On Thursday, October 25, 2001 4:56 PM "SP ITB" wrote : > sumber berita di bawah ini. Saya khawatir informasi ini benar sehingga > kebanggaan kita terhadap AS dan "Barat" sebagai negara demokrasi dan negara > yang menjunjung tinggi HAM menjadi sirna.
Siapa yang bangga sih, sehingga khawatir kebanggaan itu sirna? (Mengapa bangga mengenai orang lain???) Salam Bambang S ----- Original Message ----- From: "SP ITB" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, October 25, 2001 4:56 PM Subject: [yonsatu] Re: "The Invisible Afghanistan" > AWW. WCDS > Adakah diantara milisi Yon I ITB yang bisa memverifikasi kebenaran/ keaslian > sumber berita di bawah ini. Saya khawatir informasi ini benar sehingga > kebanggaan kita terhadap AS dan "Barat" sebagai negara demokrasi dan negara > yang menjunjung tinggi HAM menjadi sirna. > WWW. DZArifin Angk. XXII > > -----Original Message----- > From: Reno Andryono <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Wednesday, October 24, 2001 11:33 AM > Subject: [yonsatu] "The Invisible Afghanistan" > > > >Pak widya, kalau ini terjemahannya pake bhs indonesia, sehingga lebih enak > mbacanya. tidak perlu ngalor ngidul dulu. > >-------------------- > > > > > >Subject: [asrama-salman] Fw: [daarut-tauhiid] "The Invisible Afghanistan" > > > >Terjemahan artikel "The Invisible Afghanistan" > >Oleh Sayyid Rahmatullah Hashemi > > > >[Catatan: Sayyid Rahmatullah Hashemi, Duta bagi Afghanistan telah > >melawat AS awal tahun 2001 ini. Berikut adalah terjemahan transkrip dari > >ceramah beliau di Universitas Southern California di LosAngeles, pada 10 > >Maret, 2001] > > > >Telah difirmankan dalam Al Quran, "Hai orang-orang yang beriman,jika > >datang kapadamu orang fasik membawa suatu berita, makaperiksalah dengan > >teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa > >mengetahui keadaannya yang menyebabkankamu nanti menyesal atas perbuatanmu > >itu."[Al-Hujurat 49:6]" > > > >Saya baru saja berbincang dengan sekelompok ilmuwan (di Universitas > >Southern California), dan mereka memulai pembicaraan dengan topik > >patung-patung (Buddha yang dimusnahkan). Sangat dikesalkan karena begitu > >sedikit yang mereka ketahui (mengenai Afghanistan). Tidak seorang (dari > >ilmuwan tersebut) mengetahui akan bermacam masalah yang dihadapi oleh > >Afghanistan. Dan hanya tentang patung-patung tersebut saja yang mereka > >ketahui mengenai Afghanistan. > > > >Afghanistan dipanggil dengan nama "Crossroads of Asia". Kami telah > >menderita karena ketinggalan negara kami yang strategis ini. Kami telah > >menderita dalam abad ke-18, abad ke-19, dan kami masih menderita dalam > >abad ini. Kami tidak menyerang Inggris. Kami tidak menyerang Russia. > >Mereka yang menyerang kami. Oleh itu masalah-masalah yang timbul di > >Afghanistan bukan dari perbuatan kami sendiri. > > > >Penyerangan Soviet > > > >Masalah yang dihadapi sekarang ini di Afghanistan bermula pada th > >1979. Afghanistan adalah negara yang aman. Tetapi pihak Russia dengan > >tentara sebanyak 140,000 anggota telah menyerang Afghanistan pada bulan > >Desember 1979, yaitu lebih kurang 21 tahun lalu, dan telah menjajah > >selama satu dekade, membunuh 1.5 juta rakyat Afghanistan, melumpuhkan > >sejuta orang, dan 6 juta dari 18 juta rakyat Afganistan telah melarikan > >diri dari kekejaman Russia dan menjadi pengungsi dinegara-negara lain. > >Pada waktu itu anak-anak kami mati karena ledakan ranjau (land mines) yang > >ditanam oleh pihak Russia. Dan