Dalam kisah yang tercantum dalam Kitab Suci tentang perjuangan Musa melawan
Fir'aun, dapat kita ambil pelajaran bahwa salah satu penyebab dijalankannya
misi suci Musa pada saat itu adalah untuk melawan kecongkaan dan kesombongan
yang dilakukan oleh Fir'aun.  Kecongkaan karena merasa diri paling berkuasa.
Kesombongan karena merasa diri paling benar.  Juga kesombongan yang
diakibatkan karena tidak mau menerima kebenaran, meskipun fakta menunjukkan
bahwa hal itu benar.

Sadar atau tidak, saat ini sudah jelas dan tampak di mata kita munculnya
Fir'aun baru.  Fir'aun ini merasa dirinya paling benar dan yang paling
berkuasa di muka bumi.  Dia tutup mata dan telinga terhadap kebenaran yang
datang.  Dengan kekuasaan yang dimiliki dia bebas berbuat sewenang-wenang
tanpa mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Dengan kesombongan dan kecongkaan yang dimiliki, hanya dalam waktu dua hari,
Amerika sudah memutuskan siapa pelaku tragedi WTC tanpa memberikan fakta.
Sang "Jagal" Milosevic sendiri, baru dijatuhi hukuman setelah berbulan-bulan
menjalani sidang dan pemeriksaan, itu pun dengan didampingi oleh
pengacaranya.

Amerika seakan menutup mata dengan fakta penindasan yang terjadi di
Palestina oleh Israel.  Berkaitan dengan Tragedi WTC pun, Amerika juga tidak
mau tahu dengan kesalahan informasi tentang pelaku teroris.  Yang dituduh
teroris, ternyata masih hidup di Jerman dan bahkan ada yang telah meninggal
setahun yang lalu.  Amerika tidak mau menggubris adanya kenyataan bahwa pada
saat kejadian lebih dari 4000 karyawan Yahudi yang kerja di WTC sepakat
'rame-rame libur'.  Juga dengan ditemukannya beberapa orang Yahudi yang
'berpesta' sambil merekam runtuhnya gedung WTC.

Sampai saat ini sejak tragedi WTC, sudah tercatat lebih dari 700 korban dari
umat Islam di Amerika akibat pelampiasan yang dilakukan karena tragedi ini.
Tercatat pula lebih dari 300 orang yang ada di Australia, belum termasuk dua
masjid besar yang dibakar karena provokasi dari Amerika.  Di media massa
kita juga melihat dan mendengar bahwa di Afganistan sendiri ada sebuah
masjid yang menjadi sasaran.  Korban jatuh dari pihak sipil saat ini di
Afganistan sudah mencapai ratusan orang.  Nilai-nilai kemanusiaan dan
keadilan, sekali lagi, dicampakkan oleh si sombong tadi.

Sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang 'menyembah' Fir'aun yang ada
sekarang ini.  Mereka ketakutan akan 'kelaparan' jika tidak mematuhi hukum
Sang Fir'aun ini.  Pemerintah kita pun juga ikut-ikutan.  Aksi demo yang
marak saat ini, ditanggapi represif oleh aparat dan pemerintah.  Sudah ada
warga kita yang ditahan karena dalam aksi demonya membakar bendera Amerika.
Tetapi sang pelaku teror di Afganistan yang saat ini sudah menewaskan
ratusan orang dianggap angin lalu.  Mau dikemanakan nilai-nilai kemanusiaan
dan keadilan kalau sudah begini?

Kita menyadari sepenuhnya kalau 'tamu-tamu' yang berasal dari luar negeri
ini mesti dihormati dan dilindungi.  Tetapi, apa salah kalau kita 'mengusir'
tamu-tamu ini kalau kelakuan mereka sudah kelewatan dan mereka sudah
memandang rendah nilai kemanusiaan.  Terhadap 'tamu' maupun 'negara Fir'aun'
seperti ini, masih pantaskah jika kita berhubungan dengan mereka.  Kalau
beralasan negara ini akan lebih hancur jika tidak 'berhubungan' dengan
mereka, salah besar !

Yang perlu kita renungkan saat ini adalah, bahwa nasib kita ditentukan oleh
diri kita sendiri.  Yang dari luar hanya memberikan pengaruh, bukan penentu.
Momen yang ada sekarang dapat kita manfaatkan dengan bekerja sama dengan
negara seide untuk menentang Sang Fir'aun ini.

Mau sampai kapan bangsa dan negara ini akan berubah jika tidak ditentukan
oleh dirinya sendiri ?  Berulang kali kita mengganti presiden, kondisi kita
tidak akan membaik jika kita tidak memperbaiki nasib sendiri, minimal dari
diri sendiri.  Lupakan ide untuk merubah negara ini, apalagi dunia, jika
kita sendiri yang tidak merubahnya.

Oleh karenanya, berkaitan dengan aksi maupun tuntutan yang banyak diutarakan
saat ini, seyogyanya kita juga sependapat untuk:
- memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika dan sekutunya.
- memboikot semua produk dari negara tersebut.

Salam,
----- Original Message -----
From: "Arbain Rambey" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 22, 2001 1:21 PM
Subject: [yonsatu] DUKUNGANPEMUTUSAN HUBUNGAN DAN PEMBOIKOTAN]


> Yah, kiriman dari Sukris soal pemboikotan produk AS
> adalah versi guyonnya.
>
> Namun versi seriusnya memang seperti itu. Pihak yang
> ingin kita putus hubungan dengan AS (tanpa sekutunya)
> adalah pihak yang tidak melihat kenyataan. Seperti
> kata Hamzah Haz, kalau kita putus hubungan dengan AS
> hari ini, tidak akan sampai dua minggu lagi ekonomi
> Indonesia akan kolaps total. Jangankan cuma Rp 10.000
> perdollar AS, bisa-bisa satu dollar AS menjadi Rp
> 1.000.000.
>
> Lalu soal boikot produk AS. Alangkah bodohnya para
> mahasiswa yang merusak gerai McDonald. Selain yang
> kasat mata, banyak sekali uang kita yang "keluar" bagi
> ekonomi AS. Selain yang ada dalam guyonan e-mail
> Sukris, banyak yang tidak sadar bahwa untuk tiap buah
> wajan Teflon yang kita beli, ada sejumlah uang
> tertentu yang dibayarkan sang produsen wajan kepada
> Dupont di AS sono sebagai pihak yang menemukan zat
> anti lekat itu. Juga pada pakaian kita banyak sekali
> temuan AS seperti ritsleting, Velcro, karet elastik,
> Goretex, benang anti kusut sampai dengan pewarna yang
> aneh-aneh..
>
> Jadi, menurut saya, mendingan saat ini kita diam saja
> tapi sibuk berbenah ke dalam. Kita kerja keras agar
> bisa mengalahkan AS dalam segala hal beberapa tahun ke
> dapan. Kalau kita sudah kuat, baru kita "layak bunyi"
> untuk mengancam AS. Saat ini ? Sorry saja.....kita ini
> seperti kelinci yang mengancam harimau......
>
>
> ARB
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Make a great connection at Yahoo! Personals.
> http://personals.yahoo.com
>
> --
> --[YONSATU -
ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
> 1 Mail/day     :
<mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>
>


_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke