Widya �astrena Dharmasiddha !

Mungkin sudah ada yang membaca ini. Kalau belum, bagaimana tanggapan Anda ?
Maaf, saya terlambat meneruskannya.

Pak ABS sudah pernah menanggapinya di [hankam].


Sharif Dayan


>From: "byu birowo" <[EMAIL PROTECTED]>
>Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact [EMAIL PROTECTED]
>Date: Mon, 22 Jan 2001 22:14:59 +0700
>Subject: [hankam] Teknik Identifikasi posisi GAM
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Pelaksanaan operasi Terpadu di Nangroe Aceh Darrusallam telah memasuki hari
>ke 4. Dan kita apat melihat bahwa pasukan TNI belum sepenuhnya mampu
>menguasai Aceh dan belum  efektif melumpuhkan simpul simpul kekuatan GAM.
>Meski agak terlalu dini untuk menyimpulkannya, tapisaya melihat ada satu
>kendala yang sangat berat dihadapi TNI. Yaitu menentukan basis basis operasi
>GAM di setiap wilayah, lantaran data yang dipakai mungkin data beberapa
>waktu yang lalu, sehingga tempat tempat tersebut saat di gerebek sudah
>berupa rumah kosong. Lantaran hal itu juga sudah diantisipsi GAM menjelang
>di laksanakan Operasi Terpadu, dengan memindahkan basis operasinya lebih
>kedalam, atau bahkan mobile untuk menghindari sergapan TNI.
>Secara teori, untuk melumpuhkan simpul kekuatan GAM , maka harus segera di
>eliminir basis basis operasi, komunikasi dan logistik GAM secepat mungkin.
>Dan hal ini dimungkinkan secara kekuatan karena fasilitas persenjatan TNI
>yang lebih lengkap.
>Akan tetapi untuk mencapai tahap tersebut harus diketahui posisi basis GAM
>yang baru, dan ini adalah hal yang tidak mudah. Karena dalam menentukan
>posisi barunya yang lebih aman, GAM akan memilih daerah yang mayoritas
>penduduknya mendukung GAM minimal secara moral.
>Dan saya mengamati bahwa teknik TNI untuk mencari posisi GAM yag baru masih
>menggunakan paradigma lama, yaitu menggunakan informasi dari rakyat, dengan
>syarat mereka bisa merebut hati rakyat aceh terlebih dahulu. Ini bukan hal
>yang mustahil bahkan sangat perlu dilakukan untuk menghadapi perang anti
>gerilya. Tapi masalahnya sampai berapa lama TNI bisa "merebut hati rakyat
>Aceh", hingga rakyat Aceh mau memihak TNI dan memberikan info tentang markas
>GAM. Padahal perang hanya dibatasi sampai jangka waktu 6 bulan. Meski dapat
>diperpanjang, tapi kita harapkan tidak.
>Untuk itu berdasarkan analisa saya, pihak TNI harus mengupayakan "cara cara
>yang lebih efektif dan instan" untuk mengatasi masalah ini.
>"Cara efektif dan instan" tentu tidak menggunakan cara waktu DOM dulu, yaitu
>menginterogasi rakyat aceh habis habisan, hingga sangat rawan terhadap
>pelanggaran HAM, dan semakin sulit merebut hati rakyat aceh.
>Teknik instan tersebut bisa menggunakan cara cara sebagai berikut:
>1. Penggunaan RPV/UAV yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengintaian
>udara terhadap posisi wilayah yang dicurigai menjadi basis GAM dengan sistem
>senyap. Dan saya kira ini adalah hal yang sangat mungkin. Karena UAV yang
>model begini TNI juga sudah tidak asing lagi waktu di mapenduma dl.
>Disamping itu saya mendengar bahwa PT DI dan ITB juga sudah berhasil membuat
>UAV sendiri dengan spesifikasi yang cukup baik, kapasitas terbang 6 jam
>sehingga cukup mengcover wilayah Aceh yang dicurigai.(saya membaca di
>angkasa edisi bulan ini). Meski masih uji coba tapi saya kira asal TNI ada
>niat pasti bisa di sempurnakan secepatnya.Atau kalo mau bypas pinjam aja
>milik Singapura kayak waktu di Mapenduma.
>2. Melakukan kerjasama dengan negara yang memiliki fasilitas "inderaja "
>yang lebih canggih. Saya pernah melihat film serial Dr Ryan, berjudul
>"Patriot Games", disitu dijelaskan bagaimana CIA dan MI6 memantau camp camp
>pelatihan IRA ,yang selanjutnya diinfokan ke pasukan penyergap, hingga misi
>cepat selesai. Mungkin cuma film, tapi fasilitas teknologi ini memang sudah
>ada.Kerjasama bisa dengan Rusia misalnya untuk memantau daerah pedalaman
>Aceh.
>3 Atau bekerja sama untuk memantau posisi sinyal dari HP satellite di
>seluruh wilayah Aceh, lantaran saya melihat bahwa GAM bukan tipe gerilyawan
>yang cerdas. Lihat aja gimana bangganya Panglima GAM Tengku darwis Juneb,
>begitu bebasnya memakai HP sattelite miliknya saat keluar di TV. Padahal
>gerilyawan lain seperti IRA,Checnya,  Alqaeda dll jarang yang berani
>menggunakan alat tersebut. Karena mudah diketahui lawan. Bahkan bagi
>gerilyawan Checnya atau IRA mereka lebih cerdas lagi, sampai tau kapan
>jadwal satellite mata mata AS atau Rusia melintas diatas  camp camp mereka.
>Dan untuk itu TNI mungkin bisa meminta bantuan PSN untuk masalah ini, karena
>bisa jadi banyak komandan pasukan GAM yang menggunakan BYRU utk SIM Card
>nya.(ingat kasus penangkapan Tommy Soeharto, khan juga dengan memantau
>sinyal HP nya)
>4 Adalah dengan menggunakan teknik "Radio Homing" yaitu suatu alat untuk
>melacak posisi pemancar pemancar gelap di wilayah yang dicurigai, karena GAM
>tentu menggunakan fasilitas Komunikasi radio juga untuk berkomunikasi. Cuma
>mungkin akan cukup rumit, karena banyaknya titik yang akan dicurigai, karena
>HT adalah alat komunikasi pasukan GAM di tingkat unit. Sedangkan komandan
>mereka lewat HP sattelite.
>Yach bagi TNI tinggal pilih aja mau make yang mana, tapi akan lebih baik
>kalo dilakukan kombinasi, misal diketahui sinyal HP satellite di suatu
>wilayah yang dicurigai, dan selanjutnya kirim RPV/UAV untuk memastikanya
>(jangan pesawat biasa terlalu berisik). Dan setelah pasti kirim OV 10 bronco
>atau tembakan Howitzer untuk menyapu, dan selanjutnya baru kirim pasukan
>"Mobud"(mobilitas udara) untuk membersihkan dengan mengepung daerah
>tersebut.
>Jadi lebih efektif, dan ini sangat sangat perlu dilakukan
>ketimbang bos bos TNI pada inspeksi pasukan melulu ke Aceh, dengan alasan
>menyemangati para prajurit, tapi tidak membekali dengan teknik dan teknolgi
>yang efektif, untuk mempermudah tugas prajuritnya.
>"That's a big gambling man" karena seperti kata pak "Salim Said" tadi malam,
>bahwa apabila TNI sampai gagal mempertahankan Aceh dari NKRI,  maka nasib
>NKRI di ujung tanduk. Karena dua pelajaran akan membuat orang semakin yakin,
>daripada satu pelajaran, "yap pelajaran pertama adalah Timtim".
--
-== http://www.ksatrian.or.id ==-
-== [EMAIL PROTECTED] (defense matter forum) ==-
-== To contribute article - write to [EMAIL PROTECTED] ==-


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke