Content-Type: text/plain;
charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
Sabtu malam, 4 jan. 2003, pada acara Hanata di rumah Tutun, dalam kata =
sambutannya, Haryanto Dhanutirto mengemukakan bahwa saingan Yon-I itu =
hanya Yon-II/Unpad.
Betul seperti kata Mas Haryanto, jaman itu kita selalu bersaing dengan =
Yon-II. Apapun move mereka, selalu kita tandingi, dan sebaliknya.
Tetapi yang disebut "move" ini, dan "tandingan"-nya itu, kesemuanya =
adalah kegiatan yang positif.
Contohnya, suatu kali kita dengar mereka melatih kemiliteran pelajar SMA =
Negeri I (sekarang SMUN-I). Terus Yon-I nggak mau ketinggalan melatih =
pelajar SMAN-II.=20
Sampai ketika itu ada yang bilang: "Aneh ya, Yon-I SMA-II, Yon-II =
SMA-I..."
Salahsatu anggota korps siswa didikan Yon-I, yang waktu itu disebut =
Kojarsena (Korps Pelajar Serbaguna), nampak menonjol dalam latihannya. =
Dan dia begitu terobsesi dengan latihan kemiliteran yang kita berikan, =
sehingga ketika lulus SMA lalu masuk Akmil, dan kemudian menapaki karier =
kemiliteran yang gemilang. Sayang dia ini meninggal dalam usia muda. Dia =
adalah alm. Letjen. TNI Agus Wirahadikusumah.
Barangkali teman-teman pelatih Kolat ada yang punya kesan-kesan khusus =
dengan Agus Whk yang bisa diceritakan di sini.
Dalam sambutan di rumah Tutun, Mas Haryanto mengungkapkan juga secuil =
cerita mengenai kasus senjata G-3.
Bagi para senior yang pada presentasi LCD-nya Tutun terpampang fotonya =
sedang ber-parade dengan senapan G-3, penjelasan berikut ini sekedar =
refreshing ingatan, dan bagi para yunior untuk mengetahui suatu episode =
dalam sejarah Yon-I.
Suatu ketika di tahun 1965, menjelang HUT Mahawarman, diedarkan =
pengumuman oleh Danmen, May. Inf. Oyik Suroto (waktu itu belum ada =
Skomen), bahwa tiap batalyon harus mengirimkan pasukan sebanyak 1 kompi =
(penuh) untuk mengikuti upacara parade dan defile.
Senjata bagi segenap pasukan upacara akan disediakan oleh Paldam =
VI/Siliwangi, berupa:
- senapan LE (Lee Enfield) untuk tiap anggota regu,=20
- senapan mesin Bren-gun untuk pembawa SMR (senapan mesin ringan) dalam =
regu,=20
- pistol-mitralyur Sten-gun bagi para Danru,=20
- kelewang (pedang) bagi para Danton serta Danki.
Saya masih ingat, ambil senjatanya di gudang senjata Paldam (Direktorat =
Peralatan Kodam) di Jalan Gudang Utara, tidak jauh dari RinSil (Resimen =
Induk Siliwangi, sekarang namanya Rinifdam, Resimen Induk Infanteri =
Kodam).
Ini adalah senjata standar untuk pasukan TNI pada tahun 1950-an.=20
Saat itu, pertengahan 1960-an, senapan LE sudah tidak lagi menjadi =
standar TNI, tetapi yang lainnya, seperti Sten, Bren dan kelewang masih. =
Bahkan untuk pasukan upacara TNI, sampai jaman sekarang pun kelewang =
masih standar, walau bentuk pedangnya agak lain.
Sekitar seminggu sebelum Hari-H, kita mendapat "info S-1", bahwa Yon-II =
tidak akan mengambil senjata dari Paldam yang menjadi jatahnya...
Karena mereka berhasil mencari pinjaman senjata dari sumber lain, dan =
akan melengkapi anggota tiap regu dengan senapan US Rifle M-1, yang =
dikenal dengan sebutan "Garrand", dan tiap Danru akan menyandang US =
Submachinegun M-3 yang di Indonesia secara salah dikenal dengan sebutan =
"Thompson" (sebetulnya yang disebut Thompson itu adalah US Submachinegun =
M-1, tetapi M-1 dan M-3 memang mirip).
Sedangkan pembawa SMR mereka akan tetap membawa Bren, dan Danton serta =
Danki menyandang kelewang.
Pada jaman itu, konfigurasi senjata seperti itu adalah standar pasukan =
Kujang, pasukan elite Siliwangi yang ketika itu sangat harum namanya, =
jauh melebihi reputasi RPKAD (nama Kopassus TNI-AD di jaman itu).
Menurut anggota S-1 kita, Yon-II mendapat pinjaman senjata ini dari =
Yon-308/Kujang-II, yang ketika bermarkas di Jalan Tongkeng, daerah =
Cipaganti.
Memang harus diakui bahwa teman-teman Yon-II lebih lihay dalam urusan =
"penguasaan territorial".
Wah, kita sempat panik. Sebab sudah "pakem"-nya bahwa Yon-I nggak boleh =
kalah dari Yon-II. Apalagi kalau urusan "SG (Sumber Gaya)".
Jadi mau tidak mau, bisa tidak bisa, kita musti cari senjata lain. =
Senjata apa pun OK, asal jangan LE-lah!
Tetapi Kujang sudah pasukan paling elite, siapa lagi di Angk. Darat =
(TNI-AD) yang punya senjata yang lebih hebat dari Garrand mereka?
