Bung Sodik, itu namanya bukan "diserbu", tapi "diundang" atau minta untuk "diserbu" !! Sebaiknya kita rajin "ngaca" supaya kita tau "wajah" negeri tercinta ini !!! Amerika sih " mesem2" aja.............opo tumon ???
Wassalam, ----- Original Message ----- From: "Abdul Sodik" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; "Yon-II/UNPAD" <[EMAIL PROTECTED]>; "Hankam" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, April 03, 2003 12:56 PM Subject: [yonsatu] Re: Apakah AS akan Menyerbu Indonesia ? & Terjajah > Salah besar (menurut saya), kalau dikatakan Donald Rumsfeld memutuskan TIDAK > AKAN MENYERBU KE INDONESIA !!! > > Sebelum Irak di serbu, justru Indonesia disengaja atau tanpa sengaja telah > diserbu Amerika dan konconya dari dan dengan berbagai cara. Amerika dan > konconya sadar bahwa Negara kita Indonesia dalam tataran Internasional baru > sebatas urusan "perut" dan sekitarnya, karena itu strategi Amerika dan > konconya menyerbu Indonesia melalui sumber yang mengenyangkan perut. Jadi > tanpa harus bersusah payah dan mempertaruhkan nyawa seperti menghadapi Irak. > > > Berikut ini cara Amerika dan konconya yang menyerbu Indonesia: > > Pabean: > Berapa banyak barang-barang selundupan dari Amerika dan konconya yang masuk > Indonesia, tanpa harus bayar cukai yang seharusnya. Bahkan senjatapun bisa > masuk Indonesia dan dimiliki secara ilegal. Bagaimana tentara GAM atau Timor > Timur dulu memiliki senjata....? Siapa yang diuntungkan..jelas produsen > senjata Amerika dan konconya, oknum pabean hanya kebagian "sekedarnya". > > Makanan cepet saji & soft drink. > Amerika dan konconya paham betul bahwa Indonesia "doyan" makanan "warteg" > buatan Amerika dan konconya, sampai-sampai orang Indonesia merasa sebagai > warga kelas satu jika sudah makan di McD, KFC, dsb. Akhirnya export paha > ayam (kalau di Amerika sono adalah makanan anjing, maaf) dengan mudahnya > masuk ke Indonesia (disetujui menteri perdagangan lagi..hebat to?). Siapa > yang untung...? > > Ironisnya rakyat Indonesia yang "merasa" tidak PD untuk makan di "warteg > McD, KFC dsb) sudah cukup "terhibur" dengan membeli ayam goreng yang memakai > minyak bekas fried chicken/hotel. Padahal kandungan kolesterolnya dari > minyak bekas tsb cukup besar, tetapi apa mereka cukup peduli...? tidak. > Bahkan saking miskinnya (baik materi maupun moral) rakyat Indonesia, sampai > ayam matipun (seperti yang terjadi di Tangerang baru-baru ini) dijual dengan > diberi bumbu berwarna kuning terlebih dahulu (sebagai kamuflase) sebelum > dijual di pasar dalam bentuk ayam potong untuk "manusia". > > Sementara untuk minum dengan air putih (lebih sehat) kebiasaan orang tua > kita dulu justru dikalahkan dengan Coca Cola, Fanta dsb. > > Hiburan > Indonesia yang kaya dengan budaya tradisional yang beraneka ragam dari > Ludruk Humor, Ketoprak Humor, Wayang sampai Goyang Inul dsb. Ternyata masih > haus hiburan dan cenderung meniru budaya Amerika dan konconya. Bagi Amerika > dan konconya, tidak merasa dirugikan dengan VCD bajakan yang telah beredar > luas di kalangan masyarakat Indonesia dan menjadi konsumsi berbagai usia. > Justru VCD tsb (meskipun bajakan) memberikan image terhadap Amerika dan > konconya sebagai negara super power tak terkalahkan dengan "Rambo" Amerika > dan "James Bond" Inggrisnya. Pesan tersembunyinya jangan coba-coba mengusik > Amerika dan konconya jika tidak ingin berakibat seperti yang dipertontonkan > lewat film tsb. > > Alat komunikasi > Tanpa kita sadari, bahwa kita beremil ria (menggunakan Yahoo=Yahudi, secara > gratis), computer IBM beserta prosesornya "Intel", serta ber HP ria merk > Nokia...sampai satellite... dsb sedikit banyak kita harus "menyumbang" > kantong Amerika dan konconya. Itu semua karena rakyat Indonesia lebih > "bangga" memakai produk Amerika dan konconya ketimbang menciptakan produk > sendiri tetapi tidak laku dipasaran, malah di bajak lagi. Jadi secara tidak > langsungpun kita telah "diserbu" atau "dijajah" Amerika dan konconya kan?. > > Pakain,alat olahraga & alat rumah tangga dsb. > Tidak kalah pentingnya, rakyat Indonesia yang luar negeri minded menjadikan > Amerika dan konconya panen raya di Indonesia. Coba lihat pakaian sampai > sepatu kita bermerk Amerika dan konconya (meskipun banyak yang dibuat di > Indonesia)...dari mulai merk Mark&Spencer, Nike, Levis, Triumph, Wacoal, dsb > > Maka kalau kita menghendaki "boykot" untuk produk Amerika dan konconya > (berkaitan penyerbuan Amerika ke Irak)...rasanya tidak memungkinkan jika > kita bersikap "konsisten", mengingat rakyat Indonesia "sudah terlanjur" > dijajah tanpa sadar. Bahkan dari berbagai produk Amerika dan konconya yang > diproduksi di Indonesia, justru rakyat Indonesia banyak bergantung hidup > kepadanya....Apa ini bukan bentuk lain dari penyerbuan/penjajahan..? > > Masih banyak lagi yang lainnya......saya yakin andapun bisa mengungkapkan > hal-hal