ampunn, gusti...
ini sudah ke sekian kalinya FPI diberitakan meresahkan warga lain di
negeri ini. terus-terang aku limbung sama sikap mereka dan para
pendukungnya. sebagai muslim yang tumbuh di dunia pesantren, aku belum
pernah mendengar doktrinan kiai di pesantrenku, sekeras Om Rizeck ini
(eh, beliau layak disebut kiai enggak seh?).
Dulu, ketika di Pesantren, aku sempat senang dengan nada keras para
penceramah kondang. dari Habib Rizziq, Idrus Jamalullail, Syarifin
maloko, hingga Anton medan, kala itu, aku rajin menyambangi sebuah
majelis ta'lim di Cirebon kota, yang konon milik seorang muallaf,
bernama Yuqeng, meski jaraknya cukup jauh dari pesantrenku, sebulan
sekali, di Jum'at sore aku berkunjung ke sana, sambil cuci mata di
sebuah mall yang letaknya tepat di depan maejlsi tersebut. para
penceramah itu memang dikenal vokal sejak Orde-Baru, mereka rajin
mengkritik pemerintah. tapi siapa sangka jika di era reformasi, mereka
berubah jadi pimpinan preman?> maaf buat para pengikutnya, aku enggak
bermaksud menyinggung kalian (nanti disangka teror psikologis, lagi)
aku cuman lelah liat tingkah kalian yang sok jago dan menjadi preman
dengan mengatasnamakan agama.
--- In [email protected], halim hd <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kalou memang "komunisme baru" itu ada, betapa goblognya masuk lewat
cara seperti itu. dan eros jarot gak p[erlu klarifikasi dalam
menghadapi kebebalan. dan betapa bebalnya menyimpulkan pilem lastri
sebagai pintu masuk komunisme baru! NUMPANG NANYA: APA SEEH "KOMUNISME
BARU" ITU? APA BUKAN ITU RETORIKA ORBA YANG SELALU DIGUNAKAN UNTUK
NGEMPLANG SECARA POLITIK DAN EKONOMI?
> fpi sendiri bukans esuatu yang bersih. di solo, pada beberapa tahun
yang lalu, kelompok ini memaenkan bisnis keamanan. dan sampe sekarang
begitu. dan polisi, juga preman bersegaram yang sellau punya bisnis
sekuriti. jadi klop.
> dan fpi berkesenian? mana tahan, capek deeeh!!
> mendingan lo mikir ato bantuin ode kampung tiga!
> hhd.
>
> --- On Sat, 11/22/08, Agus Sutisna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: Agus Sutisna <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [WongBanten] Film Lastri vs FPI
> To: [email protected]
> Date: Saturday, November 22, 2008, 5:00 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Saya kuatir, insiden penolakan FPI terhadap syuting film
Lastri adalah bagian yang kesekian dari agenda kelompok-kelompok yang
tidak suka harmoni antara umat Islam dengan masyarakat seni terbangun.
Karena itu, untuk teman-teman FPI, tolong hati-hati dan lebih arif
dalam menyikapi isu film Lastri ini. Tapi untuk Mas Eros and crew,
tolong juga berikan klarifikasi yang jujur, bahwa film Lastri memang
tidak berpretensi "membuka pintu" bagi komunisme baru. Poin pentingnya
sederhana, bahwa spirit keberislaman tak harus selalu "berhadapan"
dengan ekspresi berkesenian. ...
>
> agus sutisna
>
> Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. br>
> Cepat sebelum diambil orang lain!
>