Ayo, Mbah, jangan terus didiamkan orang seperti ini. Kita sama2 gerpol dia. 
Paling enggak supaya dia keluar dari gedung parlemen. Memangnya republik ini 
punya mbahnya apa?

Blog Pedje 

http://dibuangsayangamat.blogspot.com

--- On Wed, 12/16/09, halim hd <[email protected]> wrote:

From: halim hd <[email protected]>
Subject: Re: [WongBanten] Ruhut Rasis!
To: [email protected]
Date: Wednesday, December 16, 2009, 8:08 AM







 



  


    
      
      
      BUKAN BARANG BARU!!
DAN BUKAN KALI INI ATAU KETIKA PILPRES.

From: Pedje <ped...@yahoo. com>
To: nasional-list@ yahoogroups. com; wongban...@yahoogro ups.com
Sent: Wed, December 16, 2009 7:42:55 PM
Subject: [WongBanten] Ruhut Rasis!









 



    
      
      
      Tersandung SARA, Ruhut Adu Mulut di Diskusi Century
Hery Winarno - detikNews


Jakarta - Ruhut Sitompul kembali terlibat masalah gara-gara keseleo lidah. 
Pengacara yang bergabung dengan Partai Demokrat (PD) itu mengulangi 
kecerobohannya terkait penyebutan etnis tertentu berkonotasi merendahkan yang 
pernah dia lakukan di masa kampanye Pilpres 2009.

Kasus yang terbaru ini terjadi di sela diskusi yang bertajuk "Angket Century, 
SBY Jatuh?" di Wisma Intiland, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (16/12/2009) . Ruhut 
bertindak sebagai panelis dalam diskusi siang ini.

Kejadian bermula dari pemaparannya mengenai kasus bailout Bank Century. Ruhut
 menyatakan sebenarnya kasus skandal dana talangan pemerintah kepada bank 
banyak terjadi di era Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi tidak semuanya 
diikuti dengan penyelesaian hukum dan politik seperti
 sekarang.

"Kasus yang seperti begini dari dulu sudah ada. Sejak zaman (pemerintahan) 
Megawati sudah ada, waktu itu Sri Mulyani-nya (Menkeu -red) si China, Kwik Kian 
Gie," ujar Ruhut.

Pernyataan keras itu nampaknya dinilai terlalu keras oleh Adi, salah seorang 
peserta diskusi. Maka pada sesi tanya jawab, pria yang menolak menyebutkan 
identitasnya itu langsung menyampaikan keberatannya.

"Bang Ruhut, saya mohon mencabut kata-kata soal etnis tadi. Bagi saya lebih 
baik orang China daripada pribumi yang korupsinya lebih banyak. Ingat di pemilu 
kemarin Bang Ruhut sudah berbuat salah dengan mengungkit soal SARA, jangan 
sampai diulangi lagi," gugat Adi.

Peringatan tersebut rupanya disalahpahami oleh Ruhut. Pria paruh baya itu pun 
langsung menyambarnya dengan nada penuh emosi.

"Kamu itu siapa kok ngomong seperti itu? Saya minta kamu keluar (ruangan)! 
Kalau kamu tidak keluar, saya yang akan keluar. Saya tamu yang diundang ke
 sini. Saya punya harga diri, tidak mau dipermalukan begini. Lebih baik saya 
keluar!" gertaknya. 

"Saya tidak mau keluar. Anda yang harusnya keluar!" balas Adi tidak kalah 
sengit.

Tanpa berkata-kata, Ruhut pun langsung beranjak menuju pintu keluar. Meski 
moderator dan panita memintanya tidak meninggalkan ruangan, dia berkeras keluar 
dan tidak menggubrisnya.

Melihat keributan tersebut, Permadi yang juga hadir sebagai pembicara itu pun 
spontan berpartisipasi 'memeriahkan' suasana. "Ah... dia itu keluar karena 
takut nggak bisa menjawab. Dia takut dibantai di sini," celetuk politisi senior 
PDIP yang kini bergabung ke Gerindra tersebut.

Peserta diskusi langsung menimpalinya. "Huuu... Takut... Huuu...," ejek mereka 
kepada Ruhut yang sudah di ambang pintu.

Maka makin bulat saja tekad Ruhut meninggalkan ruangan. Pertanyaan seputar isu 
mantan menteri yang mendalangi unjuk rasa menurunkan pemerintahan, tidak dia 
tanggapi. Ia
 terus keluar dari lobi gedung diskusi.

Ruhut datang terlambat 30 menit ke diskusi yang digelar Forum Umat Islam (FUI). 
Bahkan di awal diskusi, moderator sempat mengumumkan Ruhut tidak bisa hadir 
karena sedang mengikuti rapat Pansus Angket Century. Sebelum memulai 
paparannya, Ruhut juga menyatakan dirinya izin dari rapat untuk menghadiri 
diskusi siang ini.
(lh/nrl)

Blog Pedje 

http://dibuangsayan gamat.blogspot. com




      

    
     









      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke