----- Original Message ----- From: Priyo Pribadi Soemarno To: [EMAIL PROTECTED] Sent: 26 Mei 2003 19:37 Subject: [yonsatu] Re: Strategi Anti Perang Gerilya
> Ngomong2, masih ingat enggak dengan kasus pembomam BEJ , > masih ingat Imran yang ditangkap tapi berhasil kabur lagi,... kabarnya > dia tewas di Aceh. > Ada lagi, Abu Jihad yang terkait dengan beberapa pemboman di Jakarta, > ternyata malah dibunuh orang di Ambon, katanya kriminal, bukan politik. > Coba dicermati, apakah nama2 tersebut memang kebetulan sama atau > memang dia orangnya,... Lalu, coba di rekonstruksi, apakah hal2 tersebut > ada saling kait mengaitnya,... ?? > Kangmas Djoni, barangkali sudah ada di catatan panjenengan. Lho bukan cuma sudah ada di catatan saya, malahan sudah beberapa kali saya sebut di milis kita ini, bahwa Abu Jihad yang pendiri GAM itu sobatnya Syafrie Syamsuddin! Siapa Syafrie ini? Dia Pangdam Jaya waktu kerusuhan Mei 1998, ketika Soeharto sedang di Mesir. Sebelum kerusuhan itu terjadi, dalam pertemuan Yon-I membahas situasi perjuangan reformasi, seorang rekan Iftikar, sesama dosen pembimbing Yon-I, sudah mengingatkan akan bakal terjadinya suatu kerusuhan yang direkayasa pihak penguasa/militer di saat Soeharto berada di luar negeri. Syafrie juga lama bertugas sebagai pengawal ring-1 Soeharto. Kita semua tahu di periode 5 tahun terakhir Soeharto, hanya famili dekatnya (Wismoyo, Prabowo), mantan ajudannya (Try Sutrisno, Wiranto) dan pengawal ring-I (Syafrie, Endriartono Soetarto) yang bisa naik kariernya memimpin Komando Utama TNI. Syafrie juga sobat paling kental Prabowo, yang bertanggungjawab atas ada aksi Team Mawar Kopassus dalam melakukan penculikan-penculikan. Ketika Soeharto jatuh, Syafrie juga out. Tetapi ketika Endriartono jadi Panglima TNI, Syafrie nongol lagi, walaupun baru sebagai Kapuspen. Tapi konon katanya mau jadi Asintel. Saya juga sudah menyebut di milis ini tentang Imran, pembom BEJ, yang begitu diserahkan Polisi pada Pom TNI, langsung dilepas (dilaporkannya sih buron). Soal kabarnya dia tewas di Aceh, itu kan "kabarnya". Most likely dia lagi istirahat tenang-tenang di Cijantung, menunggu penugasan berikutnya... Jadi kalau Basye bilang GAM itu asalnya pergolakan di daerah itu, tentu ada benarnya. Tetapi "kipas" dan "kompor"-nya sih ada di Jakarta... ======================================================= > Hal2 tersebut patut menjadi catatan kita dan menjadi perhatian karena > sepertinya ada sesuatu yang terjadi di belakang berbagai peristiwa, > di Aceh, Ambon, Poso, pemboman di Jakarta dan mungkin saja dengan > peristiwa desersinya pasukan jempolan beberapa waktu yang lalu. Wah jeli juga Anda nih. Tetapi ketika beberapa waktu yang lalu saya bilang begini juga di milis ini, ada member yang menanggapi bahwa kalau benar, koq ngeri banget ya Mas ABS... Namun ya bagaimana lagi, kalau pasukan yang terlatih paling top di Indonesia lalu dapat tugas merekayasa konflik. Satu hari dia memperkosa perempuan Cina dengan mengaku pribumi. Besok dia membantai ibu-ibu Kristen dengan mengaku Islam. Lusa dia membantai bayi Muslim dengan mengaku Kristen. Padahal semuanya team yang itu-itu juga yang melakukan. Lalu tinggal kemudian ditambahi dengan membayari pengerahan massa Islam keblinger yang merasa dikirim ke Ambon untuk berjihad. Ditambahi lagi dengan membayari pengerahan massa Ambon Kristen keblinger yang merasa berjuang untuk menghidupkan lagi RMS, padahal RMS asli di Belanda udah senang jadi warganegara Belanda, nggak pingin pulang lagi ke Maluku. Tetapi, begitu langkah-langkah kejahatan kelas wahid itu mulai terbongkar, satu-per-satu saksi-saksi hidup dihabisi, antara lain si Abu Jihad itu, supaya dalang-dalang itu tetap selamat. Yaa ngeri memang... Wasalam. --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
