Saya sepakat dg Kang Setiadji A- setelah ini akan ada
orang yang kecewa. dan begitu selanjutnya. Artinya ini
kan hukum alam, ada yang merasa disenangkan dan ada
pula yang dikecewakan. Yang kecewa memilih GOLPUT itu
adalah soal HAK (Hak memilih), tetapi ada HAK lain
(Hak Dipilih). Nah kalo orang-orang yang selama ini
GOLPUT, dan merasa kecewa terhadap kepemimpinan baik
di pentas nasional dan di daerah. Saya sarankan untuk
membuat PARTAI GOLONGAN PUTIH (singkatannya Partai
Golput).

Nah untuk 2014- silahkan Partai GolPut ikutan jadi
peserta Pemilu. Saya jadi pengen tahu kwalitas dan
kwantitas Partai Golput nantinya. Apakah mereka mampu
mendapatkan kepercayaan Rakyat. 

Saya melihat memang banyak para pemimpin ini yang
nggak bener, tapi toh tidak semuanya. Soal kekecewaan
itu hal yang lumrah dalam mengisi pembangunan. Karena
manusia tidak akan pernah puas. Pasti ada yang kecewa,
kecewa karena tidak masuk dalam kelompok yang
berkuasa. 

Persoalan ini saya kira harus dituntaskan. Karena
topik ini selalu muncul, walau pun sebenarnya awal
topik ini bukan membahas soal GOLPUT dan kekecewaan.
Politik adalah identik dengan kekuasaan... Saya kira
di sini tidak perlu lagi tabu ngomongin soal
kekuasaan. Toh bujkan anak kecil.

Inti dari politik adalah meraih kekuasaan. Kekuasaan
ini semsestinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan
rakyat. Ini idealnya! Bila dalam proses perjalanan
kekuasaan itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan
kelompok dan golongannya, ini adalah penyimpangan
kewenangan. Bila pihak yang berkuasa ini telah
mengingkari kesejahteraan rakyat, dan terlalu kuat
untuk ditumbangkan. Ada proses berikutnya yaitu
Pemilu/Pilkada. Nah di sanalah anda punya kewenangan
untuk mennetukan pilihan. Jangan pilih lagi! Kalo
ternyata masih terpilih, artinya itu mereke lebih baik
dari kita baik secara kwalitas maupun kwantitas. 

Maka bolehlah kalian kecewa seumur hidup dengan Partai
Golputnya. Selamat mendirikian Partai Golongan Putih
dengan nomor urut 45 dengan lambang kain kafan.
Hehe...........................he (1 x aja)


--- Setiadji Achmad <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:

> setelah itupun diperkirakan akan ada golput baru
> lagi dan menjadi political force baru,dan
> selanjutnya seperti itu akan selalu ada golongan
> atau kelompok2 yg kecewa....
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: halim hd <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, December 10, 2008 1:59:03 AM
> Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh
> Juga Tuh!
> 
> 
> naaah, kan, kita bicara tentang bagaimana me-manage,
> mengelola suara orang-orang kecewa. dan untuk
> mengelola tentunya bukan membutuhkan waktu. saya
> memiliki sejenis harapan untuk pemilu tahun 2014,
> dan test case untuk hal itu pada tahun 2009, bahwa
> suara golput akan diperhatikan bukan sekedar
> ditawar-tawarkan oleh mereka untuk mencoblos, tapi
> suara golput yang masuk kedalam jaringan sosial akan
> memberikan tawaran kriteria; golput bukan nantinya
> sekedar moral force tapi akan menjadi political
> force di dalam proses politik di indonesia.
> anda punya gagasan untuk masukan?
> hhd.
> 
> --- On Tue, 12/9/08, iip umar rifai
> <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh
> Juga Tuh!
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Tuesday, December 9, 2008, 3:21 AM
> 
> 
> 
> 
> kriteria "menimbulkan kerusakan minimum" bisa
> dilihat dari track record ybs dan peluang merugikan
> masyarakat pada saat nanti menjabat sebagai
> pemimpin, kita bicara sebelum pemilihan bukan
> sesudahnya. Ketimbang kecewa lantas golput, kenapa
> tidak sekalian membentuk kelompok kecewa dan
> memanajenya menjadi kekuatan baru, jika anggotanya
> signifikan khan bisa mendatangi calon dan lantas
> membuat kontrak politik misalnya.
> 
> -iip-
> 
> 
> 2008/12/9 halim hd <[EMAIL PROTECTED] com>
> 
> kriteria anda, "mana yang paling sedikit menimbulkan
> kerusakan", saya menolaknya. sebab, kriteria ini
> agak fatalistik. kriteria "menimbulkan kerusakan
> minum" itu apa? misalnya jika seorang bupati yang
> kita pilih, dan lalu melakukan penebangan pohon, dan
> mengijinkan sebuah bukit digusur, apakah lebih baik
> atau lebih jelek, dibandingkan buopati atou walkot
> yang maen gusur pkl? 
> saya membayangkan, apa ada walkot dan bupati di
> banten ini yang bersedia untuk KONRAK SOSIAL POLITIK
> secara terbuka, dan bukan sekedar menyodorkan
> tampangnya?
> hhd. 
> 
> 
> --- On Tue, 12/9/08, iip umar rifai
> <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh
> Juga Tuh!
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Tuesday, December 9, 2008, 2:02 AM
> 
> 
> 
> Penegasanya sudah pasti yang ini "pemimpin yang mau
> merubah image bangsa kita sebagai bangsa tukang
> jahit menjadi bangsa yang mandiri", karena saya
> tanya lagi bagaimana mendukung pemimpin yang
> demikian itu, tidak mungkin toh saya menanyakan
> bagaimana mendukung pemimpin yang Hardolin. 
> 
> Intinya sih tetap saja saya itu mengejar point
> bagaimana melakukan perubahan jika dengan golput?
> seandainya ada 4 calon pemimpin, dan semuanya
> brengsek, tidak sesuai dengan keinginan kita, tapi
> saya pikir saya, anda dan rekan-rekan yang lain-lain
> akan bisa menilai mana yang paling sedikit membuat
> kerusakan. Bukan opsi "MANA YANG LEBIH BAIK" yang
> kita cari diantara 4 calon tadi , tapi kita ambil
> minimumnya "MANA YANG PALING SEDIKIT MENIMBULKAN
> KERUSAKAN".. .......dan setelah itu kita tidak
> berhenti berjuang.... terus lakukan perbaikan...
> terus dan terus.....
> 
> 
> 
> 
> 2008/12/9 halim hd <[EMAIL PROTECTED] com>
> 
> quote anda gak jelas, karena sp. saparudin
> menyandingkan dua sisi pemimpin. yang mana yang
> demikian itu? 
> 
> 
> --- On Tue, 12/9/08, iip umar rifai
> <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh
> Juga Tuh!
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> 
> Date: Tuesday, December 9, 2008, 1:16 AM
> 
> 
> 
> Saya sudah quote email kang Udin, tentang "pemimpin
> yg demikian", mata anda kabur kang?
> 
> 
> 
> 2008/12/9 halim hd <[EMAIL PROTECTED] com>
> 
> pertanyaannya kabur: "pemimpin yang demikian". yang
> demikian kayak si "hardolin", dahar modol ulin? atow
> kayak sukarno, SUka bongKAR moNOpoli? atow kayak
> suharto, SUka HARTa Orang? atow kayak SBY: Suka
> Boong Yaaa? 
> hhd. 
> 
> 
> --- On Mon, 12/8/08, iip umar rifai
> <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh
> Juga Tuh!
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com 
> 
> Date: Monday, December 8, 2008, 11:17 PM 
> 
> 
> 
> Kang Saprudin,
> 
> Gimana kita bisa tahu kalau ada pemimpin yang
> demikian? bagaimana mendukungnya?
> 
> 
> 
> 2008/12/9 Sp Saprudin <[EMAIL PROTECTED] co.id>
> .... 
> Satu lagi yaitu kalau ada pemimpin yang mau merubah
> image bangsa kita sebagai bangsa tukang jahit
> menjadi bangsa yang mandiri, walau apapun
> konsekuensi nantinya, maka perlu didukung, maka saya
> coblos hidungnya.
> 
> Selagi para pemimpin bangsa kita masih jadi sapi
> perahan pihak asing, selagi bangsa kita tunduk
> kepada doktrin2 dan dogma2 pihak asing, maka menurut
> pandangan saya "jika saya mencoblos sama saja dengan
> menyetujui berlangsungnya homogenisme asing dibumi
> pertiwi ini".
> Jadi pemilu lima tahunan hanya ajang pesta pora para
> don yuan dan kaum borjuis dan tertawa diatas
> penderitaan rakyat. Berapa milyar uang yang
> dikeluarkan untuk pesta demokrasi itu? Ini juga
> masih dikorupsi. Penyelenggara pemilu aja gicu,
> apalagi pelaksana roda pemerintahan, lebih gicu,
> gicu deh!!! 
>  
> 
> . 
> 
>  
> 
> . 
> 
>  
> 
>  
>  
> 
> 
>       


Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own


      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke