AWW. WCDS
Adakah diantara milisi Yon I ITB yang bisa memverifikasi kebenaran/ keaslian
sumber berita di bawah ini. Saya khawatir informasi ini benar sehingga
kebanggaan kita terhadap AS dan "Barat" sebagai negara demokrasi dan negara
yang menjunjung tinggi HAM menjadi sirna.
WWW. DZArifin Angk. XXII

-----Original Message-----
From: Reno Andryono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, October 24, 2001 11:33 AM
Subject: [yonsatu] "The Invisible Afghanistan"


>Pak widya, kalau ini terjemahannya pake bhs indonesia, sehingga lebih enak
mbacanya.  tidak perlu ngalor ngidul dulu.
>--------------------
>
>
>Subject: [asrama-salman] Fw: [daarut-tauhiid] "The Invisible Afghanistan"
>
>Terjemahan artikel "The Invisible Afghanistan"
>Oleh Sayyid Rahmatullah Hashemi
>
>[Catatan: Sayyid Rahmatullah Hashemi, Duta bagi Afghanistan telah
>melawat AS awal tahun 2001 ini. Berikut adalah terjemahan transkrip dari
>ceramah beliau di Universitas Southern California di LosAngeles, pada 10
>Maret, 2001]
>
>Telah difirmankan dalam Al Quran, "Hai orang-orang yang beriman,jika
>datang kapadamu orang fasik membawa suatu berita, makaperiksalah dengan
>teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
>mengetahui keadaannya yang menyebabkankamu nanti menyesal atas perbuatanmu
>itu."[Al-Hujurat 49:6]"
>
>Saya baru saja berbincang dengan sekelompok ilmuwan (di Universitas
>Southern California), dan mereka memulai pembicaraan dengan topik
>patung-patung (Buddha yang dimusnahkan). Sangat dikesalkan karena begitu
>sedikit yang mereka ketahui (mengenai Afghanistan). Tidak seorang (dari
>ilmuwan tersebut) mengetahui akan bermacam masalah yang dihadapi oleh
>Afghanistan. Dan hanya tentang patung-patung tersebut saja yang mereka
>ketahui mengenai Afghanistan.
>
>Afghanistan dipanggil dengan nama "Crossroads of Asia". Kami telah
>menderita karena ketinggalan negara kami yang strategis ini. Kami telah
>menderita dalam abad ke-18, abad ke-19, dan kami masih menderita dalam
>abad ini. Kami tidak menyerang Inggris. Kami tidak menyerang Russia.
>Mereka yang menyerang kami. Oleh itu masalah-masalah yang timbul di
>Afghanistan bukan dari perbuatan kami sendiri.
>
>Penyerangan Soviet
>
>Masalah yang dihadapi sekarang ini di Afghanistan bermula pada th
>1979.  Afghanistan adalah negara yang aman. Tetapi pihak Russia dengan
>tentara sebanyak 140,000 anggota telah menyerang Afghanistan pada bulan
>Desember 1979, yaitu lebih kurang 21 tahun lalu, dan telah menjajah
>selama satu dekade, membunuh 1.5 juta rakyat Afghanistan, melumpuhkan
>sejuta orang, dan 6 juta dari 18 juta rakyat Afganistan telah melarikan
>diri dari kekejaman Russia dan menjadi pengungsi dinegara-negara lain.
>Pada waktu itu anak-anak kami mati karena ledakan ranjau (land mines) yang
>ditanam oleh pihak Russia. Dan tidak ada siapapun di dunia luar yang
>mempedulikan hal ini.
>
>Setelah Russia Dikalahkan
>
>Masa penjajahan Russia, pihak AS, Inggris, Peranchis dan China membantu
>para pejuang yang disebut Mujahidin. Hanya 7 kelompok Mujahidinyang
>beroperasi dari Pakistan sementara 8 kelompok yang lain bertindak dari
>Iran dalam memerangi pihak Russia. Setelah Russia kalah, kesemua
>kelompok-kelompok Mujahidin ini kembali ke Afghanistan dengan faham yang
>berlainan dan senjata yang banyak. Mereka tidak bersatu dibawah satu
>pemerintahan tetapi telah bersengketa sesama mereka sendiri di
>Afghanistan.
>Akibat dari pertempuran sesama sendiri ini lebih buruk lagi perang
>semasa penjajahan Russia. Sebanyak 63,000 orang telah terbunuh di Kabul.
>Sebanyak sejuta rakyat lagi melarikan diri dari situasi huruhara tersebut
>ke negara-negara lain.
>
>Munculnya Taliban
>
>Melihat huruhara dan kemusnahan tsb, sekelompok pelajar-pelajar yang
>dipanggil Taliban (Taliban artinya pelajar-pelajar) telah menumbuhkan
>gerakan pelajar pelajar. Taliban mulai tumbuh dari sebuah perkampungan
>di Kandahar yang terletak di wilayah selatan Afghanistan. Taliban mulai
>ada sebagai sebuah gerakan ketika seorang `warlord' (ketuakelompok
>bersenjata -  bandit) telah menculik dan memperkosa dua anak perempuan.
>Ibu bapak kedua anak perempuan tersebut telah pergi ke sebuah`pondok
>pesantren' dan meminta guru di sekolah tersebut menolong mereka. Guru
>tersebut bersama-sama 53 orang murid beliau, dengan bersenjatakan hanya 16
>senjata, pergi menyerang pengkalan bandit tersebut. Setelah membebaskan
>kedua kanak-kanak perempuan yang diculik itu, mereka menggantung mati sang
>pimpinan, juga beserta beberapa orang anak buahnya. Kisah ini tersebar
>luas. BBC juga telah melaporkannya. Mendengar kisah ini, maka banyak
>pelajar-pelajar ikut bergabung dengan gerakan (Taliban) tersebut, dan
>mereka mulai bertindak dengan merampas senjata-senjata dari semua bandit
>tsb. Gerakan pelajar ini -Taliban - kini menguasai 95% Afghanistan
>termasuk ibu kota Kabul. Hanya segelintir dari para bandit itu yang terus
>merajalela di bagian utara Afghanistan (mereka ini adalah Northern
>Alliance).
>
>Keberhasilan Taliban
>
>Kami (Taliban) baru memerintah selama 5 tahun, dan berikut
>adalah  keberhasilan kami yang tidak diketahui oleh dunia:
>
>1) Pertama kami telah menyatukan negara yang berpecah-belah. Afghanistan
>   sebelum ini berpecah kepada lima kawasan-kawasan. Kami menyatukannya,
>   sesuatu yang gagal dilakukan oleh pihak lain.
>
>2) Perkara Kedua yang telah kami lakukan, yang gagal dilihat,
>   adalah  melucut senjata yang dimiliki rakyat. Setelah peperangan dengan
>   Russia,  hampir setiap orang Afghan memiliki Kalshnikov, dan juga
>   senjata  canggih seperti stinger missiles, dan ada yang memiliki
>   pesawat dan helicopter pejuang. Melucuti senjata mereka kelihatan
>   mustahil. PBB menawarkan US$3 billion untuk membeli kembali
>   senjata-senjata itu. Dan karena tidak praktis, maka rencana PBB
>   tersebut tidak diteruskan, dan dunia pun melupakan Afghanistan. Tetapi
>   kami telah berhasil melucuti senjata di 95% kawasan negara Afghanistan.
>
>3) Keberhasilan kami yang ketiga adalah membawa Afghanistan di bawah
>   satu pemerintahan, sesuatu yang tidak terjadi selama 10 tahun sebelum
>   kami ambil alih.