tidak ada siapapun di dunia luar yang > >mempedulikan hal ini. > > > >Setelah Russia Dikalahkan > > > >Masa penjajahan Russia, pihak AS, Inggris, Peranchis dan China membantu > >para pejuang yang disebut Mujahidin. Hanya 7 kelompok Mujahidinyang > >beroperasi dari Pakistan sementara 8 kelompok yang lain bertindak dari > >Iran dalam memerangi pihak Russia. Setelah Russia kalah, kesemua > >kelompok-kelompok Mujahidin ini kembali ke Afghanistan dengan faham yang > >berlainan dan senjata yang banyak. Mereka tidak bersatu dibawah satu > >pemerintahan tetapi telah bersengketa sesama mereka sendiri di > >Afghanistan. > >Akibat dari pertempuran sesama sendiri ini lebih buruk lagi perang > >semasa penjajahan Russia. Sebanyak 63,000 orang telah terbunuh di Kabul. > >Sebanyak sejuta rakyat lagi melarikan diri dari situasi huruhara tersebut > >ke negara-negara lain. > > > >Munculnya Taliban > > > >Melihat huruhara dan kemusnahan tsb, sekelompok pelajar-pelajar yang > >dipanggil Taliban (Taliban artinya pelajar-pelajar) telah menumbuhkan > >gerakan pelajar pelajar. Taliban mulai tumbuh dari sebuah perkampungan > >di Kandahar yang terletak di wilayah selatan Afghanistan. Taliban mulai > >ada sebagai sebuah gerakan ketika seorang `warlord' (ketuakelompok > >bersenjata - bandit) telah menculik dan memperkosa dua anak perempuan. > >Ibu bapak kedua anak perempuan tersebut telah pergi ke sebuah`pondok > >pesantren' dan meminta guru di sekolah tersebut menolong mereka. Guru > >tersebut bersama-sama 53 orang murid beliau, dengan bersenjatakan hanya 16 > >senjata, pergi menyerang pengkalan bandit tersebut. Setelah membebaskan > >kedua kanak-kanak perempuan yang diculik itu, mereka menggantung mati sang > >pimpinan, juga beserta beberapa orang anak buahnya. Kisah ini tersebar > >luas. BBC juga telah melaporkannya. Mendengar kisah ini, maka banyak > >pelajar-pelajar ikut bergabung dengan gerakan (Taliban) tersebut, dan > >mereka mulai bertindak dengan merampas senjata-senjata dari semua bandit > >tsb. Gerakan pelajar ini -Taliban - kini menguasai 95% Afghanistan > >termasuk ibu kota Kabul. Hanya segelintir dari para bandit itu yang terus > >merajalela di bagian utara Afghanistan (mereka ini adalah Northern > >Alliance). > > > >Keberhasilan Taliban > > > >Kami (Taliban) baru memerintah selama 5 tahun, dan berikut > >adalah keberhasilan kami yang tidak diketahui oleh dunia: > > > >1) Pertama kami telah menyatukan negara yang berpecah-belah. Afghanistan > > sebelum ini berpecah kepada lima kawasan-kawasan. Kami menyatukannya, > > sesuatu yang gagal dilakukan oleh pihak lain. > > > >2) Perkara Kedua yang telah kami lakukan, yang gagal dilihat, > > adalah melucut senjata yang dimiliki rakyat. Setelah peperangan dengan > > Russia, hampir setiap orang Afghan memiliki Kalshnikov, dan juga > > senjata canggih seperti stinger missiles, dan ada yang memiliki > > pesawat dan helicopter pejuang. Melucuti senjata mereka kelihatan > > mustahil. PBB menawarkan US$3 billion untuk membeli kembali > > senjata-senjata itu. Dan karena tidak praktis, maka rencana PBB > > tersebut tidak diteruskan, dan dunia pun melupakan Afghanistan. Tetapi > > kami telah berhasil melucuti senjata di 95% kawasan negara Afghanistan. > > > >3) Keberhasilan kami yang ketiga adalah membawa Afghanistan di bawah > > satu pemerintahan, sesuatu yang tidak terjadi selama 10 tahun sebelum > > kami ambil alih. > > > >4) Keberhasilan kami yang keempat, yang mengkagumkan banyak orang, > > adalah memusnahkan sebanyak 75% tanaman opium dunia. Sebelum kami > > menghapuskannya, 75% pasok opium dunia dihasilkan di Afghanistan. Dan > > pada tahun lalu kami mengeluarkan perintah mengharamkan penanaman > > opium, dan pada tahun ini 2001, ketua Program Pengawasan Opium PBB di > > bawah naungan UNDCP, Mr. Barnard F. dengan bangganya mengatakankan > > Afghanistan bebas sepenuhnya dari tanaman opium - 0% of opium > > cultivation. Zero, zilch, kosong - langsung tak ada lagi. Sayangnya > > sebanyak 700 pakar UNDCP yang memantau tanaman opium telah kehilangan > > pekeerjaan. Pakar-pakar PBB itu tidak menyukai bila kami mengeluarkan > > perintah mengharamkan tanaman opium tsb. > > > >5) Keberhasilan kami yang kelima adalah memulihkan hak-hak asasi manusia > > di Afghanistan. Memang banyak yang telah menuduh kami melanggar hak-hak > > asasi manusia. Realitasnya adalah kami sebenarnya telah memulihkan > > hak-hak asasi manusia. Antara hak-hak asasi bagi seseorang manusia > > adalah hak untuk hidup dengan aman. Sebelum Taliban memerintah, tidak > > seorang pun di Afghanistan > > bisa hidup dengan aman. Malah perkara pertama yang kami lakukan adalah > > mewujudkan keadaan yang tenang dan aman. Keutamaan kami yang kedua > > adalah memulihkan sistem kehakiman yang bebas dan adil. Rakyat > > Afghanistan tidak perlu membayar untuk mendapat pengadilan seperti yang > > berlaku di Amerika Serikat. Di Afghanistan anda tidak perlu membeli > > keadilan. Di Afghanistan pengadilan adalah gratis dan mudah diperoleh. > > > >Hak-hak Kaum Wanita > > > >Kami (Taliban) telah dikritik, katanya kami melanggar hak-hak wanita. > >Adakah anda (di Amerika) ketahui apa yang terjadi sebelum kami > >memerintah? > >Saya lihat dalam dewan ini ada beberapa orang Afghan yang belajar di > >sini, dan mereka pasti akan setuju dengan saya bahwa sebelum Taliban > >memerintah, kaum wanita di kawasan luar kota diperlakukan sebagai > >binatang. Mereka dijual. Kami (Taliban) menghapuskan tindakan yang sangat > >keji ini. Kaum wanita tidak punya hak suara dalam memilih suami bagi > >mereka. Antara perkara yang pertama Taliban lakukan adalah memberi wanita > >hak untuk memilih calon suami masing-masing. Suatu lagi yang jelek yang > >berlaku ke atas kaum wanita di Afghanistan adalah mereka ditukar-tukar > >sebagai hadiah. Padahal tindakan ini bertentangan dengan agama. Ini > >sebenarnya merupakan budaya. Adalah menjadi tradisi bila dua kelompok yang > >bertempur ingin berdamai, maka mereka akan bertukar-tukaran wanita. Dan > >tindakan keji ini sudah dihentikan oleh Taliban. > > > >Berlainan sekali dengan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan, kaum wanita di > >Afghanistan sebenarnya di izinkan bekerja. Kami akui, sebelum 1996, > >yaitu sebelum kami menaklukan ibu kota, Kabul, kami telah meminta kaum > >wanita supaya tinggal di rumah. Tetapi kami tidak sekali-kali berniat > >untuk menyuruh mereka tinggal rumah buat selama-lamanya. Kami menerangkan > >kepada kaum wanita bahwa mereka perlu tinggal rumah karena pada waktu itu > >keadaan huru-hara tanpa ada undang-undang dan oleh karena itu tidak aman > >bagi wanita keluar rumah. Kini kami sudah melucuti senjata-senjata milik > >pribadi-pribadi, kami sudah membuat undang-undang, maka dengan keamanan > >tersebut wanita sudah dibenarkan bekerja kembali. Kami akui > >wanita-wanita kami tidak dibenarkan bekerja pada Kementerian Pertahanan > >seperti di Amerika ini. Kami tidak mau wanita