Persoalan PJKA bukan (hanya) persoalan perusahaan itu, apalagi persoalan
teknisnya para insinyur di perusahaan itu. Tetapi persoalan makro
ekonomi republik ini.
Jangan salah mengerti, kalau dicermati terlihat di iklan bah. Belanda
itu dikatakan bahwa yang 10 gulden (f.10) itu bukan harga tiketnya!
Tetapi hanya tuslah ("toeslag"), biaya tambahan, karena ini kereta
istimewa (jalan malam). Tuslah ini biaya yang harus dibayarkan di atas
(on top of) harga tiket kereta express yang biasa, yang jalan siang hari
("boven het eendaagsche expres tarief"). Berapa harga tiket express yang
jalan siang? Tidak disebut di iklan itu, tetapi yang pasti sekian kali
lipat dari tuslah itu.
Kesimpulannya? SS (PT KAI jaman itu) adalah perusahaan yang sehat karena
income-nya cukup, sebab harga tiketnya mahal. Kenapa harga tiketnya bisa
mahal? Karena keadaan ekonomi makro menunjang.
Dan perusahaan kereta api jaman itu tidak dibebani tugas yang
tidak-tidak, seperti mengangkut pulang ribuan bonek Persibaya secara
gratis, malahan pakai ditimpukin di tengah jalan lagi...
Wasalam.
--
--[YONSATU - ITB]------------------------------------------------------
On-line arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderator : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
-----------------------------------------------------------------------
Anda terdaftar di List ini dg alamat : [email protected]