>
>4) Keberhasilan kami yang keempat, yang mengkagumkan banyak orang,
>   adalah memusnahkan sebanyak 75% tanaman opium dunia. Sebelum kami
>   menghapuskannya, 75% pasok opium dunia dihasilkan di Afghanistan. Dan
>   pada tahun lalu kami mengeluarkan perintah mengharamkan penanaman
>   opium, dan pada tahun ini 2001, ketua Program Pengawasan Opium PBB di
>   bawah naungan UNDCP, Mr. Barnard F.  dengan bangganya mengatakankan
>   Afghanistan bebas sepenuhnya dari tanaman opium - 0% of opium
>   cultivation. Zero, zilch, kosong - langsung tak ada lagi. Sayangnya
>   sebanyak 700 pakar UNDCP yang memantau tanaman opium telah kehilangan
>   pekeerjaan. Pakar-pakar PBB itu tidak menyukai bila kami  mengeluarkan
>   perintah mengharamkan tanaman opium tsb.
>
>5) Keberhasilan kami yang kelima adalah memulihkan hak-hak asasi manusia
>   di Afghanistan. Memang banyak yang telah menuduh kami melanggar hak-hak
>   asasi manusia. Realitasnya adalah kami sebenarnya telah memulihkan
>   hak-hak asasi manusia. Antara hak-hak asasi bagi seseorang manusia
>   adalah hak untuk hidup dengan aman. Sebelum Taliban memerintah, tidak
>   seorang pun di Afghanistan
>   bisa hidup dengan aman. Malah perkara pertama yang kami lakukan adalah
>   mewujudkan keadaan yang tenang dan aman. Keutamaan kami yang kedua
>   adalah memulihkan sistem kehakiman yang bebas dan adil. Rakyat
>   Afghanistan tidak perlu membayar untuk mendapat pengadilan seperti yang
>   berlaku di Amerika Serikat. Di Afghanistan anda tidak perlu membeli
>   keadilan. Di Afghanistan pengadilan adalah gratis dan mudah diperoleh.
>
>Hak-hak Kaum Wanita
>
>Kami (Taliban) telah dikritik, katanya kami melanggar hak-hak wanita.
>Adakah anda (di Amerika) ketahui apa yang terjadi sebelum kami
>memerintah?
>Saya lihat dalam dewan ini ada beberapa orang Afghan yang belajar di
>sini, dan mereka pasti akan setuju dengan saya bahwa sebelum Taliban
>memerintah, kaum wanita di kawasan luar kota diperlakukan sebagai
>binatang. Mereka dijual. Kami (Taliban) menghapuskan tindakan yang sangat
>keji ini. Kaum wanita tidak punya hak suara dalam memilih suami bagi
>mereka. Antara perkara yang pertama Taliban lakukan adalah memberi wanita
>hak untuk memilih calon suami masing-masing. Suatu lagi yang jelek yang
>berlaku ke atas kaum wanita  di Afghanistan adalah mereka ditukar-tukar
>sebagai hadiah. Padahal tindakan ini bertentangan dengan agama. Ini
>sebenarnya merupakan budaya. Adalah menjadi tradisi bila dua kelompok yang
>bertempur ingin berdamai, maka mereka akan bertukar-tukaran wanita. Dan
>tindakan keji ini sudah dihentikan oleh Taliban.
>
>Berlainan sekali dengan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan, kaum wanita di
>Afghanistan sebenarnya di izinkan bekerja. Kami akui, sebelum 1996,
>yaitu sebelum kami  menaklukan ibu kota, Kabul, kami telah meminta kaum
>wanita supaya tinggal di rumah. Tetapi kami tidak sekali-kali berniat
>untuk menyuruh mereka tinggal rumah buat selama-lamanya. Kami menerangkan
>kepada kaum wanita bahwa mereka perlu tinggal rumah karena pada waktu itu
>keadaan huru-hara tanpa ada undang-undang dan oleh karena itu tidak aman
>bagi wanita keluar rumah. Kini  kami sudah melucuti senjata-senjata milik
>pribadi-pribadi, kami sudah membuat undang-undang, maka dengan keamanan
>tersebut wanita sudah dibenarkan bekerja kembali. Kami akui
>wanita-wanita kami tidak dibenarkan bekerja pada Kementerian Pertahanan
>seperti di Amerika ini. Kami tidak mau wanita kami jadi pilot jet tempur,
>atau dipergunakan sebagai objek-objek yang menghiasi  iklan-iklan. Tetapi
>wanita kami memang dibenarkan berkerja. Mereka bekerja di Kementerian
>Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, pendidikan, Kesejahteraan Umum dan
>seterusnya.
