Langka ya...
Dulu waktu kecil di kampungku seringkali aku mendengar siulan burung kutilang, 
siulan burung jalak, siulan burung beo....perkutut saling bersahutan...tekukur 
saling mendengkur.......
Sekarang burung2 itu hilang entah kemana?
Dulu kalau mau menjala ke sungai, dengan mudah mendapatkan udang, ikan betik 
(betok), benter, kakap, tawes, gabus, lelel dan banyak lagi ikan jenis lainnya.
Sekarang udang2 dan ikan2 sungai susah didapat, entah kemana perginya...........

Kelangkaan hewan berimbas pada kelangkaan kebutuhan manusia seperti BBM, Pupuk, 
Sembako.......
Lagu lama...BBM Langka karena tingkat kosumsi dengan produksi tidak berimbang. 
Kemudian pupuk langka, katanya produsen pupuk mengalami defisit. Sama dengan 
BBM lebih besar pasak daripada tiang. Yang lucu adalah produsen pupuk menuduh 
petani boros dalam penggunaan pupuk.
Akibat kelangkaan BBM berimbas kepada kelangkaan sembako. Alasan klasik 
sulitnya distribusi karena BBM susah didapat, kalaupun ada beban biaya atau 
cost yang dikeluarkan untuk mendistribusikan sembako mahal......

Kelangkaan tersebut diatas, terutama kelangkaan hewan, barangkali kita dapat 
menganalisanya dengan mudah...."ULAH TANGAN MANUSIA". Begitupun juga tentang 
kelangkaan BBM, PUPUK dan SEMBAKO adalah ulah tangan "PENGUASA" titik

Lalu sekarang menjelang Pemilu 2009 orang-orang yang terjun jadi politisi 
ramai-ramai mengadakan semacam bazar murah pengadaan sembako, tujuannya jelas 
sekali adalah meraup peroleh suara agar bisa masuk gedung 
PARLEMEN...he..he..lucu coy. Kalau sudah masuk gedung PARLEMEN.....kacang lupa 
kulitnya. 

Jadi jangan bodohi rakyat gak usah jadi pahlawan kesiangan.......jadilah 
pahlawan sejati sebagaimana yang diajarkan agama, ambilah hikmah dari "IEDUL 
QURBAN".








________________________________
Dari: Erwina Yunarti <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 8 Desember, 2008 11:14:40
Topik: [WongBanten] Trs: Don't Cry for Me.......






----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Erwina Yunarti <erwina_yunarti@ yahoo.co. id>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] com
Terkirim: Senin, 8 Desember, 2008 11:13:27
Topik: Don't Cry for Me......


Tulisan Luhur Hertanto, perlu kita analisis bersama..... ..
betapa beratnya beban hidup rakyat, atau keadaan ini
memang dikondisikan oleh para "Penguasa", sehingga
rakyat tidak berdaya.
Siapa sebenarnya yang harus peduli dan bertanggung
jawab dengan keadaan seperti ini?
Apakah ini berkaitan dgn mendekati Pemilu sehingga 
Empahty ke rakyat sudah sirna? Sehingga masing2 
institusi menyelamati diri sendiri ........
Saya masih ingat dengan lagu "Don't Cry For Me Argentina"


Jumat, 05/12/2008 14:29 WIB
Republik Spekulan
Luhur Hertanto - detikNews

Jakarta - LPG langka? Sering sekali. Minyak tanah lenyap? Beberapa kali. Pupuk 
tidak ada di pasaran? Berkali-kali. BBM menghilang dari SPBU? Berulang kali. 
Beras dan susu entah kemana? Sudah sekian kali.

Secara bergantian sepanjang tahun kita mendapati di media massa berita 
kelangkaan berbagai bahan kebutuhan masyarakat. Seolah barang-barang itu sudah 
punya jadwal giliran kapan harus menghilang dari pasaran dan disusul kenaikan 
harga berkali lipat.

Pada masa-masa demikian, dari media massa kita ketahui bahwa produsen dan 
saling lempar kesalahaan. Produsen menyatakan kegiatan produksi berjalan normal 
dan tersalur seperti biasanya. Sebaliknya distributor berkilah kesulitan 
mendapatkan barang dari produsen.

Hampir sepanjang tahun pemerintah kalang kabut mengatasi kelangkaan. 
Menggelar operasi pasar besar-besaran. Memotong jalur distribusi. Merayu 
produsen. Mengancam pihak penyalur. Masalah teratasi untuk sesaat, lalu kembali 
setahun kemudian.

Contohnya kelangkaan pupuk. Setahun lalu masalah serupa terjadi, ketika itu 
pemerintah mengatasinya dengan menyalurkan pupuk secara langsung ke petani dan 
tidak lagi lewat distributor. Tidak jelas apakah setelah itu pupuk tidak lagi 
disalurkan langsung ke petani, tapi belakangan petani kembali kesulitan 
mendapatkan pupuk yang mereka butuhkan.

Entah siapa yang sebenarnya mempunyai kuasa atas Republik Indonesia. 
Pemerintah dan parlemen yang jelas-jelas berwenang membuat regulasi, malah 
tersesat dalam labirin jaringan distribusi. Berbagai langkah tegas yang 
pemerintah ambil mengatasi kelangkaan, serasa tak ada ampuh-ampuhnya di 
lapangan.

Atau jangan-jangan para spekulan bermodal raksasa adalah penguasa
sebenar-benarnya atas Negara ini? Mereka punya kemampuan 'mengusai' 
kebutuhan masyarakat. Caranya sederhana saja, borong berbagai komoditas hingga 
hilang di pasaran, timbun selama yang dibutuhkan, dan pada saatnya jual dengan 
harga tinggi.

Apakah strategi bisnis mereka yang membuat susah masyarakat itu tidak bermoral? 
Pasti ya bagi Anda. Maka dari itu Anda tidak setuju bila spekulan disebut 
sebagai penguasa yang sebenar-benarnya atas negeri tercinta ini.

Andai kelak spekulan mampu menyebabkan kelangkaan koruptor secara massif dan 
permanent hingga KPK ngganggur dibuatnya, rasa-rasanya mereka pantas-pantas 
saja mengikuti Pilpres RI. Anda pasti setuju, bukan?


* Penulis adalah wartawan detikcom. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan 
tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja.
 
________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.. Download 
Yahoo! Toolbar sekarang . 
________________________________
Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! 
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!  


      Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan 
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke