Sdr.Bambang.S
Memang repot kita saat ini,banyak perbaikan/pembetulan yg harus dilakukan
di banyak bidang serentak.Tapi ini tugas kita semua,kita tak bisa hanya
mengharapkan orang lain yg melakukannya untuk kita.
Di tahun 50 an (setelah pengakuan republik)ada penertiban laskar,juga
pengaturan kembali kepangkatan di militer(sebab ada yg berasal dari
pendidikan Belanda,Jepang dan di perang kemerdekaan itu sendiri).
Satu yg kurang puas dengan pengaturan kembali tersebut adalah Kartosuwiryo
,yg kemudian tetap mempertahankan laskarnya dst.nya menjadi DI/TII. 
Saya sedang berpikir apakah "keberanian berkelahi satu-satu" kita merosot?
Sehingga apa apa harus ramai-ramai,harus punya massa.
Pengamatan saya pada :tawuran antar siswa sekolah,tawuran antar kampung,
tawuran antar preman di pasar dlsb.nya.
Wassalam
Moelthazar Poeloengan.  

-----Original Message-----
From: Bambang Subianto [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, October 25, 2001 12:55 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yonsatu] Laskar


Assalamualaikum,
Ada satu hal yang beberapa hari terakhir ini jadi pikiran. Ini mengenai
laskar. 
Kalau kita amati gejala di sekitar kita, semasa orde baru ada semacam
laskar, kalau tidak salah namanya Pemuda Pancasila. Pada pasca orde baru,
berbarengan dengan menjamurnya partai politik nampaknya tumbuh pula tradisi
baru. Setiap partai (dan organisasi masyarakat) ikut latah punya semacam
laskar. PKB punya, PDIP punya, PAN juga punya. Golkar ya tentu punya, wong
yang mulai. Partai-partai yang lainnya kemungkinan juga punya.
Pertanyaannya, laskar-laskar ini statusnya apa dalam konteks sistem keamanan
nasional. Otoritasnya apa, tanggung-jawabnya apa, rambu-rambu apa yang
membatasinya, landasan hukum apa yang mendasari pembentukannya, siapa yang
bertanggung-jawab atas ekses-ekses yang terjadi, dan seterusnya . . . .
Kalau tidak salah keberadaan tentara informal ini semakin tidak keruan, ada
laskar jihad yang bawa kotak menunggu sumbangan di pintu tol, katanya untuk
jihad ke Maluku. Sudah berbulan-bulan, sampai minggu lalu masih ada
(contohnya di dekat pinto tol Rawamangun). Apakah kegiatan seperti itu
konsisten dengan keinginan untuk memulihkan kedamaian di Maluku? Rasanya
tidak konsisten, tetapi instansi berwenang kok seperti diam saja?
Contoh lain dari Kediri. Adik saya (yang kebetulan tentara) bercerita bahwa
di sana kalau orang mau slametan misalnya saja sunatan, ya harus lapor ke
laskar yang kuasa di situ. Kalau tidak ya repot lah.

Saya kemudian coba mengingat-ingat. Kalau tidak salah di masa perang
kemerdekaan (aku waktu itu masih balita) juga banyak laskar. Ada TP, ada
TRIP, ada Laskar Hisbullah, dan sebagainya. Lalu mengapa setelah tahun 1950
laskar-laskar itu menjadi tidak ada lagi? Apakah pimpinan TNI ketika itu
(Pak Dirman) memiliki visi yang jauh, sehingga dengan tegas mengharuskan
agar para anggota laskar untuk memilih : mau jadi tentara beneran atau
tidak. Kalau tidak ya betul-betul jadi sipil, jangan berseragam dan
beroperasi layaknya aparat keamanan. Kalau mau jadi tentara ya silahkan jadi
tentara beneran, yang punya disiplin dan norma-norma keprajuritan. Mungkin
dulu begitu, saya tidak tahu. Seandainya diantara anda ada yang punya
catatan sejarah mengenai ini saya sangat berterima kasih bila boleh mendapat
ceritanya. Mungkin partai-partai politik perlu mengkaji plus-minus dari
adanya laskar semacam ini di partainya. Apa betul perlu, dan perlunya buat
apa, dan mengapa harus begitu seperti tidak ada aparat keamanan saja. 

Kemudian kita bisa ingat lagi periode awal tahun 60-an. Banyak diantara kita
ketika itu sudah di Bandung, mahasiswa, dan anggota Resimen Mahawarman. Ada
konsep yang dilemparkan oleh PKI ketika itu, yaitu "Angkatan ke-5".
Dipikir-pikir, perkembangan perlaskaran atau tentara informal atau apapun
namanya itu sekarang ini salah-salah seperti konsisten dengan konsep
angkatan ke-5.

Jadi, ekonomi sedang amburadul, pertahanan dan keamanan nampaknya juga kita
tidak tahu mau ke mana, hukum idem dito, repot juga ya . . . .

Salam
Bambang Subianto

-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke