sudah tahu "diludahin" terang-terangan tapi masih saja "ngemis-ngemis"kasihan
sekali :P

http://arifullah-ibn-rusyd.blogspot.com
021-98054913


2009/5/19 Tigor M Dalimunthe <[email protected]>

>
>
> Wes lah,
> PILPRES kali ini mah saya beneran golput aja,
> kecewa sama SBY yang milih Boediono,
> kecewa sama manuver-manuver "sombong" Demokrat,
> muka-muka petinggi PAN, PPP, PKS "diludahin" terang-terangan oleh SBY,
> diacak-acak...
> punya bakat jadi Soeharto militer yang satu ini...
>
>
>
>
> TMD
> Salam sejuk dari tepian kali Sunter, Podomoro
>
>
>
>
> On 5/19/09, halim hd <[email protected]> wrote:
>>
>>
>>
>>   ngomong seeh meunang, jang!
>> ente kayak gak nyaho. laporan
>> setumpuk di lamari besi!
>> laporan itu bisa jadi bahan
>> pertimbangan: bahwa capres
>> tak sepenuhnya bersih.
>> hhd.
>>
>> --- On *Mon, 5/18/09, mustain jiddan <[email protected]>* wrote:
>>
>>
>> From: mustain jiddan <[email protected]>
>> Subject: Re: [WongBanten] Jejak rekam SBY
>> To: [email protected]
>> Date: Monday, May 18, 2009, 9:37 AM
>>
>>   Kalo mereka terlibat dan terbukti melakukan hal - hal yang merugikan
>> negara tinggal laporkan saja.. menurut saya Pak SBY tidak akan melindungi
>> siapapun... artikel di atas bukan rekam jejak namanya.. tapi upaya
>> menurunkan citra SBY kepada Masyarakat.. .
>>  ------------------------------
>> *From:* halim hd <halimh...@yahoo. com>
>> *To:* panying...@yahoogro ups.com; WONG BANTEN <wongban...@yahoogro
>> ups.com>; sulawesi tengah <sult...@yahoogroups .com>; kawula muda
>> <kam...@yahoogroups. com>
>> *Sent:* Monday, May 18, 2009 7:22:02 PM
>> *Subject:* [WongBanten] Jejak rekam SBY
>>
>>    mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untuk nyontreng, atau.......dan
>> atau ..........
>> maaf kalou dobel.
>> hhd.
>>
>> --- On *Mon, 5/18/09, bungaran <no_re...@yahoogroup s.com>* wrote:
>>
>>
>> From: bungaran <no_re...@yahoogroup s.com>
>> Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Jejak rekam SBY
>> To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
>> Date: Monday, May 18, 2009, 8:53 AM
>>
>>  Kajian Dr George Junus Aditjondro: Jejak rekam SBY
>>
>> JEJAK REKAM SBY, CAPRES PARTAI DEMOKRAT:
>>
>> • Jejak rekam SBY di bidang lingkungan sangat tersembunyi, sebab SBY
>> `hanya' berperan sebagai pelindung berbagai kelompok bisnis besar, terutama
>> kelompok Artha Graha (AG). T.B. Silalahi, penasehat presiden di bidang
>> pertahanan, juga eksekutif kelompok AG dbp Tomy Winata. Melalui mitra
>> bisnisnya di Sumut, AG mengelola perkebunan kelapa sawit PT First Mujur
>> Plantation di Tapanuli Selatan
>> dan Labuhan Batu.
>>
>> • Artha Graha juga milik Sugianto Kusuma (`Aguan'), pemilik PT Agung
>> Sedayu Permai, holding company Agung Sedayu Group.
>>
>> • Artha Graha dan Agung Sedayu Permai banyak membangun gedung perkantoran
>> & perumahan elit, yang tiap hari diiklankan di layar televisi.
>>
>> • Kurang disadari dampak lingkungan properti-properti mewah itu, yaitu:
>>
>> • (a) pembukaan lahannya menggusur rakyat kecil yang terpaksa bermukim di
>> pinggir kali yang sangat tidak sehat;
>>
>> • (b) sangat rakus air tanah (membuat rakyat kecil tergantung pada air
>> kemasan); dan
>>
>> • (c) ikut menyemburkan udara panas yang menaikkan suhu udara kota
>> Jakarta.
>>
>> • Berlindung di balik nama SBY ada dua yayasan, yakni (1) Yayasan Puri
>> Cikeas & (2) Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam.
>>
>> • Orang-orang dekat SBY menjadid pembina atau pengawas yayasan-yayasan
>> itu.
>> Ketua Dewan Pembina Yayasan Puri Cikeas = Jero Wacik, Menteri Pariwisata
>> dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Ketua Pengawas Yayasan Nurussalam = Brigjen
>> Kurdi Mustofa, Sekpri SBY.
>>
>> • Adik ipar (Hartanto Eddie Wibowo) dan anak bungsu SBY (Eddy Baskoro
>> Yudhoyono) menjadi fungsionaris Yayasan Nurussalam. Hartanto, bendahara,
>> Baskoro, sekretaris.
>>
>> • Sejumlah pengusaha era Orde Baru menjadi fungsionaris kedua yayasan itu,
>> seperti Sukamdhani dan putera mahkotanya, Hariadi Sukamdani (Sahid Group),
>> serta Tanri Abeng dan anaknya, Emil Abeng, serta Aziz Mochdar (Bimantara).
>> Sukamdhani dan Tanri Abeng di Yayasan Cikeas, sedangkan Aziz Mochdar (ipar
>> Yayuk Habibie,adik bungsu BJ Habibie) di Yayasan Nurusalam.
>>
>> • Ada juga pengusaha yang berlindung di balik fungsionaris Yayasan
>> Nurussalam, seperti Gunawan Yusuf (Makindo), kompetitor Salim Group dalam
>> perkebunan tebu di Lampung.
>>
>> • Menteri Lingkungan era SBY, Rachmat Witoelar, memberikan label hijau
>> kepada beberapa konglomerat perusak lingkungan, yakni RGM, Sinar Mas, dan
>> Freeport Indonesia, Inc.
>>
>> • Ekspansi konglomerat- konglomerat yang dekat dengan pernah sama-sama
>> jadi penggalang dana, seperti Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Hartati
>> Murdaya) ikut berekspansi di era SBY, walaupun di tahun-tahun pertama
>> kejatuhan Soeharto mereka masih berhutang besar pada bank-bank negara.
>>
>> • Kelompok Medco yang 60% milik keluarga Arifin Panigoro (40% milik Mitsui
>> & Mitsubishi) berkembang dari migas (Sulteng, Aceh), PLT panas bumi di
>> Sarulla (Sumut), kelapa sawit (Kalteng, Papua), paper dan pulp di Merauke
>> (Papua), s/d rencana PLTN di Jepara (Jateng).
>>
>> • Namun blunder terbesar kroni-kroni SBY adalah ekspansi bisnis keluarga
>> Bakrie di bidang energi (Mega Energi Persada, Bumi Resources, Kondur
>> Petroleum) yang mengakibatkan tragedi Lapindo bagi rakyat Jawa Timur,
>> malapetaka lingkungan paling kurang ajar selama rezim SBY!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> "lebih baik menyalakan lilin, daripada mencela kegelapan"
>
>  
>

Kirim email ke