>Kami juga tidak menghalangi kaum wanita untuk mendapat pendidikan. Kami
>telah menyatakan kami mau wanita diberi pendidikan, dan kalaupun tidak
>ada tekanan dari pihak luar kami tetap akan memberi  pendidikan kepada
>kaum wanita kami, ini adalah keyakinan kami. Kami diperintah (oleh Allah)
>untuk memberi pendidikan kepada kaum wanita. Bila kami menetapkan
>sekolah-sekolah berbeda kelas untuk lelaki dan wanita, itu tidak berarti
>kami tidak ingin wanita diberi pendidikan.
>
>Memang benar kami  menentang `co-education' (sekolah dimana lelaki &
>perempuan bercampur dalam satu kelas), tetapi tidaklah benar sama sekali
>untuk menuduh kami menyekat kaum wanita dari mendapat pendidikan. Kami
>ada sekolah-sekolah, tetapi masalahnya adalah sumber-sumber pembiyaan.
>Sebelum kami mengambil alih pemerintahan terdapat bermacam permasalahan
>pendidikan kurikulum yang mendidik taat setia kepada keluarga raja,
>pendidikan ala komunis, dan kurrikulum yang diperkenalkan oleh bermacam
>pihak. Oleh demikian, pelajar-pelajar menjadi bingung. Kamipun dapat
>menyatukan semua kurikulum yang campur baur itu. Baru-baru ini kami
>membuka kembali Fakultas  Pengobatan di Kandahar dan kota utama lain di
>Afghanistan.
>Terdapat lebih banyak pelajar wanita dibandingkan dengan lelaki yang
>mengikuti kursus pengobatantan tersebut. Dan pihak Swedia telah membantu
>mendirikan sekolah-sekolah perempuan. Memang masih tidak mencukupi,
>tetapi ini saja  yang kami mampu lakukan pada saat ini.
>
>Osama bin Laden
>
>Kami juga dituduh membiayai kekejaman. Dan nampaknya bagi orang Amerika
>kekejaman itu hanyalah Osama bin Ladin. Sekarang saya ingin memberitahu
>anda semua bahwa Osama bin Laden sudah menetap di Afghanistan selama 17
>tahun, yaitu sebelum Taliban ada. Bin Laden sudah lama berada
>di  Afghanistan untuk memerangi Soviet, dan Ronald Reagan, presiden
>Amerika ketika itu, juga Dick Chenney, telah memberikan pujian kepada
>Osama bin Laden dan kelompoknya sebagai pejuang-pejuang pembebasan
>(freedom fighters) atau pahlawan-pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan
>(Heroes of  Independence), sebab perjuangan Bin Laden dan kelompoknya
>ketika itu sejajar dengan dasar Amerika yang menentang Soviet. Tetapi
>sekarang ini ketika Soviet sudah runtuh dan terpecah, orang-orang seperti
>Bin Ladin tidak lagi diperlukan oleh Amerika, dan Amerika melabel mereka
>sebagai teroris dan diburu. Dari disanjung sebagai pahlawan kepada diburu
>sebagai teroris Islam. Kaedahnya agak sama dengan Yasser Arafat yang
>dulunya teroris tetapi sekarang di anggap pahlawan (boneka barat).
>
>Sebenarnya tidak ada beda antara terorisme yang dituduhkan kepada Osama
>bin Laden dengan kekejaman serangan missiles berpandu pada tahun 1998 atas
>Afghanistan. Kedua-duanya tidak diberitahukan terlebih dahulu, dan
>kedua-duanya membunuh orang awam. Jika tindakan terorisme yang
>dituduhkan kepada Bin Laden sesuatu yang sangat kejam, maka serangan
>missiles Amerika keatas Afghanistan juga sesuatu tindakan yang sangat
>kejam karena orang-orang awam telah terbunuh. AS telah mencoba membunuh
>Osama bin Laden tanpa memberi beliau terlebih dahulu pengadilan. Pada
>tahun 1998 pihak AS menyerang Afghanistan dengan missiles, dan pihak AS
>dengan bohongnya  mengumumkan bahwa mereka mencoba hendak membunuh Osama
>bin Laden. Pada ketika itu Osama bin Laden tidak dikenali oleh orang-orang
>Afghanistan. Saya sendiri tidak kenal padanya. Oleh karena itu kami
>semua terperanjat. Saya berada dirumah pada malam tersebut dan kami
>diberitahu bahwa AS telah menyerang Afghanistan. Dengan 75 cruisemissiles
>Amerika coba membunuh satu orang. Dan mereka gagal sasaran, dan yang
>dibunuh adalah 19 orang anak-anak sekolah, dan Amerika tidak pernah
>meminta maaf atas pembunuhan tersebut.
>
>Isu Taliban Terkait dengan Osama Bin Laden
>
>Kami bersikap terbuka dalam isu Osama bin Laden. Kami telah menyatakan
>jika Osama bin laden benar-benar terlibat dalam serangan atas kepentingan
>AS di Kenya/Tanzania, jika bisa diberi kami buktinya bahwa Osama bin Laden
>memang terlibat, kami pasti akan menghukum beliau. Tidak siapa pun yang
>dapat memberikan kami bukti tersebut. Kami membawa beliau ke pengadilan
>selama 45 hari dan tidak tidak siapa pun yang memberti kami sebarang bukti
>apapun. AS memberitahu kami bahwa mereka tidak percaya sistem peradilan
>kami. Kami heran apa sistem peradilan yang mereka pakai. Bukankah mereka
>baru saja mencoba membunuh seseorang tanpa terlebih dahulu memberi orang
>itu pengadilan yang adil. Kami, di Afghanistan, jika seseorang itu
>dianggap penjahat, pihak polisi kami tidak akan pergi memusnahkan rumah
>orang itu, beliau akan diseret terlebih dahulu ke pengadilan. Alibi kami
>yang pertama telah ditolak. AS berkata mereka tidak percaya dengan sistem
>peradilan kami,  oleh itu kami harus serahkan Osama bin Laden. Kami
>mengharapkan ada suatu pasukan pemantau dari PBB di Afghanistan untuk
>menyelidiki aktivitas Osama bin Laden, supaya beliau tidak bisa lakukan
>apa-apa. Kami pun telah merampas segala alat komunikasi kepunyaannya.
>Alibi kami ini juga ditolak.
>Kemudian tindakan kami yang ketiga pada 6 bulan yang lalu adalah kami
>bersedia menerima jika Osama bin Laden dibawa ke pengadilan di negara
>Islam ketiga. Ini juga turut ditolak oleh AS.
>
>Afghanistan bukan negara terrorist. Membuat jarum pun kami tidak bisa,
>bagaimana mungkin kami bisa menjadi ancaman kepada dunia ini ?
>Sebenarnya negara yang membuat senjata nuklir yang bisa membunuh berjuta
>manusia yang patut dipanggil negara terrorist. Dan bukannya kami.
>
>Embargo Ekonomi
>
>Kini kami dikenakan embargo ekonomi yang menimbulkan banyak masalah.
>Kami telah menderita begitu lama - 23 tahun berperang, infrastruktur kami
>habis musnah, masalah pengungsi, dan masalah ranjau yang sengaja ditanam
>oleh Russia di ladang-ladang kami --- tetapi tiba-tiba PBB dengan
>hasutan  Russia mengenakan embargo ekonomi atas Afghanistan. Dan embargo
>ekonomi itu dijatuhkan. Beratus anak-anak mati setiap bulan karena
>kekurangan makanan dalam keadaan iklim yang dingin. Dunia tidak peduli.
