Motifnya, seperti pernah beberapa kali saya sebutkan dalam milis ini, adalah
kepentingan Cendana untuk memelihara ketidak-stabilan masyarakat (to sustain
instability).
Mungkin tidak banyak orang yang sadar, misalnya, bahwa untuk setiap SIM yang
dibikin di Jakarta, Tutut masih menerima bagian porsi yang terbesar dari
biaya yang dibayar masyarakat.
Padahal hari ini sudah 5 tahun sejak Soeharto jatuh, dan kontrak SIM ini
jelas-jelas 100% KKN.
Teman-teman Ekek di Pertamina mungkin tidak sadar bahwa lebih 60%
pengangkutan BBM masih dilakukan oleh tanker-tankernya Tommy, yang
dikendalikannya dari Nusa Kambangan ("villa"-nya di sana jauh lebih nyaman
dari sel "VIP"-nya di Cipinang, Sandy Harun leluasa menginap di situ, mana
jauh dari wartawan lagi).
Kalau disusun daftarnya, masih ada puluhan proyek semacam ini, besar dan
kecil, dari yang kepunyaan Yayasan milik Soeharto sendiri, sampai yang
kepunyaan Ari Sigit, dan juga para cronies-nya, yang masih memberi income
belasan milyar SEHARI pada keluarga Cendana.
Dalam keadaan tenang, ini semua akan dipersoalkan masyarakat, pemerintah,
partai politik, aparat, dsb.
Karena itu mereka sangat berkepentingan agar ketidak-tenangan harus terus
dipelihara.
Ketika Ambon mulai tenang, Fuad bawazir, kasir Cendana, membiayai pengiriman
Laskar Jihad, berintikan kelompok Ongen Sangaji, preman Ambon di Jakarta,
untuk menyulut lagi kerusuhan di sana.
Ketika Papua sudah nampak mulai tenang, lalu Theys dibunuh, jadi bergolak
lagi. Kalau sudah tenang lagi, lalu pegawai asing di Freeport ditembaki,
sehingga bergolak lagi. Keduanya dilakukan oleh Kopassus "cabang Cendana".
Kalau Bali dan Sulut sudah nampak sebagai daerah paling stabil di Indonesia,
lantas di-bom.
Begitu seterusnya.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - - - - -
Kalau untuk elit TNI, betul kata Doedoeng, dalam memelihara
ketidak-stabilan, ini, motif mereka memang "sederhana", yaitu ketenangan dan
kestabilan masyarakat akan mengurangi terus peran TNI, dan pada gilirannya
juga akan mengurangi terus budget bagi mereka.
Sekarang saja mereka sudah dengan sangat sebal melihat makin membesarnya
peran yang dimainkan oleh Polri.
Dulu Kapolri di bawah Panglima ABRI, tetapi sekarang sama-sama di bawah
Presiden langsung, jadi sehingga istilah big brother dan adik bungsu yang
dulu begitu berpengaruh di Cilangkap, sekarang sudah tidak ada lagi.
Paradigma hankam sekarang ini, kalau bicara masalah kamdagri, itu urusan
polisi. Karena itu kita akan melihat bahwa jumlah polisi, termasuk jumlah
Brimob, akan terus diperbesar. Keadaan yang sehat adalah kalau jumlah polisi
lebih besar dari TNI, dengan persenjataan Brimob (terutama armour, sea-borne
dan air-borne vehicles) yang tidak kalah dari TNI.
Bayangkan, apa ini bukannya mimpi buruk bagi elit TNI yang sekarang ini!?
Dengan paradigma bela negara yang baru ini, menurut saya sudah saatnya kita
di Yon-I juga berbicara mengenai peran menwa (dan alumninya) dalam
hankamrata matra kepolisian.
Wasalam.
======================================================
----- Original Message -----
From: Doedoeng Z. Arifin
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 28 Mei 2003 8:03
Subject: [yonsatu] Re: Abu Jihad (Re: Re: Strategi Anti Perang Gerilya)
> AWW.
>
> Kalau menurut saya sih motifnya sederhana saja, proyek dan uang
> syukur bisa jadi elit penguasa di TNI.
> Analisis Pak KNE tentang pembakaran ratusan gedung sekolah
> juga bisa ada benarnya.
>
> Wassalam.
> DZArifin.
============================================
> ----- Original Message -----
> From: "Syafril Hermansyah" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, May 27, 2003 12:51 AM
> Subject: [yonsatu] Re: Abu Jihad (Re: Re: Strategi Anti Perang Gerilya)
> > Saya heran kalau itu memang kenyataan, apa sih ya motifnya ?
> >
> > syafril
> > -------
> > Syafril Hermansyah<syafril.yon1.mahawarman.net>
========================================
> > On Mon, 26 May 2003 23:48:34 +0700 Akhmad Bukhari Saleh (ABS) wrote:
> > >
> > > Jadi kalau Basye bilang GAM itu asalnya pergolakan di daerah itu,
> > > tentu ada benarnya. Tetapi "kipas" dan "kompor"-nya sih ada di
> > > Jakarta...
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>