Salam, H. Asep Mulya
Distanak Prov. Banten
M +62811120331
-----Original Message-----
From: Imron Mulyana <[email protected]>
Date: Sun, 21 Feb 2010 17:26:09
To: <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>
Subject: Derita Gadis Penderita Penyakit Kaki Gajah
Humas – Pandeglang (21/02)
PRESS REALESE :
“Derita Gadis
Penderita Penyakit Kaki Gajah”
PANDEGLANG, Lamsi bt Sueb (31) seorang gadis di Kampung
Pakuhaji Tengah Kelurahan Pagerbatu Kecamatan Majasari ini, merasa penyakit
yang dideritanya sangat menyiksanya. Penyakitnya ini mulai dirasakan sejak ia
menginjak kelas 3 SD, awalnya orang tuanya menyangka bahwa itu penyaki kaki
gajah, tapi ini penyakit bisul biasa, sehingga mereka tidak memeriksakan
putrinya itu. Namun dari waktu ke waktu
kaki putrinya semakin membesar sampai ia menginjak usia 31 tahun.
Sebelum mengalami pembesaran kaki Lamsi merasakan demam yang tinggi, namun
setelah demam reda, kaki sebelah kanannya tiba-tiba membesar di mulai dari ibu
jari, hingga sekarang kakinya semakin membesar. Meskipun rasa sakit dikakinya
tak kunjung reda, gadis ini tetap rajin melakukan pekerjaan rumahnya. Berbagai
cara telah dia tempuh untuk menyembuhkan penyakitnya, dari mulai dukun hingga
dokter pernah dilakukannya, namun penyakit inipun tak kunjung sembuh. Keadaan
kakinya yang tiap tahun makin membesar ini terasa sangat sakit, meskipun rasa
itu tak pernah di hiraukan, tidak punya
uang alasan utama Lamsi untuk tidak pergi ke dokter, jangankan pergi ke dokter
untuk biaya hidup saja sudah pas pasan. Jika penyakitnya kambuh, ia hanya
berusaha mencari obat-obatan warung saja ujarnya.
Secercah harapan akhirnya muncul ketika ia dikunjungi oleh Ketua TP-PKK
Kabupaten Pandeglang H.Erna Nurhayati Erwan didampingi oleh Dr.Mei Wijaya
Kepala Puskesmas Kecamatan Majasari dan beberapa orang petugas dari Dinas
Kesehatan yang menjenguknya, ini memberikan sebuah harapan baru bagi dirinya. Ia
berharap kunjungan ini akan sedikit membantu penderitaanya.
Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini
bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat
menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik
perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia.
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang
telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan
ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau
menghipas darah orang tersebut. Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah,
Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus
Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis
dapat menular dengan sangat cepat.
Gejala Filariais Akut dapat berupa Demam berulang-ulang selama 3-5 hari,
demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat,
Pembengkakan
kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak
(lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit, Radang saluran kelenjar
getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau
pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis), Filarial abses akibat
seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan
mengeluarkan nanah serta darah, Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah
zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema),Gejala
klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai,
lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
”Bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala
klinis, diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai
pukul 24.00 malam waktu setempat. Seseorang dinyatakan sebagai penderita
Filariasis, apabila dalam darah ditemukan mikrofilaria, dan itu akan kami
lakukan hari ini. Pemeriksaan darah ini akan kami lakukan untuk mediagnosa
penyakit Ny. Lamsi ini” demikian penjelasan Dr. Mei Wijaya.
Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Erna Nurhayati Erwan
menyatakan keprihatinan atas penderitaan Ny. Lamsi ini, ia bersama Dinas
Kesehatan Kabupaten Pandeglang akan terus berusaha dan berupaya meringankan
beban dari Ny. Lamsi ini. ”Kunjungan hari ini mudah-mudahan dapat membangkitkan
semangat Ny.Lamsi agar penderitaan yang ia alami sedikit berkurang. Saya sangat
prihatin dengan kondisi dan keluarganya. Tidak ada motivasi lain kunjungan saya
ini, ini betul-betul sebagai wujud rasa kepedulian dan perhatian saya kepada
masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, pehatian dan pertolongan”
ujarnya.
Ketika ia ditanya mengenai bentuk dan jumlah bantuan yang diberikan, beliau
menerangkan bahwa meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, yang
terpenting saat ini adalah ia dan rombongan berusaha memberikan motivasi
kepadanya. ”Ada sedikit uang yang bisa dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari
untuknya dan keluarganya disamping sejumlah sembako yang nanti akan diantarkan
oleh Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang”lanjutnya. (iim-humas)
"Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com"