kami jadi pilot jet tempur, > >atau dipergunakan sebagai objek-objek yang menghiasi iklan-iklan. Tetapi > >wanita kami memang dibenarkan berkerja. Mereka bekerja di Kementerian > >Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, pendidikan, Kesejahteraan Umum dan > >seterusnya. > >Kami juga tidak menghalangi kaum wanita untuk mendapat pendidikan. Kami > >telah menyatakan kami mau wanita diberi pendidikan, dan kalaupun tidak > >ada tekanan dari pihak luar kami tetap akan memberi pendidikan kepada > >kaum wanita kami, ini adalah keyakinan kami. Kami diperintah (oleh Allah) > >untuk memberi pendidikan kepada kaum wanita. Bila kami menetapkan > >sekolah-sekolah berbeda kelas untuk lelaki dan wanita, itu tidak berarti > >kami tidak ingin wanita diberi pendidikan. > > > >Memang benar kami menentang `co-education' (sekolah dimana lelaki & > >perempuan bercampur dalam satu kelas), tetapi tidaklah benar sama sekali > >untuk menuduh kami menyekat kaum wanita dari mendapat pendidikan. Kami > >ada sekolah-sekolah, tetapi masalahnya adalah sumber-sumber pembiyaan. > >Sebelum kami mengambil alih pemerintahan terdapat bermacam permasalahan > >pendidikan kurikulum yang mendidik taat setia kepada keluarga raja, > >pendidikan ala komunis, dan kurrikulum yang diperkenalkan oleh bermacam > >pihak. Oleh demikian, pelajar-pelajar menjadi bingung. Kamipun dapat > >menyatukan semua kurikulum yang campur baur itu. Baru-baru ini kami > >membuka kembali Fakultas Pengobatan di Kandahar dan kota utama lain di > >Afghanistan. > >Terdapat lebih banyak pelajar wanita dibandingkan dengan lelaki yang > >mengikuti kursus pengobatantan tersebut. Dan pihak Swedia telah membantu > >mendirikan sekolah-sekolah perempuan. Memang masih tidak mencukupi, > >tetapi ini saja yang kami mampu lakukan pada saat ini. > > > >Osama bin Laden > > > >Kami juga dituduh membiayai kekejaman. Dan nampaknya bagi orang Amerika > >kekejaman itu hanyalah Osama bin Ladin. Sekarang saya ingin memberitahu > >anda semua bahwa Osama bin Laden sudah menetap di Afghanistan selama 17 > >tahun, yaitu sebelum Taliban ada. Bin Laden sudah lama berada > >di Afghanistan untuk memerangi Soviet, dan Ronald Reagan, presiden > >Amerika ketika itu, juga Dick Chenney, telah memberikan pujian kepada > >Osama bin Laden dan kelompoknya sebagai pejuang-pejuang pembebasan > >(freedom fighters) atau pahlawan-pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan > >(Heroes of Independence), sebab perjuangan Bin Laden dan kelompoknya > >ketika itu sejajar dengan dasar Amerika yang menentang Soviet. Tetapi > >sekarang ini ketika Soviet sudah runtuh dan terpecah, orang-orang seperti > >Bin Ladin tidak lagi diperlukan oleh Amerika, dan Amerika melabel mereka > >sebagai teroris dan diburu. Dari disanjung sebagai pahlawan kepada diburu > >sebagai teroris Islam. Kaedahnya agak sama dengan Yasser Arafat yang > >dulunya teroris tetapi sekarang di anggap pahlawan (boneka barat). > > > >Sebenarnya tidak ada beda antara terorisme yang dituduhkan kepada Osama > >bin Laden dengan kekejaman serangan missiles berpandu pada tahun 1998 atas > >Afghanistan. Kedua-duanya tidak diberitahukan terlebih dahulu, dan > >kedua-duanya membunuh orang awam. Jika tindakan terorisme yang > >dituduhkan kepada Bin Laden sesuatu yang sangat kejam, maka serangan > >missiles Amerika keatas Afghanistan juga sesuatu tindakan yang sangat > >kejam karena orang-orang awam telah terbunuh. AS telah mencoba membunuh > >Osama bin