POLITIK. belum tentu mengarah kepada kekuasaan. bagi sementara orang yang syahwat ambisi dan kuasanya besar, mungkin itulah persepsi dan keputusan tentang politik. bagi saya pribadi, politik adalah suatu rancangan bersama untuk menggali potensi yang didasarkan kepada kekinian, dan mertumuskan masadepan, dengan kesadaran masa lampau. saya sadar benar memasuki dunia politik, tapi saya tak pernah menduduki suatu jabatan apapun juga. dan saya menganggap apa yang saya kerjakan adalah kewajiban sebagai warga. GOLPUT. sudah memiliki, sebagiannya sekber golput. dan saya adalah anggota SAGON, hehehehe, SArekat GOlput Nusantara. KECEWA. bukan tema utama golput. sikap golput bukan soal psikologis-politik seperti kebanyakan mereka yang mempunyai ambisi dan syahwat serta melihat segala sesuatu untuk menduduki jabatan.kekecewaan golput bersifat lebih mendalam. dan kedalaman itu bukan hanya dirasakan oleh mereka yang menganggap dirinya golput. tanyakan kepada berbagai kalangan yang juga ikut mencoblos/nyontreng, dan tanyakan kepada elite partai, jika mereka bernar-benar mau menyatakan secara jujur, bahwa ada sesuatu yang tidak atau minimal kurang beres dalam proses politik dan demokratisasi di dalam kehidupan bernegara dan berbangsa ini. KAIN KAFAN. bagi golput, jika saya menggunakan metafora ini, "kain kafan", betapa indahnya. menyadari kefanaan, dan menyadari benar ada sesuatu yang muspra, ada sesuatu batas waktu di dalam kehidupan. dan betapa ironisnya jika ada orang-orang yang tidak menyadari batas waktu ini dan terus ingin melanjutkan kuasanya. dan sdr. GILANG PERKASA, indah nian namanya, sebagai penulisbanten, nampaknya perlu benar untuk mendalami politik bukan hanya dalam wilayah kuasa. tapi juga suatu perspektif dan persepsi untuk hidup dalam keberdampingan: antara yang dilakukan dengan sesuatu yang tak dapat dilkerjakan, keterbatasan dan pilihan moral. hhd.
--- On Tue, 12/9/08, Penulis Banten <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Penulis Banten <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Balasan: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh Juga Tuh! To: [email protected] Date: Tuesday, December 9, 2008, 9:41 PM Saya sepakat dg Kang Setiadji A- setelah ini akan ada orang yang kecewa. dan begitu selanjutnya. Artinya ini kan hukum alam, ada yang merasa disenangkan dan ada pula yang dikecewakan. Yang kecewa memilih GOLPUT itu adalah soal HAK (Hak memilih), tetapi ada HAK lain (Hak Dipilih). Nah kalo orang-orang yang selama ini GOLPUT, dan merasa kecewa terhadap kepemimpinan baik di pentas nasional dan di daerah. Saya sarankan untuk membuat PARTAI GOLONGAN PUTIH (singkatannya Partai Golput). Nah untuk 2014- silahkan Partai GolPut ikutan jadi peserta Pemilu. Saya jadi pengen tahu kwalitas dan kwantitas Partai Golput nantinya. Apakah mereka mampu mendapatkan kepercayaan Rakyat. Saya melihat memang banyak para pemimpin ini yang nggak bener, tapi toh tidak semuanya. Soal kekecewaan itu hal yang lumrah dalam mengisi pembangunan. Karena manusia tidak akan pernah puas. Pasti ada yang kecewa, kecewa karena tidak masuk dalam kelompok yang berkuasa. Persoalan ini saya kira harus dituntaskan. Karena topik ini selalu muncul, walau pun sebenarnya awal topik ini bukan membahas soal GOLPUT dan kekecewaan. Politik adalah identik dengan kekuasaan... Saya kira di sini tidak perlu lagi tabu ngomongin soal kekuasaan. Toh bujkan anak kecil. Inti dari politik adalah meraih kekuasaan. Kekuasaan ini semsestinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Ini idealnya! Bila dalam proses perjalanan kekuasaan itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan kelompok dan golongannya, ini adalah penyimpangan kewenangan. Bila pihak yang berkuasa ini telah mengingkari kesejahteraan rakyat, dan terlalu kuat untuk ditumbangkan. Ada proses berikutnya yaitu Pemilu/Pilkada. Nah di sanalah anda punya kewenangan untuk mennetukan pilihan. Jangan pilih lagi! Kalo ternyata masih terpilih, artinya itu mereke lebih baik dari kita baik secara kwalitas maupun kwantitas. Maka bolehlah kalian kecewa seumur hidup dengan Partai Golputnya. Selamat mendirikian Partai Golongan Putih dengan nomor urut 45 dengan lambang kain kafan. Hehe........ ......... ......... .he (1 x aja) --- Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com> menulis: > setelah itupun diperkirakan akan ada golput baru > lagi dan menjadi political force baru,dan > selanjutnya seperti itu akan selalu ada golongan > atau kelompok2 yg kecewa.... > > > > > ____________ _________ _________ __ > From: halim hd <[EMAIL PROTECTED] com> > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Sent: Wednesday, December 10, 2008 1:59:03 AM > Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh > Juga Tuh! > > > naaah, kan, kita bicara tentang bagaimana me-manage, > mengelola suara orang-orang kecewa. dan untuk > mengelola tentunya bukan membutuhkan waktu. saya > memiliki sejenis harapan untuk pemilu tahun 2014, > dan test case untuk hal itu pada tahun 2009, bahwa > suara golput akan diperhatikan bukan sekedar > ditawar-tawarkan oleh mereka untuk mencoblos, tapi > suara golput yang masuk kedalam jaringan sosial akan > memberikan tawaran kriteria; golput bukan nantinya > sekedar moral force tapi akan menjadi political > force di dalam proses politik di indonesia. > anda punya gagasan untuk masukan? > hhd. > > --- On Tue, 12/9/08, iip umar rifai > <[EMAIL PROTECTED] . com> wrote: > > From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh > Juga Tuh! > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Date: Tuesday, December 9, 2008, 3:21 AM > > > > > kriteria "menimbulkan kerusakan minimum" bisa > dilihat dari track record ybs dan peluang merugikan > masyarakat pada saat nanti menjabat sebagai > pemimpin, kita bicara sebelum pemilihan bukan > sesudahnya. Ketimbang kecewa lantas golput, kenapa > tidak sekalian membentuk kelompok kecewa dan > memanajenya menjadi kekuatan baru, jika anggotanya > signifikan khan bisa mendatangi calon dan lantas > membuat kontrak politik misalnya. > > -iip- > > > 2008/12/9 halim hd <[EMAIL PROTECTED] com> > > kriteria anda, "mana yang paling sedikit menimbulkan > kerusakan", saya menolaknya. sebab, kriteria ini > agak fatalistik. kriteria "menimbulkan kerusakan > minum" itu apa? misalnya jika seorang bupati yang > kita pilih, dan lalu melakukan penebangan pohon, dan > mengijinkan sebuah bukit digusur, apakah lebih baik > atau lebih jelek, dibandingkan buopati atou walkot > yang maen gusur pkl? > saya membayangkan, apa ada walkot dan bupati di > banten ini yang bersedia untuk KONRAK SOSIAL POLITIK > secara terbuka, dan bukan sekedar menyodorkan > tampangnya? > hhd. > > > --- On Tue, 12/9/08, iip umar rifai > <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh > Juga Tuh! > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Date: Tuesday, December 9, 2008, 2:02 AM > > > > Penegasanya sudah pasti yang ini "pemimpin yang mau > merubah image bangsa kita sebagai bangsa tukang > jahit menjadi bangsa yang mandiri", karena saya > tanya lagi bagaimana mendukung pemimpin yang > demikian itu, tidak mungkin toh saya menanyakan > bagaimana mendukung pemimpin yang Hardolin. > > Intinya sih tetap saja saya itu mengejar point > bagaimana melakukan perubahan jika dengan golput? > seandainya ada 4 calon pemimpin, dan semuanya > brengsek, tidak sesuai dengan keinginan kita, tapi > saya pikir saya, anda dan rekan-rekan yang lain-lain > akan bisa menilai mana yang paling sedikit membuat > kerusakan. Bukan opsi "MANA YANG LEBIH BAIK" yang > kita cari diantara 4 calon tadi , tapi kita ambil > minimumnya "MANA YANG PALING SEDIKIT MENIMBULKAN > KERUSAKAN".. .......dan setelah itu kita tidak > berhenti berjuang.... terus lakukan perbaikan... > terus dan terus..... > > > > > 2008/12/9 halim hd <[EMAIL PROTECTED] com> > > quote anda gak jelas, karena sp. saparudin > menyandingkan dua sisi pemimpin. yang mana yang > demikian itu? > > > --- On Tue, 12/9/08, iip umar rifai > <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh > Juga Tuh! > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > > Date: Tuesday, December 9, 2008, 1:16 AM > > > > Saya sudah quote email kang Udin, tentang "pemimpin > yg demikian", mata anda kabur kang? > > > > 2008/12/9 halim hd <[EMAIL PROTECTED] com> > > pertanyaannya kabur: "pemimpin yang demikian". yang > demikian kayak si "hardolin", dahar modol ulin? atow > kayak sukarno, SUka bongKAR moNOpoli? atow kayak > suharto, SUka HARTa Orang? atow kayak SBY: Suka > Boong Yaaa? > hhd. > > > --- On Mon, 12/8/08, iip umar rifai > <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > From: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh > Juga Tuh! > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > > Date: Monday, December 8, 2008, 11:17 PM > > > > Kang Saprudin, > > Gimana kita bisa tahu kalau ada pemimpin yang > demikian? bagaimana mendukungnya? > > > > 2008/12/9 Sp Saprudin <[EMAIL PROTECTED] co.id> > .... > Satu lagi yaitu kalau ada pemimpin yang mau merubah > image bangsa kita sebagai bangsa tukang jahit > menjadi bangsa yang mandiri, walau apapun > konsekuensi nantinya, maka perlu didukung, maka saya > coblos hidungnya. > > Selagi para pemimpin bangsa kita masih jadi sapi > perahan pihak asing, selagi bangsa kita tunduk > kepada doktrin2 dan dogma2 pihak asing, maka menurut > pandangan saya "jika saya mencoblos sama saja dengan > menyetujui berlangsungnya homogenisme asing dibumi > pertiwi ini". > Jadi pemilu lima tahunan hanya ajang pesta pora para > don yuan dan kaum borjuis dan tertawa diatas > penderitaan rakyat. Berapa milyar uang yang > dikeluarkan untuk pesta demokrasi itu? Ini juga > masih dikorupsi. Penyelenggara pemilu aja gicu, > apalagi pelaksana roda pemerintahan, lebih gicu, > gicu deh!!! > > > . > > > > . > > > > > > > > Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/