RPKAD waktu itu sudah mulai pakai AK-47, tetapi masih jarang-jarang. =
Baru sebagian pasukan tempurnya di Cijantung, Jakarta. Dan mau pinjam =
senjata ke Jakarta, waktunya sudah terlalu sempit. Sedangkan di Pusdik =
RPKAD di Batujajar, AK hanya ada beberapa pucuk, jauh dari cukup kalau =
untuk satu kompi.
Di saat terakhir, kita ingat di Yon-I ada anggota, Erlangga Suryadarma, =
yang ayahnya mantan KASAU. Dan dia kenal baik dengan para perwira AURI =
(TNI-AU) di Lanud Husein Satranegara, termasuk pimpinan PGT (Pasukan =
Gerak Tjepat, nama Paskhas TNI-AU ketika itu), yang waktu itu markasnya =
di Husein (sekarang markasnya di Lanud Sulaiman, Margahayu).=20
Dari info S-1, kita juga tahu bahwa PGT baru saja dilengkapi dengan =
senjata hebat, yang konon namanya "Getme" (yang betul "Cetme"), atau =
"G-3", suatu jenis senapan-serbu (assault rifle).
Nah, Erlangga inilah yang lalu diminta menghubungi pihak Husein =
Sastranegara untuk meminjam G-3 itu!
Di jaman itu persaingan antar angkatan dalam TNI masih sangat tajam. =
Situasi ini kita manfaatkan.
Di Husein ada seorang perwira, May. Subiakto, yang tugasnya pembinaan =
territorial (sekarang hanya TNI-AD yang boleh punya fungsi bin-terr.). =
Dia inilah yang kita approach.=20
Kita minta dipinjami senjata yang "hebat", dengan reasoning bahwa =
penggunaan senjata itu oleh mahasiswa kiranya bisa menjadi semacam =
"promosi" keberhasilan pembinaan terr. bagi AURI, dalam rangka =
persaingan dengan angkatan lain.
Selain pendekatan "politis" itu, pendekatan pribadi juga ditempuh. Untuk =
"merayu" May. Biakto ini, Erlangga minta ditemani Nafi dan Edibowo, =
karena mereka berdua bertetangga di Jalan Ranggamalela dengan perwira =
terr. AURI ini, dan sering ber-siskamling bersama.
Hasilnya luar biasa, kejutan besar.=20
Memang kejutan, karena sempitnya waktu membuat kita baru memperoleh =
senapan-serbu G-3 itu malam harinya sebelum Hari-H, jadi S-1 "lawan" =
tidak sempat "mencium" berita itu.=20
Sehingga ketika kompi upacara Yon-I muncul di lapangan parade, =
pasukan-pasukan batalyon lainnya langsung terkesima...
Faktor kejutan lainnya tentulah kenyataan bahwa yang kita sandang itu =
senapan-serbu, yang karakteristiknya adalah seluruh personil suatu regu =
memakai senjata yang sama.=20
Danru tidak perlu memakai pistol mitralyur (seperti Sten atau Thompson), =
karena assault rifle sebagai senapan full automatic adalah juga pistol =
mitralyur.
Begitu pula pembawa SMR tidak perlu membawa SMR (seperti Bren atau BAR), =
karena asault rifle sebagai senapan full automatic adalah juga senapan =
mesin ringan.
Bayangkan, 38 tahun yang lalu itu, kompi upacara Yon-I sudah berbaris =
sebagaimana layaknya pasukan jaman tahun 2000-an sekarang, yang secara =
seragam menyandang SS-1 atau M-16.=20
Tidak nampak ada senjata panjang dicampur senjata setengah badan =
dicampur lagi senjata berat, semuanya sama, seragam dan rapih!
Tetapi, nah ada "tapi"-nya nih, sebetulnya ada kejutan lain yang waktu =
itu ingin kita sajikan, sayang waktu terlalu sempit.=20
Yaitu PBB (Peraturan Baris-Berbaris) dalam menyandang senjatanya.
Kita tahu bahwa senapan biasa kalau berbaris dipanggul di pundak, tetapi =
assault rifle, terutama yang menjadi kelengkapan pasukan para (airborne =
troops), yang popornya bisa dilipat sehingga menjadi pendek, ketika =
berbaris disandang dengan memegangnya di depan dada.
Nah, G-3-nya PGT itu, karena senjata paratrooper, seharusnya waktu =
berbaris juga disandang di depan dada.=20
Wah, kalau saja waktu itu kita berbaris seperti itu (seperti gambar =
tentara wanita Irak di koran-koran kemarin ini, yang berbaris dengan =
menyandang AK-101 di depan dada membusung mereka), bener-bener SG deh.
Sayang sekali waktu yang sempit ketika itu tidak memberikan kesempatan =
kita belajar dan berlatih PBB dengan menyandang senjata di dada itu =
(yang berbeda dalam segala hal dengan PBB untuk memanggul senjata di =
pundak).
Itulah sebabnya ketika kita mencermati foto-foto yang disajikan Tutun di =
rumahnya, mata yang jeli akan melihat keanehan cara PBB pasukan Yon-I =
ketika ber-parade dengan G-3 itu.
Ah, tapi sakitu 'ge 'nggeus SG pisan nya Tun!!!
Wasalam.
------------
PS: Di milis [anggota] bisa dilihat gambar G-3 (Cetme Modelo B) yang =
terlampir.
-- Binary/unsupported file stripped by Listar --
-- Type: image/jpeg
-- File: cetme-b.jpg
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>