On Fri, 03 Jan 2003 20:35:04 +0700 Sharif Dayan (SD) wrote: > >dan konsep itu menawarkan 'biaya' yg jauh > >lbh murah dpd memelihara sekian banyak tentara. > > Menurut saya, justru memberdayakan rakyat -mengingat keadaan > perekonomian kita saat ini- akan membutuhkan beaya yang sangat besar. > Lihat saja nasib GND (Gerakan Nasional Kedisiplinan), yang berbeaya > besar namun tidak ada tanggapannya seperti yang diharapkan. Menurut saya Gerakan Disiplin Nasional (dan banyak konsep-2x bagus lain) gagal krn tidak ada konsistensi. Mengurus soal moral tidak cukup cuma ngomong 1-2 kali, bahkan tidak cukup 20 -30 kali, harus terus menerus (macam iklan coca cola <g>). Konsistensi mrpkan salah satu titik lemah bangsa kita, blm tahu persis apa obatnya yg mujarab :-( > >Mengajar orang awam utk menggunakan senjata, menyetir tank, > >bahkan pesawat terbang bukan pekerjaan susah yg makan waktu banyak. > > Bagaimana tahapan pemilihan dan penyaringannya ?
Sayang Anda tidak ikut HANATA2003 kemarin :-) Pak Tino menjelaskan secara gamblang konsep ROTC di US yg terdiri atas 2 tahap (masing-2x tahap 2 tahun). Prestasi akademik mrpkan acuan utama, siswa wajib punya prestasi akademik minimal B, jika kurang tidak diterima. Stl diterima menjadi kader (cadet) ROTC pun, prestasi akademik tsb tetap jadi acuan, jika failed mempertahankan nilai B maka akan drop out. Kalau dibandingkan dg situasi disini, program ROTC disana mirip-2x dg program Beasiswa yg diberikan Perusahaan kepada siswa terpilih. Mereka mendapatkan uang bulanan (tuition), semacam gaji gitulah. Dg perkataan lain, siswa ROTC adalah siswa yg mendapat beasiswa dg ikatan dari US Army/Navy/Airforce dll. > >mengajarkan mereka untuk bisa bertempur dalam formasi, > >berpartisipasi dalam TeamWork, strategi/taktik tempur bukan pekerjaan > >1-2 bulan. > > Apakah semuanya harus menjalani tahapan baris berbaris ? Siapa yang > akan menanganinya ? Militer. > >Tentu saja, masalahnya prioritas, layak dilakukan atau tidak. Kalau > >'bungkus' atau positioningnya tepat, besar harapan utk diterima :-) > > Siapa yang menilai 'bungkus' tersebut ? Yang akan 'sibuk' menyambut > 2004 ? Duh !:( Keamanan dan Kedaulatan Negara itu penting, siapapun yg berkuasa nantinya perlu orang-2x/pihak yg bisa mengamankan kedaulatan negara (emang apa enaknya jadi presiden tanpa kekuasaan/kedaulatan <g>). Kalau baca cerita Executive Ordernya Tom Clancy, Saudi Arabia, Kuwait bersedia utk beli alat-peralatan perang dari Amerika sekalipun mrk tidak mahir menggunakannya, yg mrk harapkan dg tindakan itu adalah Amerika mau memayungi Keamanan/Kedaulatan Negara mereka. Mrk bersedia sbg gudang senjata Amerika, agar di saat-2x butuh tindakan cepat, pasukan Amerika tinggal datang kesana dan senjata disediakan oleh negara setempat. > >Wah blm baca novel 1984, idenya apa di novel itu ? > > Novel karangan George Orwell, ditulis tahun 1950-an, berlatar belakang > kehidupan dalam Uni Soviet, saat Stalin berkuasa. Ah ya saya ingat itu...Damai Itu Perang berbeda dg itu. Damai itu perang menyangkut perang non konvensional, lbh mengarah ke perang intelektual. Objectivenya bisa mirip, misalkan penguasaan wilayah, industry dls, cuma caranya tidak pakai 'kekerasan'. Contoh saja, ingin menguasai selat malaka agar pelayaran armada dari laut pacific ke samudra Hindia jadi singkat, atau ingin menguasai sumber minyak di lepas pantai Indonesia; maka masukkan ide/usul ke konvesi hukum laut internasional agar Zona Economic Exclusive suatu negara tidak lebih dari 1 mil laut saja (extrem-nya gitu deh). -- syafril ------- Syafril Hermansyah<syafril-at-dutaint.co.id> --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