Laden tanpa memberi beliau terlebih dahulu pengadilan. Pada > >tahun 1998 pihak AS menyerang Afghanistan dengan missiles, dan pihak AS > >dengan bohongnya mengumumkan bahwa mereka mencoba hendak membunuh Osama > >bin Laden. Pada ketika itu Osama bin Laden tidak dikenali oleh orang-orang > >Afghanistan. Saya sendiri tidak kenal padanya. Oleh karena itu kami > >semua terperanjat. Saya berada dirumah pada malam tersebut dan kami > >diberitahu bahwa AS telah menyerang Afghanistan. Dengan 75 cruisemissiles > >Amerika coba membunuh satu orang. Dan mereka gagal sasaran, dan yang > >dibunuh adalah 19 orang anak-anak sekolah, dan Amerika tidak pernah > >meminta maaf atas pembunuhan tersebut. > > > >Isu Taliban Terkait dengan Osama Bin Laden > > > >Kami bersikap terbuka dalam isu Osama bin Laden. Kami telah menyatakan > >jika Osama bin laden benar-benar terlibat dalam serangan atas kepentingan > >AS di Kenya/Tanzania, jika bisa diberi kami buktinya bahwa Osama bin Laden > >memang terlibat, kami pasti akan menghukum beliau. Tidak siapa pun yang > >dapat memberikan kami bukti tersebut. Kami membawa beliau ke pengadilan > >selama 45 hari dan tidak tidak siapa pun yang memberti kami sebarang bukti > >apapun. AS memberitahu kami bahwa mereka tidak percaya sistem peradilan > >kami. Kami heran apa sistem peradilan yang mereka pakai. Bukankah mereka > >baru saja mencoba membunuh seseorang tanpa terlebih dahulu memberi orang > >itu pengadilan yang adil. Kami, di Afghanistan, jika seseorang itu > >dianggap penjahat, pihak polisi kami tidak akan pergi memusnahkan rumah > >orang itu, beliau akan diseret terlebih dahulu ke pengadilan. Alibi kami > >yang pertama telah ditolak. AS berkata mereka tidak percaya dengan sistem > >peradilan kami, oleh itu kami harus serahkan Osama bin Laden. Kami > >mengharapkan ada suatu pasukan pemantau dari PBB di Afghanistan untuk > >menyelidiki aktivitas Osama bin Laden, supaya beliau tidak bisa lakukan > >apa-apa. Kami pun telah merampas segala alat komunikasi kepunyaannya. > >Alibi kami ini juga ditolak. > >Kemudian tindakan kami yang ketiga pada 6 bulan yang lalu adalah kami > >bersedia menerima jika Osama bin Laden dibawa ke pengadilan di negara > >Islam ketiga. Ini juga turut ditolak oleh AS. > > > >Afghanistan bukan negara terrorist. Membuat jarum pun kami tidak bisa, > >bagaimana mungkin kami bisa menjadi ancaman kepada dunia ini ? > >Sebenarnya negara yang membuat senjata nuklir yang bisa membunuh berjuta > >manusia yang patut dipanggil negara terrorist. Dan bukannya kami. > > > >Embargo Ekonomi > > > >Kini kami dikenakan embargo ekonomi yang menimbulkan banyak masalah. > >Kami telah menderita begitu lama - 23 tahun berperang, infrastruktur kami > >habis musnah, masalah pengungsi, dan masalah ranjau yang sengaja ditanam > >oleh Russia di ladang-ladang kami --- tetapi tiba-tiba PBB dengan > >hasutan Russia mengenakan embargo ekonomi atas Afghanistan. Dan embargo > >ekonomi itu dijatuhkan. Beratus anak-anak mati setiap bulan karena > >kekurangan makanan dalam keadaan iklim yang dingin. Dunia tidak peduli. > >Tetapi dunia sangat peduli dengan patung-patung yang dimusnahkan. Dunia > >memulihkan Patung-Patung, sementara anak-anak kami dibiarkan mati yang > >berarti masa depan kami juga akan mati, maka dunia tidak berhak terhadap > >warisan kami. Kami memusnahkan patung-patung Buddha tersebut sebagai > >akibat dari langkah UNESCO dan sebuah NGO dari Scandinavia yang datang > >dengan proyek untuk memulihkan muka-muka patung-patung tersebut yang sudah > >dikikis oleh hujan. Majlis Rakyat Afghanistan memohon agar uang untuk > >memulihkan patung-patung tersebut digunakan untuk menyelamatkan nyawa > >anak-anak Afghanistan. Tetapi UNESCO dan NGO tersebut menjawab, "Tidak > >bisa, uang ini hanya untuk patung-patung. "Rakyat Afghanistan berasa > >terlalu marah karena pihak UNESCO dan NGO yang tersebut menganggap orang > >Afghanistan sebagai sampah. Dan orang Afghanistan pun berkata, kalau kamu > >tidak pedulikan anak- anak kami yang kelaparan itu, kami akan > >musnahkan patung-patung tersebut. Kalau anda berada dalam keadaan > >demikian apakah yang akan anda lakukan ? Anak-anak anda akan mati di depan > >mata anda, anda dibawah embargo ekonomi, dan orang-orang yang memaksakan > >embargo ekonomi atas anda itu datang untuk memugar patung-patung. Apa yang > >akan anda lakukan? > > > > > >Kofi Annan > > > >Dan Kofi Annan, Sekjen PBB. Dia pergi ke Pakistan dan berjanji untuk > >menemui wakil Afghanistan di sana.Tetapi orang bernama Kofi Annan ini > >tidak langsung mau ambil peduli penderitaan anak-anak kami akibat embargo > >ekonomi PBB. Kofi Annan juga tidak langsung mau bercerita tentang > >penderitaan 6 juta rakyat kami yang tinggal di perkemahan-perkemahan > >pengungsi. Kofi Annan enggan sama sekali untuk membincangkan masalah > >kemiskinan di Afghanistan. Kofi Annan hanya mau membincangkan masalah > >patung-patung Buddha yang ingin dipugar itu. Ini benar-benar tidak masuk > >diakal. Mereka ini tidak peduli dengan penderitaan anak-anak kami atau > >orang-orang Afghanistan. Kami yang hampir mati karena kelaparan dan tidak > >cukup obatan akibat embargo ekonomi mereka. Yang mereka pentingkan adalah > >patung-patung. > >Maka kami memusnahkan patung-patung tersebut. Dan saya percaya embargo > >ekonomi yang dikenakan atas negara kami, Afghanistan, tidak akan diubah > >selagi kami tidak mengubah keyakinan (agama Islam) kami, dan memang kami > >sekali-kali tidak akan berubah, karena bagi kami keyakinan (agama Islam) > >kami adalah segala- galanya. Siapapun yang coba memaksa kami mengubah > >keyakinan agama kami dengan embargo ekonomi tidak akan berhasil. Mungkin > >cara ini bisa berhasil di Amerika, sebab di Amerika ekonomi dan duit itu > >adalah segala-galanya. Tetapi bagi kami agama Islam kami adalah segala- > >galanya. Dan kami berpegang teguh kepada kepercayaan bahwa lebih baik > >mati karena agama kami dari pada hidup yang sia-sia.." > > > >[Catatan : Sayyid Rahmatullah Hashemi memberi ceramah ini di LosAngeles > >6 bulan sebelum terjadinya serangan atas WTC-Pentagon] > > > >Terjemahan: Tarabulsi > >16 Rajab 1422 > >4 Oktober 2001 > > > >Shinta Tedjakusumah > > > > > >-- > >--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- > >Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> > >Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > >Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > >Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu> > >1 Mail/day : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest> > > > > > > > -- > --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- > Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> > Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu> > 1 Mail/day : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest> > > -- --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu> 1 Mail/day : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>
