[ copy darat dilaksanakan 4-5 Januari 2003, lihat footer Milis anggota ]

Pak Pandji yth,
Mungkin yang bapak maksud dengan "bung Sodik" adalah "bung Trisno Wibowo"
atau "bung Ganapati" yang terlibat diskusi E-mail ini...

salam
Asodik

> -----Original Message-----
> From: DR Ir Pandji R Hadinoto PE LL.M [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Sunday, 29 December 2002 6:44 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [yonsatu] Re: FW: Re: FW: [BUMN] Transfer Monopoli Negara
> kepada Asin g atas usaha Start egis dan Menguntungkan.
> 
> [ copy darat dilaksanakan 4-5 Januari 2003, lihat footer Milis anggota ]
> 
> Sebagai tambahan info boeat Bung Syafril yang budiman dan rekan Sejawat
> lain,
> Suara Pembaruan 28 Desember 2002 perlu dibaca karena SPA dibedah a.l.
> peranan MSOE yang dominan.
> Sementara di Kompas 29 Desember 2002 dijabarkan 4 TAP MPR, UU No. 25/2000
> (yang sudah ditanggapi banyak pihak justru mengundang kontroversi),
> KepPres No. 122/2001, KepPres No. 7/2002.
> Bagaimanapun, menarik disimak pula bahwa Renungan Suci Sumpah Palapa yang
> diadakan di Mojokerto, 28 Desember 2002 (Kompas minggu), walaupun
> konteksnya tidak secara langsung ke topik hot issues ini, namun sangat
> menyentuh nurani.
> Lebih lanjut, melengkapi pertanyaan Bung Sodik ikhwal (content), sbb :
> Dari buku Ketahanan Nasional, Lemhanas 1995, hal.32, 4) Posisi Silang,
> Indonesia menempati dan memiliki posisi silang bukan hanya dalam arti
> geografi, tetapi juga dalam arti transportasi, komunikasi, ideologi,
> politik, sosial budaya, ekonomi, demografi dan pertahanan keamanan. Posisi
> yang demikian ini memberikan kepada Indonesia kedudukan dan peranan yang
> sangat penting dalam persoalan-persoalan dalam negeri maupun luar negeri,
> yang dapat berdampak positif maupun negatif. Di hal. 33, b.1) Wilayah
> negara Republik Indonesia adalah wilayah negara Kepulauan dengan luas laut
> 3 kali luas daratan dan terdiri dari ribuan pulau. Sehingga masalah
> komunikasi dan transportasi menjadi sangat vital.
> Dari UUD45 beserta perubahannya, Pasal 33(2) Cabang-cabang produksi yang
> penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai
> oleh negara.
> Oleh karena itulah, saya pribadi, bisa memahami opini Kedaulatan Informasi
> Kita Hilang, Republika minggu 29 Desember 2002.
> Jadi, Bung Sodik, bajunya memang sosok BUMN yang Hukum Privaat, namun yang
> diurusnya atau dikelolanya adalah Hukum Publik (tafsir saya adalah bahwa
> sistim telekomunikasi, yang walaupun tidak kasat mata, sepanjang
> berpengaruh besar bagi komunikasi nasional, sangat lekat dengan pasal
> 33(2) UUD45 diatas, ya walaupun saya sadari ikhwal ini bisa saja tetap
> mengundang pro dan kon).
> Memang ini semua adalah Teori atau Idealita, dan Prakteknya atau Realita
> bisa berbeda, tergantung mutu kelola penyelenggara negara. Ya kalau banyak
> ramah tamah, selalu senyum dan bagaimanapun "good boy" bisa ditebak
> tingkat akurasinya, apalagi ukurannya adalah indikator keuangan spt.
> tingkat kurs mata uang, atmosfir investasi, dlsb.
> Saya kurang mahfum soal teknologi telekomunikasi, namun ada baiknya dibaca
> lebih lanjut Republika minggu hal. 17 Saintek --> Mata-mata Dunia Itu
> Bernama Echelon.
> Bahkan saya masih merasa kurang pas dengan Politik Akal Sehat yang digelar
> Bung Syahrir dari PPIB, yang lebih pas adalah Akal Akalan Sehat plus Mata
> Jeli, seperti Raffles itu, sehingga Singapura demikian powerful sekarang
> yang siapa tahu kelak muncul Singapura Raya (SingRaya). Setahu saya,
> Bandar Laut Tumasik, longlisted juga di Negarakertagama-nya Majapahit
> (yang kemudian berubah nama jadi Singapura sekarang) dibangun oleh
> Prameswara, bangsawan pelarian dari Palembang, yang kemudian hijrah lagi
> ke Johor dan membangun Bandar Laut disana. Powerful karena bisa mengeruk
> pasir laut dari Indonesia untuk reklamasi (dengan dampak P. Nipah hampir
> tenggelam) dan bisa menguasai/mengendalikan sistim telekomunikasi di
> nusantara (betul ada pendapat toh regulasi tetap ditangan pemerintah RI,
> namun saya masih kurang yakin, bagaimanapun mekanisme RUPS per UU No.
> 1/1995 menjadi lebih menentukan, atau ini justru potential dispute kelak).
> Ya , Raffles juga memberikan manfaat boeat Indonesia, dia yang
> memerintahkan perwiranya untuk membongkar gundukan tanah yang mengubur
> Borobudur, dan kita sekarang sudah cukup bangga dengan selalu membongkar
> kejayaan masa lalunya.
> Saran saya boeat Bung Syafril, Do It Yourself itu bagus, dan lebih bagus
> lagi Doeit Kumpulin banyak-banyak, nanti boeat beli kembali SingTel kalau
> perlu SingRaya.
> Salam Pejuang Merah Putih,
> Pandji R. Hadinoto
>  Syafril Hermansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:[ copy darat
> dilaksanakan 4-5 Januari 2003, lihat footer Milis anggota ]
> 
> On Fri, 27 Dec 2002 16:07:01 +0700 Abdul Sodik (AS) on behalf Trisno
> Wibowo wrote :
> 
> [ mohon maaf krn tulisan ini panjang ]
> 
> > > Mas Syafril Hermansyah dan Mas Ganapati,..... 
> > > Berbeda pendapat itu baik dan marilah tidak usah saling benar dan
> > > salahkan, yang lebih penting lagi mari kita galang kekuatan untuk
> > > menyelamatkan bangsa ini........ 
> 
> Ajakan yg simpatik :-)
> 
> Awalnya saya merasa heran mengapa rekan-2x di BUMN mengatakan saya
> memberikan analisis sepotong-2x (padahal saya merasa tidak demikian),
> bahkan rekan kami Pak Hadinoto pun menyatakan bahwa analisis saya
> sebaiknya komprehensif, tidak sepotong-2x. Baru sore tadi saya sadari
> bahwa rupanya Bapak-2x tsb tidak terbiasa dg cara membaca message dari
> mailing list secara threading, yg mrpkan kebiasaan umum netter saat
> diskusi menggunakan usenet (news reader) dimana saat diskusi harus
> melihat keseluruhan thread (topik), bukan per message, contoh thread
> (spt yg terlihat di e-mail client saya) mirip online archive milis
> [EMAIL PROTECTED]
> http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> 
> OK, kali ini saya akan merangkum jawaban-2x saya kedalam satu tulisan.
> 
> > > Monopoli beberapa saat lalu memang memberikan bayangan/momok (pakai
> > > "o") yang menakutkan. 
> > > Tapi apakah "Privatisasi ke Penguasaan asing" tidak akan lebih
> > > memberikan MOMOK (yang pakai huruf besar semua dan lebih tebal????).
> > > Anda bisa bayangkan kalau jadi tahun 2003 ini harga minyak
> > > mengikuti harga pasar, bagaimana harga-harga yang lain
> > > akan"menyesuaikan?". Bagaimana pula kalau "Monopoli Asing yang
> > > menguasai"??? Dapatkah Negara ini mengontrolnya??? (pakai "r"). Dan
> > > bagaimana pula dengan bidang usaha yang lain??? Indosat, Bank, Semen
> > > dsb,....
> 
> Ya dalam jangka panjang monopoli tidak menguntungkan rakyat banyak,
> khususnya jika pengelola tidak mempunyai visi dan misi yg tegas/jelas.
> Karena Indosat/Telkom bergerak dibidang Telematika, saya akan ambil
> contoh mengenai biaya ADSL (Asynchronous Digital Subscriber Line), yg
> sebenarnya sudah saya sampaikan di posting saya terdahulu, kali ini lbh
> panjang lebar biar jelas.
> 
> Kantor saya menggunakan koneksi ADSL dari Telkom, bandwidth yg saya
> langgan adalah 512/64 (artinya 512 KBps download speed, 64 KBps upload
> speed). Saya harus membayar setiap bulan Rp. 3.800.000,- (sebelum PPN)
> utk langganan ini. Seorang teman di London (UK, Inggris) kebetulan
> menggunakan koneksi ADSL juga, bandwidth yg dia gunakan kebetulan sama,
> dan dia harus membayar bulanan sekitar USD 35. Teman di Jerman
> ( tinggal di desa Bielefeld) bilang dia membayar utk bandwidth yg sama
> kira-2x USD 35 juga. Teman di Belgia lebih beruntung, dia cuma membayar
> USD 28 utk koneksi 512/128.
> 
> Saya heran, mengapa mereka (khususnya Inggris dan Jerman) bisa mendapat
> harga yg murah seperti itu, krn dulu hari saya pernah diberitahu mereka
> bahwa untuk pulsa fixed phone disana ketentuannya mirip Indonesia (pay
> by minute usage). Akhirnya saya diberitahu mereka, bahwa sejak 2 tahun
> terakhir ada regulasi baru disana, British Telecom tidak lagi beroperasi
> sendirian disana, begitu juga di Jerman, Belgia; dampak dari adanya
> kompetisi adalah harga pulsa dan ADSL ini terus menerus turun, shg
> akhirnya biayanya spt yg saya sebutkan diatas.
> 
> Dalam hati saya berkata, "Sungguh beruntung mereka...", hal itu akan
> sulit dilakukan oleh banyak negara Asia (termasuk Indonesia) yg umumnya
> sangat regulated. Ternyata saya salah, salah satu member dari Milis yg
> saya kelola kebetulan orang Malaysia, bahkan bekerja di Telkom-nya
> Malaysia (Telekom Malaysia Berhard) menginformasikan ke saya bahwa biaya
> langganan ADSL di Malaysia sbb :
> 
> [ kebetulan saya masih punya arsip e-mail dia, jadi saya quote saja, tp
> nama sebenarnya dan e-mail address sengaja saya hiden]
> 
> ---begin quote ---
> From: "....." 
> To: "Syafril Hermansyah" 
> Subject: Re: Selamat Merdeka!
> Date: Mon, 19 Aug 2002 23:52:13 +0800
> X-Mailer: Microsoft Outlook Express 5.50.4522.1200
> 
> > > Bagaimana dengan Price/Monthly Fee nya ?
> 
> Ongkosnya satu bulan...here's the breakdown:
> 
> ADSL
> 1)Home - 384/128 Kbps
> - RM60 (~USD16) permonth (limited 60 hours per month)
> - RM88 (~USD23) permonth (unlimited)
> - RM111(~USD29) permonth (unlimited) + free modem
> 
> 2)Enterprise
> -1.0M/384Kbps - RM588 (~USD155) permonth (unlimited)
> -2.0M/384Kbps - RM988 (~USD260) permonth (unlimited)
> 
> 3)Corporate
> -1.0M/384Kbps - RM888 (~US234) permonth(unlimited)
> -2.0M/384Kbps - RM1688 (~USD444) permonth(unlimited)
> 
> SDSL
> 1)Enterprise
> -1.5M/1.5Mbps - RM888(~US234)permonth (unlimited)
> 
> 2)Corporate
> - 1.5M/1.5Mbps - RM1488(~USD340)permonth (unlimited)
> 
> So, bagaimana, lagi murah atau mahal berbanding di tempat anda??
> 
> > > Registered sekitar 80, yg aktif mungkin sekitar 25.
> > >
> > > Saya sendiri pakai telkom.net.id (Divisi Multi Medianya Telkom
> > > Indonesia) :-)
> 
> Mmmm, sounds competitive.. lagi byk ISP lagi byk pilihan?... Adakah
> access feenya sama untuk semua ISP?? As for Malaysia, access fee untuk
> PSTN adalah sama untuk kedua2 ISP kerana campur tangan pemerintah, iaitu
> 1 sen perminit, manakala dialup fee ialah 1.5 sen. So ongkos untuk
> seminit dialup menggunakan PSTN di Msia adalah 2.5 sen perminit.
> Anggarannya bilangan users untuk kedua2 ISP ini adalah dalam 2 juta
> orang. Populasi Msia adalah 22 millions, so lebih kurang 9% sahaja. 
> Bagaimanapun pula dengan Ina?? Bagaimanapun tidak semua 2 juta ini
> aktif... ada nya user lelap ZZzzzzzzzz dalam 30-40% (non active la itu -
> tidur!!!)
> 
> Saya ada kedua2 account ISP, katakan satu down, saya ada pilihan yg satu
> lagi ;-) Tapi yang 99% aktif adalah Tmnet, dan Jaring punya saya dikira
> lelap deh!!.. Kadang2 password pun lupa!!!
> 
> ---another quote ----
> 
> From: "xxxxx" 
> To: "Syafril Hermansyah" 
> Subject: Re: Selamat Merdeka!
> Date: Wed, 21 Aug 2002 09:18:21 +0800
> X-Mailer: Microsoft Outlook Express 5.50.4522.1200
> 
> > Saya dengar di Inggris dan banyak negara biaya itu memang turun
> > setelah National Telco punya saingan, di Indonesia saat ini masih di
> > monopoli oleh Telkom sih :-(
> 
> Memang nya begitu kalu ada monopoli. Di Malaysia ada lebih kurang 5
> telco. Tapi rasanya mungkin tidak lama lagi yang 2 akan 'bungkus' atau
> cari business lain. Sebab baru2 ini kerajaan Malaysia hanya memberi 
> license 3G kepada 3 sayrikat telco sahaja. :-)
> ......
> 
> ---end of quote ---
> 
> Satu-2x nya teman saya yg negaranya hanya punya 1 Telco adalah di
> Jamaica, disana biaya ADSL 512/64 sebesar USD 110/month fixed.
> 
> Monopoli dimanapun memberi dampak inefficiency, baik itu utk swasta dan
> apalagi Pemerintah, untuk itulah perlunya UU Anti Monopoli dan Komite
> Persaingan Usaha. Tulisan Pak Djoni Saleh bagus sebagai referensi, lihat
> disini :
> 
> http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg02534.html
> 
> Sekarang, soal dijual ke pihak asing.
> Soal ini mah terpaksa :-( 
> Negara kita sdg perlu uang untuk menutup APBN, shg terpaksa harus
> menjual asset, itu tindakan yg realistis.
> 
> Kalau Asset itu tidak menguntungkan, siapa yg mau jual (inikan yg
> diributkan, kok asset menguntungkan dijual ?); akan tetapi ingat kalau
> asset itu merugi siapa yg mau beli ?
> Kalau saja ada orang Indonesia yg bisa dan mau membeli Indosat, saya
> lebih setuju dilepas ke orang itu... tetapi siapa yg bisa/mau ?
> Kalau saja ada asset yg menguntungkan (shg orang mau beli) tp tidak
> strategis, tentu asset itu dijual duluan :-)
> 
> Yg mestinya kita pikirkan, kita diskusikan adalah 'bagaimana mengurangi
> dampak penjualan asset strategis ke pihak asing', mungkin diskusinya
> bisa lebih sehat. Misalkan saja, bisa saja pemerintah kita cuma punya
> 5 persen saham, akan tetapi yg 5 % itu saham istimewa, punya privilege
> yg lebih dibanding yg lain (di posting yl, saya menggunakan contoh Ford
> Motor Company, dimana Keluarga Ford sekalipun bukan pemegang
> saham mayoritas akan tetapi punya privilege besar).
> 
> > > Untuk menghilangkan ketakutan ketidak efisienan, bukan berarti harus
> > > menyerahkan ke pihak Asing,..... Bagaimana dengan usaha meningkatkan
> > > kinerja BUMN dan menciptakan "Usaha yang bersih" (BUMN, Negara,
> > > Pemerintah dan Swasta). 
> 
> Seperti saya tulis diatas, monopoli lbh banyak jelek dpd baiknya, entah
> itu dilakukan oleh swasta (nasional atau asing), maupun oleh pemerintah
> RI sendiri. UU Anti Monopoli itu penting untuk menjaga dunia usaha
> berlangsung secara sehat, dg privatisasi maka UU Anti Monopoli akan
> dapat dilakukan secara penuh, tidak ada 'vested interest'dari pihak
> manapun lagi.
> 
> > > Karena yang terlibat perbuatan Korupsi tidak hanya BUMN lho,
> > > Bagaimana swasta yang ngadali uang negara? Bagaimana
> > > dengan swasta yang memanfaatkan kekuatan Pejabat, Wakil rakyat,
> > > Pemimpin Negara untuk"mengatur" pengeluaran dana Negara melalui
> > > cara-cara yang Bathil??? 
> 
> Pemerintah kita di masa Orde Baru menggunakan konsep Trickle Down
> Effect, y.i. membesarkan Konglomerat dulu dg harapan nantinya akan
> menetes kebawah. Ternyata harapan itu kosong belaka, dan kita melihat
> hasilnya spt yg sekarang ini. Mestinya kita banting stir, cari cara baru
> yg lebih bagus, shg tercipta masyarakat yg adil makmur sesuai sila ke-5
> Pancasila.
> 
> > > Mungkin kalau kita mau, bersatu kita benahi
> > > hal-hal yang demikian ini,.... mulai dari yang kecil, mulai dari
> > > diri sendiri dan mulai dari sekarang,.......
> 
> Setuju utk yg ini.
> Salah satu amanat MPR utk pemerintah yg sekarang adalah berantas KKN,
> kalau mau diskusi soal ini yo monggo.
> 
> -- 
> syafril
> -------
> Syafril Hermansyah
> 
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : 
> Moderators : 
> Unsubscribe : 
> Vacation : 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now
> 
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
> 
> 
> ---
> Incoming mail is certified Virus Free.
> Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
> Version: 6.0.427 / Virus Database: 240 - Release Date: 6/12/02
>  
> 
---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.427 / Virus Database: 240 - Release Date: 6/12/02
 

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>


Kirim email ke