Rekan2 Yon-1 yth,

Hati2 dengan perang Informasi (disinformation) yang tujuannya untuk
mendapatkan opini tetentu (dan adu domba). Hal ini dilakukan oleh kedua
belah pihak yang sedang berperang untuk kepentingan masing. Kalau sumber
info-nya sudah diconfirmed-kan dari berbagai sumber maka beritanya akan
mendekati kebenaran. 

Kalau kadang2 kita merasa ragu untuk bersikap, maka hal berikut mungkin
dapat menjadi pegangan:

1. Kita mendirikan Negara Indonesia tentu ada tujuan yaitu 'National
Interest' kita. Kalau tidak salah, salah satu national interest kita adalah
memakmurkan negara dan seluruh rakyat. Yaitu rakyat jadi maju (SDM kuat,
menguasai ilmu dan teknologi), Ekonmomi kuat (natural resource terkelola dan
termanfaatkan secara baik) dan kita dapat jadi bangsa terhormat (jadi
panutan) diantara bangsa2 di dunia (dan banyak lagi yang lain2).
2. Sekarang kalau kita ingin berbuat sesuatu atau akan melibatkan negara dan
rakyat kita yang tercinta ini kedalam suatu percaturan "dunia", kita bisa
tanya kepada diri sendiri apakah perbuatan ini akan menunjang tercapainya
kepentingan nasional (national interest) kita atau membuat kita tambah
melarat. Kita semua merasakan dan tahu bahwa rakyat kita sudah terlalu lama
melarat. Kasihan kalau masa melarat bangsa ini bertambah lama, sebagai
akibat dari (salah satunya) berasal dari perbuatan kita sendiri.

Disini ada Website dari The Times Inggeris sebagai salah satu sumber berita
tentang korban WTC menurut negara (The Global Toll). 
http://www.thetimes.co.uk/picture/0,,2001320130.00.jpg

Salam 
Indradjaja Dalel

 -----Original Message-----
From:   Reno Andryono [mailto:[EMAIL PROTECTED]] 
Sent:   Tuesday, October 23, 2001 10:28 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Cc:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        [yonsatu] Re: DUKUNGANPEMUTUSAN HUBUNGAN DAN PEMBOIKOTAN]

-------------
Amerika seakan menutup mata dengan fakta penindasan yang terjadi di
Palestina oleh Israel.  Berkaitan dengan Tragedi WTC pun, Amerika juga tidak
mau tahu dengan kesalahan informasi tentang pelaku teroris.  Yang dituduh
teroris, ternyata masih hidup di Jerman dan bahkan ada yang telah meninggal
setahun yang lalu.  Amerika tidak mau menggubris adanya kenyataan bahwa pada
saat kejadian lebih dari 4000 karyawan Yahudi yang kerja di WTC sepakat
'rame-rame libur'.  Juga dengan ditemukannya beberapa orang Yahudi yang
'berpesta' sambil merekam runtuhnya gedung WTC.

Sampai saat ini sejak tragedi WTC, sudah tercatat lebih dari 700 korban dari
umat Islam di Amerika akibat pelampiasan yang dilakukan karena tragedi ini.
Tercatat pula lebih dari 300 orang yang ada di Australia, belum termasuk dua
masjid besar yang dibakar karena provokasi dari Amerika.  Di media massa
kita juga melihat dan mendengar bahwa di Afganistan sendiri ada sebuah
masjid yang menjadi sasaran.  Korban jatuh dari pihak sipil saat ini di
Afganistan sudah mencapai ratusan orang.  Nilai-nilai kemanusiaan dan
keadilan, sekali lagi, dicampakkan oleh si sombong tadi.
----------------------------------
-------------------------------

Oleh karenanya, berkaitan dengan aksi maupun tuntutan yang banyak diutarakan
saat ini, seyogyanya kita juga sependapat untuk:
- memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika dan sekutunya.
- memboikot semua produk dari negara tersebut.

Salam,
----- Original Message -----
From: "Arbain Rambey" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 22, 2001 1:21 PM
Subject: [yonsatu] DUKUNGANPEMUTUSAN HUBUNGAN DAN PEMBOIKOTAN]


> Yah, kiriman dari Sukris soal pemboikotan produk AS
> adalah versi guyonnya.
>
> Namun versi seriusnya memang seperti itu. Pihak yang
> ingin kita putus hubungan dengan AS (tanpa sekutunya)
> adalah pihak yang tidak melihat kenyataan. Seperti
> kata Hamzah Haz, kalau kita putus hubungan dengan AS
> hari ini, tidak akan sampai dua minggu lagi ekonomi
> Indonesia akan kolaps total. Jangankan cuma Rp 10.000
> perdollar AS, bisa-bisa satu dollar AS menjadi Rp
> 1.000.000.
>
> Lalu soal boikot produk AS. Alangkah bodohnya para
> mahasiswa yang merusak gerai McDonald. Selain yang
> kasat mata, banyak sekali uang kita yang "keluar" bagi
> ekonomi AS. Selain yang ada dalam guyonan e-mail
> Sukris, banyak yang tidak sadar bahwa untuk tiap buah
> wajan Teflon yang kita beli, ada sejumlah uang
> tertentu yang dibayarkan sang produsen wajan kepada
> Dupont di AS sono sebagai pihak yang menemukan zat
> anti lekat itu. Juga pada pakaian kita banyak sekali
> temuan AS seperti ritsleting, Velcro, karet elastik,
> Goretex, benang anti kusut sampai dengan pewarna yang
> aneh-aneh..
>
> Jadi, menurut saya, mendingan saat ini kita diam saja
> tapi sibuk berbenah ke dalam. Kita kerja keras agar
> bisa mengalahkan AS dalam segala hal beberapa tahun ke
> dapan. Kalau kita sudah kuat, baru kita "layak bunyi"
> untuk mengancam AS. Saat ini ? Sorry saja.....kita ini
> seperti kelinci yang mengancam harimau......
>
>
> ARB
>

-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke