubahan dalam diriku.
Rasa percaya diriku kembali tumbuh lagi tanpa kusadari penyakit ku mulai
pula mengalami remisi demi remisi, sekarang tidaklah separah dulu lagi
walau aku tahu penyakit ini tidak pernah akan hilang begitu saja. 
 
Tapi bila hati senang, stress level rendah sang penyakitpun mulai sirna.
Aku mulai menemukan obat baru yang paling effective bagi diriku,
Berbuat kebaikan, seperti kata orang bijak "Sesungguhnya jika kita
berbuat kebaikan, Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk
lain, Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar
menjadi lebih bahagia. Temukan kebahagiaan dengan memberi ", bila hati
gembira segala penyakit akan berdiri jauh dari kita. 

"Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap
urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah)
sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah
diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan
pula." (HR Muslim). 

Perangku terus berlanjut, satu persatu kota kududuki seperti TNI
menghancukan PRRI di tahun 1958 silam. 

Hari ini 28 july 2008 jam lima sore saya dipanggil menghadap bos. "You
are transfer to Head Quarter as a Global Company Resourse". Report to
CV. You will be made a lot of travel around the world zul. dst dst...
Another "BANG" untuk si padang . Sepanjang Tuhan masih memberikanku
waktu, I will do my best....for my self and for the others.

Habis ...
 
 
 

 



 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Milis Alumni AKADEMI KIMIA ANALISIS angkatan 1992
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


<<winmail.dat>>


--- End Message ---
This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If 
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose 
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and 
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption, 
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any 
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN 
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.

Kirim email ke