On Thu, 29 May 2003 13:56:14 +0700 Akhmad Bukhari Saleh (ABS) wrote: > Terlepas dari anak elektro atau bukan, saya tertarik membaca > berita bahwa TNI melarang penjualan kartu isi-ulang pulsa > handphone di daerah pengaruh GAM. > Kan gebleg tuh. Kenapa tidak justru dibiarkan GAM memakai > handphone sehingga mudah mengidentisikasi posisinya?
Saya setuju dg pendapat 'geblek' itu :-))) Salah satu strategi perang yg jitu adalah jangan bunuh pemimpin lawan yg geblek, tp manfaatkan kegeblekannya semaksimal mungkin. Menurut saya tindakan yg bener, semua kartu prabayar disana dipasangin program identifikasi shg deteksinya menjadi jauh lbh mudah. Siapa sih ya yg ngatur strategi dan ambil keputusan disana, jangan-2x disusupi tuh :-) Kalau di politik ... jangan jatuhkan pimpinan parpol lawan yg punya banyak kelemahan, tp manfaatkan. Jadi nggak usah heran kalau Akbar Tanjung nggak didesak turun dari jabatan ketua DPR, kalau diganti nanti jadi susah memanfaatkan Golkar :-) > Saya jadi berandai-andai, coba kalau di Dishub TNI ada > perwira elektro/elektronika lulusan ROTC Yon-I... Visi Pak, menurut saya sih Visi pemimpin yg penting. CEO boleh saja gaptek, tp utk visi nggak boleh hilang kalau institusi mau selamat mengarungi masa depan. -- syafril ------- Syafril Hermansyah<syafril-at-dutaint.co.id> . --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
