Ini salah satu analisa dan pengalaman yang perlu tercatat di 'gate keeper
Yon-1'. Hal ini bagus sekali, siapapun yang punya kesan, pengalaman baik dan
buruk perlu kita catat untuk menggali pengalaman masa lalu dan merencanakan
'paradigma baru Yon-1 Mahawarman' yang kita cintai ini. Nanti kalau data
sudah komplit mungkin semacam seminar tentang Resimen Mahawarman perlu kita
adakan. Terutama untuk Yon-1 dulu.
Salam
Indradjaja Dalel

-----Original Message-----
From: M I Arbai [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Saturday, April 15, 2000 3:56 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [YON-1] YON I dan Kethoprak Humor




Analisis Pak Tomo ini sangat tajem menyangkut kondisi YON I akhir-akhir ini
(paling tidak untuk 5-7 th terakhir).  Ketika saya aktif di Batalyon, kita
pernah mengadakan kegiatan-kegiatan yang fokus utamanya untuk menarik
anggota
baru & mengangkat citra Menwa yang mulai terpuruk. Kita mengadakan Simposium
dan
Pameran Nasional Teknologi Hankam di th 95 salah satunya untuk menunjukkan
Menwa
(secara nasional) itu masih eksis dan bisa memberikan kontibusi nyata untuk
negara. Kita sering mengundang para temen mahasiswa untuk mengikuti beberapa
acara YON I  (nembak dll) adalah untuk menarik simpatik mereka, kita
nyebarin
poster dalam oplah yang besar dan berbagai macam edisi adalah untuk merayu
supaya ada yang mau mendaftar di YON I. Kita pun sudah melakukan banyak
langkah
efisiensi namun tetap saja "thekor".  Anggota yang saat itu menghendaki YON
I
tetap eksis, punya nama besar, sbg laboratorium kepemimpinan, dll sangat
aktif-cenderung nekat memperjuangkan YON. Terus terang, saya terkena jatah
sbg
Danyon hingga 2 periode (94-96) bukan karena saya hebat tetapi lebih
dikarenakan
tidak tega melihat YON I sekarat.
Walaupun usahanya sudah "pol-polan/all out" (sampai hampir kena DO segala)
namun
hasilnya pun toh juga masih mengecewakan.  Target utama, yaitu menarik
anggota
sebanyak mungkin, jauh dari harapan. Anggota yang aktif di Batalyon
sangat-sangat terbatas, sekitar 5-15 orang saja. Seseorang merangkap
beberapa
jabatan itu bukan hal yang aneh lagi. Sempat ada istilah ngetren "DANGUMIL"
alias Komandan Guru Militer sbg sebutan seseorang YON I (pak Rifki, red)
yang
mengajarkan berbagai macam materi pelajaran (tentunya tidak bisa mendetail)
sekaligus merangkap berbagai jabatan dalam Komando Latihan. Bahkan Danlat
pun
harus mengambil nasi bungkus di warung untuk para siswa. Dengan anggota
sejumlah
itu, bagaimana mungkin mekanisme kerja di Batalyon berjalan dengan ideal
sesuai
garis organisasi. Bagaimana mungkin kita bisa berlatih dengan baik.
Bagaimana
mungkin bisa mencari dana tambahan untuk menjaga YON tetap hidup, padahal
harga/biaya latihan dan kebutuhan operasional YON melonjak drastis.
Akibatnya
YON I berjalan dengan pincang.
Kunci utama adalah jumlah anggota. Dengan jumlah anggota yang cukup, kita
bisa
lakukan apa saja. Kehidupan YON I akan berlangsung ideal kembali.
Menurut saya, saatnya kita segera merubah paradigma YON I bahkan Menwa
keseluruhan. Pendekatan konvensional untuk menarik anggota baru yang selama
ini
dilakukan harus segera dirubah. Jenis-jenis kegiatanpun perlu diubah sesuai
dengan kondisi dana/personil & tuntutan era reformasi saat ini.
Berubah kedalam bentuk baru yang bagaimana ? Saya rasa formula itu yang
perlu
kita bahas bersama.
Tentunya paradigma global dulu yang kita ubah....... baru atas dasar
paradigma
baru itu...... kita rumuskan kegiatan YON secara lebih rinci.

"KETHOPRAK YG SUDAH TIDAK DIMINATI MASYARAKAT......... DENGAN DIUBAH MENJADI
KETHOPRAK HUMOR BERBALIK MENJADI SANGAT DIGANDRUNGI"  Mungkin YON I perlu
mencermati fenomena ini.

Bagimana komentar DANGUMIL ??  I proud off you !!
Pak Tomo, saya tunggu analisis berikutnya

Sekedar lempar bola...........

WCDS


Imam (ekek-24)

-- 
-------------------------------------------------------------------------
Untuk menghubungi moderator/List Owner double click link dibawah ini:
   <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Untuk Unsubscribe, double click link dibawah ini langsung kirim
   <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Untuk Subscribe, double click link dibawah ini langsung kirim
  <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
-------------------------------------------------------------------------


You are subscribed as : [email protected]


Kirim email ke