tsb. > > Salam, > Asodik > > -----Original Message----- > From: Akhmad Bukhari Saleh [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, April 01, 2003 6:20 PM > To: Yon-II/UNPAD; Yon-I/ITB; Hankam > Subject: [yonsatu] Apakah AS akan Menyerbu Indonesia ? > > Suatu team Pentagon, dipimpin Paul Wolfowitz, menghitung-hitung jika > AS terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa kerugian yang harus > dipikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran > tentara AS di bumi Indonesia. > Begitu memasuki wilayah pabean Indonesia, mereka akan dihadang pihak > aparat Bea dan Cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata > tajam serta peralatan perang tanpa dokumen yang benar. Ini berarti > mereka harus menyediakan "uang damai". > Coba hitung berapa besarnya jika bawaannya sedemikian banyak. > > Kemudian ketika mereka mendirikan base camp militer, bisa ditebak di > sekitar base camp pasti akan dikelilingi oleh penjual bakso, tukang es > kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral cel-dam Rp.10.000,- / 3 pcs. > Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut juga mangkal di > sekitar base camp. > > Kemudian tank-tank dan kendaraan-kendaraan tempur lapis baja yang > diparkir dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas > dari dinas perpakiran daerah. > Jika dua jam pertama per kendaraan dikenakan Rp.10.000,- (maklum tarif > orang bule), berapa yang harus di bayar AS kalau tanks dan armoured > cars harus parkir selama sebulan. > > Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para > Mr. Cepek yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi > kendaraan yang melewati jalan tersebut. > Dan jika tanks dan armoured cars yang besar dan panjang itu harus > membelok atau melewati pertigaan atau berselisih-lalu di jalan sempit, > mereka harus menyiapkan recehan lagi untuk para Mr. Cepek. > > Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan AS jika harus berkonvoi, > karena antrean kendaraan yang berjalan lambat pasti akan dihampiri > para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus > mengeluarkan recehan lagi. > > Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti > kena semprit kerena konvoi tanpa izin. > Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan. > > Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena > nyamuknya masya Allah, gede-gede kayak vampire. > > Malam hari di hutan yang sepi mereka akan dikunjungi wanita-wanita > yang tertawa dan menangis. > Harusnya mereka senang karena bisa R & R dengan para wanita itu, > seperti kebiasaannya di Bangkok, tapi bayangan kesenangan tersebut > akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di > punggungnya. > > Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena sungai dekat base camp > dilalui "rudal kuning" yang ditembakkan penduduk setempat dari > "hovering boxes" di atas sungai. > > Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari peralatan perangnya, karena > di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap > mempreteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. > Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikiloin. > Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya membawa > kabur jip-jip Humvee mereka, yang kalau didempul dan cat ulang bisa > dijual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan. > > Dan yang lebih menyedihkan lagi, badan pasukan AS akan kudisan karena > tidak bisa berganti pakaian. > Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok > pakaian army-look-padang-pasir mereka sudah mejeng di pasar Jatayu, > Bandung atau Jatinegara, Jakarta, di lapak-lapak pakaian bekas. > > Peralatan telekomunikasi mereka juga harus dijaga ketat, karena para > bandit kapak merah yang biasa mengincar handphone, kali ini akan lebih > napsu lagi melihat telepon satelit canggih yang dibawa serdadu AS itu. > > Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang digunakan untuk base > camp kepada haji Husin, haji Mamat, dan engkong Jai', para juragan > kaveling. > Di samping itu mereka juga harus minta izin kepada RT, RW dan > kelurahan setempat. > Berapa meja yang harus dilalui dan berapa banyak dana yang harus > disiapkan untuk meng-amplop-i pejabat-pejabat ini. > > Para komandan pasukan AS juga akan kena tugas tambahan mengawasi para > prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton > dangdut di RW-06, katanya ada Inul di sana. > > Membayangkan ini semua, akhinya Donald Rumsfeld memutuskan TIDAK AKAN > MENYERBU KE INDONESIA !!! > > > > --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- > Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> > Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > > --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- > Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> > Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
