Kita, kaum muslim, seharusnya berkontribusi terhadap perdamaian 
dengan pihak lain karena pihak lain pun manusia juga sama seperti 
kita. Masalah keyakinan yang berbeda2 itu mah sdh dr sononya. Kepala 
boleh sama hitam, tapi isi kepala pasti berbeda2. Jadi ga perlulah 
diangkat perbedaan2 karena memang pasti berbeda. Yang perlu diangkat 
adalah kesamaan2nya untuk tujuan menyejahterakan umat manusia, 
melindungi kaum tertindas, menghalangi orang berbuat kejahatan 
siapapun dia.

--- In [email protected], halim hd <halimh...@...> wrote:
>
> kita membutuhkan kecerdasan sosial, bukan hanya sebuah keyakinan 
sambil menuding yang lain kafir. beruntung muslim di indonesia tidak 
sepicik penulis di al manar itu.
> hhd. - 
> 
> --- On Sun, 1/25/09, publikasi banten <warta_ban...@...> wrote:
> From: publikasi banten <warta_ban...@...>
> Subject: [WongBanten] Al-Walaa' Wal Baraa'; Sebuah Keharusan
> To: "media banten" <[email protected]>
> Date: Sunday, January 25, 2009, 9:10 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>              AL – MANAR Edisi 04  
>   AL-WALAA' WAL BARAA'; SEBUAH KEHARUSAN 
>    Bulan Desember dan dua bulan sesudahnya adalah bulan yang di 
dalamnya banyak terdapat beberapa hari raya orang kafir. Hari natal, 
tahun baru masehi, Imlek, dan Valentine day. Konyolya, kaum muslimin 
yang mayoritas di negeri ini, latah ikut meramaikannya, bergembira 
dengan hari-hari tersebut, bahkan
>  tidak sedikit yang ikut merayakannya. wallahul musta'an. 
>    Fenomena ikut-ikutan ini adalah salah satu bukti betapa 
minimnya pengetahuan kaum Muslimin terhadap agamanya. Sebab andai 
mereka tahu kemuliaan Din ini mereka pasti berlepas diri dari semua 
itu.  Andai mereka tahu bahwa konsekuensi kalimat laailaaha illallah 
adalah tidak ikut latah menyemarakkan hari raya kekufuran, maka 
pasti mereka tidak terserumus didalamnya, padahal Allah telah memberi
>  kita dua hari raya yang jauh lebih mulia... 
>   PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN AL-WALAA' DAN AL-BARAA'    Walaa' 
adalah masdar dari kata kerja "walaya" yang artinya dekat. Dan yang 
dimaksud dengan wala' di sini adalah dekat kepada kaum muslimin 
dengan mencintai, membantu dan menolong mereka dalam menghadapi 
musuh-musuhnya serta bertempat tinggal dengan mereka. Sedangkan al-
baraa' adalah masdar dari baraa'ah yang berarti memutus atau 
memotong. Maksudnya adalah memutus hubungan dengan musuh
>  atau memutus ikatan hati dengan orang kafir.  Di antara kandungan 
kalimat Tauhid adalah mencintai orang yang telah mengucapkan kalimt 
itu, serta memutuskan hubungan dengan orang-orang yang menyalahiNya. 
Allah ta'ala berfirman: "Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, 
RasulNya dan orangorang beriman, yang mendirikan shalat, menunaikan 
zakat seraya tunduk kepada Allah. Dan siapa yang mengambil Allah, 
rasulNya, dan orang-orang beriman menjadi penolongnya, maka pengikut 
agama Allah itulah yang akan menang" (Qs. al-Maaidah:55- 56).
>     Diriwayatkan dari Ibnu `Abbas-radhiyyallahu `anhuma: "Siapa 
yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi walaa 
karena Allah dan memusuhi karena Allah. Maka sesungguhnya kewalian 
dapat diperoleh dengan itu. Dan seorang hamba tidak akan merasakan 
lezatnya iman sekalipun banyak shalat dan berpuasa sampai ia 
melakukan hal tersebut. Dan telah menjadi umum bahwa persaudaraan 
manusia berdasarkan kepentingan duniawi yang demikian itu tidak 
bermanfaat sedikitpun bagi para pelakunya" (HR. Thabrani dalam al-
Kabir). 
>   Hukum Menyambut dan Merayakan Hari Raya Orang Kafir 
>    Sesungguhnya di antara konsekuensi terpenting dari al-baraa' 
adalah menjauhi syi'ar-syi'ar ibadah mereka, sedang syiar mereka 
yang paling besar adalah hari raya mereka baik yang berkaitan dengan 
tempat maupun waktu. Maka kaum muslimin berkewajiban menjauhinya dan 
meninggalkannya.  Demikian juga, dilarang menampakkan rasa gembira 
pada hari raya mereka, meliburkan pekerjaan atau hari sekolah, masak-
masak dalam rangka merayakannya. Termasuk di dalamnya menggunakan 
kalender masehi. Dengan demikian dianjurkan kaum muslimin untuk 
menggunakan penanggalan
>  hijriyah.  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "tidak halal 
bagi kaum muslimin bertasyabbuh dengan mereka dalam hal yang khusus 
bagi hari raya mereka seperti makanan, pakaian, mandi, menyalkan 
lilin, meliburkan hari kerja dan yang lainnya. Tidak halal 
mengadakan kenduri, memberi hadiah, menjual barang guna yang 
diperlukanuntuk hari raya. Tidak halal mengizinkan anak-anak 
melakukan permainan hari itu. Ringkasnya tidak boleh melakukan 
sesuatu yang menjadi ciri khas hari raya ,ereka"  Demikian juga kita 
dilarang mengucapkan selamat (tahni'ah) atau ucapan belasungkawa 
(ta'ziyah), sebab itu berarti memberi walaa' dan mahabbah 
(kecintaan) kepada mereka.  Al-Imam Ibnul Qayyim berkata: "...jika 
bertahni'ah dengan syi'ar-syi'ar kufur yang khusus menjadi milik 
mereka seperti hari raya dan puasa mereka, dengan 
mengatakan, "selamat hari natal" atau "berbahagialah pada hari raya 
ini" atau yang senada dengan itu, maka kalaupun ia selamat
>  dari kekufuran, ia tidak bisa lepas dari kemaksiatan dan 
keharaman. Sebab itu sama saja dengan memberi ucapan selamat atas 
sikap mereka yang menyembah salib." Selanjutnya beliau 
mengatakan, "maka barangsiapa yang memberi ucapan selamat kepada 
seseorang yang melakukan bid'ah, maksiat atau kekufuran maka ia 
telah memantik murka Allah..."  Dari uraian tersebut di atas 
jelaslah bahwa memberi ucapan selamat, bergembira dengan hari raya 
orang kafir dilarang karena yang demikian menunjukkan kerelaan 
kepada agama mereka.  Allah Ta'ala berfirman tentang sikap Nabi 
Ibrahim-alaihissala m: "Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang 
baik bagi kalian (yaitu pada) Ibrahim dan orang-orang besertanya: 
ketika mereka berkata kepada kaumnya: sesungguhnya kami berlepas 
diri dari kalian dan apa-apa yang kalian sembah selain Allah. Kami 
mengingkari kalian dan telah nampak antara kami dan kalian 
permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya, sampai kalian
>  beriman kepada Allah" (QS. al-Mumtahanah: 4) 
>   *** 
>   Tim Redaksi Buletin Dakwah AL-MANAR Website: www.buletinalmanar. 
multiply. com Lulu Jamaludin – 08170050090 Mahyudi HS – 085219515522 
>    
>        Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web 
pribadi! 
>  Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!
>


Kirim email ke