>Tetapi dunia sangat peduli dengan patung-patung yang dimusnahkan. Dunia
>memulihkan  Patung-Patung, sementara anak-anak kami dibiarkan mati yang
>berarti masa depan kami juga akan mati, maka dunia tidak berhak terhadap
>warisan kami. Kami memusnahkan patung-patung Buddha tersebut sebagai
>akibat dari langkah UNESCO dan sebuah NGO dari Scandinavia yang datang
>dengan proyek untuk memulihkan muka-muka patung-patung tersebut yang sudah
>dikikis oleh hujan. Majlis Rakyat Afghanistan memohon agar uang untuk
>memulihkan patung-patung tersebut digunakan untuk menyelamatkan nyawa
>anak-anak Afghanistan. Tetapi UNESCO dan NGO tersebut menjawab, "Tidak
>bisa,  uang ini hanya untuk patung-patung. "Rakyat Afghanistan berasa
>terlalu marah karena pihak UNESCO dan NGO yang tersebut menganggap orang
>Afghanistan sebagai sampah. Dan orang Afghanistan pun berkata, kalau kamu
>tidak pedulikan anak- anak kami yang kelaparan itu, kami akan
>musnahkan  patung-patung tersebut. Kalau anda berada dalam keadaan
>demikian apakah yang akan anda lakukan ? Anak-anak anda akan mati di depan
>mata anda, anda dibawah embargo ekonomi, dan orang-orang yang memaksakan
>embargo ekonomi atas anda itu datang untuk memugar patung-patung. Apa yang
>akan  anda lakukan?
>
>
>Kofi Annan
>
>Dan Kofi Annan, Sekjen PBB. Dia pergi ke Pakistan dan berjanji untuk
>menemui wakil Afghanistan di sana.Tetapi orang bernama Kofi Annan ini
>tidak langsung mau ambil peduli penderitaan anak-anak kami akibat embargo
>ekonomi PBB. Kofi Annan juga tidak langsung mau bercerita tentang
>penderitaan 6 juta rakyat kami yang tinggal di perkemahan-perkemahan
>pengungsi. Kofi Annan enggan sama sekali untuk membincangkan masalah
>kemiskinan di Afghanistan. Kofi Annan hanya mau membincangkan masalah
>patung-patung Buddha yang ingin dipugar itu. Ini benar-benar tidak masuk
>diakal. Mereka ini tidak peduli dengan penderitaan anak-anak kami atau
>orang-orang Afghanistan. Kami yang hampir mati karena kelaparan dan tidak
>cukup obatan akibat embargo ekonomi mereka. Yang mereka pentingkan adalah
>patung-patung.
>Maka kami memusnahkan patung-patung tersebut. Dan saya percaya embargo
>ekonomi yang dikenakan atas negara kami, Afghanistan, tidak akan diubah
>selagi kami tidak mengubah keyakinan (agama Islam) kami, dan memang kami
>sekali-kali tidak akan berubah, karena bagi kami keyakinan (agama Islam)
>kami adalah segala- galanya. Siapapun yang coba memaksa kami mengubah
>keyakinan agama kami dengan embargo ekonomi tidak akan berhasil. Mungkin
>cara ini bisa berhasil di Amerika, sebab di Amerika ekonomi dan duit itu
>adalah segala-galanya. Tetapi bagi kami agama Islam kami adalah segala-
>galanya. Dan kami berpegang teguh kepada kepercayaan bahwa lebih baik
>mati karena agama kami dari pada hidup yang sia-sia.."
>
>[Catatan : Sayyid Rahmatullah Hashemi memberi ceramah ini di LosAngeles
>6 bulan sebelum terjadinya serangan atas WTC-Pentagon]
>
>Terjemahan: Tarabulsi
>16 Rajab 1422
>4 Oktober 2001
>
>Shinta Tedjakusumah
>
>
>--
>--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
>Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
>Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
>1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>
>
>


-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke