On Thu, 29 May 2003 10:38:44 +0700 Priyo Pribadi Soemarno (PPS)
wrote:

> Jangan salah paham , bukan  menyangkut kita dan CORPS , tetapi
> sebetulnya saya ingin menggarisbawahi pertanyaan bung  Syafril
> , tentang kelakuan orang2 yang membakari sekolahan tersebut ,..
> Ternyata dari analisa mas Djoni , kita sudah mendapatkan
> beberapa petunjuk tentang krisis internal TNI yang
> diekspresikan dengan  kejadian2 di Aceh ,... 

Nampaknya itu dampak konflik internal yg ada di TNI spt yg pernah
disebutkan Kolonel (pensiunan) Djuanda.
Besar dugaan saya bhw ini konflik antara 'tentara koboi' (baca
sbg tentara tempur, orang lapangan) dg 'tentara salon' (baca sbg
tentara intelektual, orang di belakang meja), yg masing-2x
mempertahankan cara dan pendapat masing-2x sementara pimpinan
tidak bisa mengakomodasikan keduanya (jaman itu jaman serba
salah, kan saat itu mirip dg jaman diktator, semua tergantung apa
kata Pak Harto saja).

> Dan bukan maksud saya menuduh TNI yang sudah berjuang mati2an 
> dengan resiko mati  dan dijepit pula dengan issue HAM . Kita
> perlu "membaca"  peristiwa penumpasan  GAM tersebut sebagai 
> batu ujian terhadap TNI dan sikap kebangsaan kita yang
>  "mendua" ,  pingin tetap bersatu , tapi merampas haknya orang
> lain ,... pingin damai,  tapi menginjak kaki orang lain ,.... 
> pingin tetap melindungi kepentingan  rakyat  tetapi 
> didramatisir  dengan merusak kepentingan rakyat ,... Ini ada
> ilmunya ,...dan diajarkan pada kelompok  pasukan jempolan ,..
> yang agak keblinger ,.. 

Gini lho Mas maksud saya sebenarnya, sekarang inikan jamannya
pemerintahan sipil, kalau tentara melakukan sesuatu tindakan
militer dg alasan apapun, perlu approval (penguatan) dari
pemerintahan sipil, kalau tidak maka disebut melanggar HAMlah,
mau kudetalah dls. Semestinya mereka ini saling berkomunikasi,
menyamakan persepsi dan bertindak sesuai dg porsinya masing-2x.
Komunikasi antar mereka inilah yg saya duga mrpkan hambatan yg
akhirnya menjadi konflik (masih ingat ucapannya Pak Sumitro ' ...
dinegara ini banyak salah kaprah karena yg mengetahui tidak
berkuasa, yg berkuasa tidak tahu apa-2x, dan antar keduanya tidak
terjalin komunikasi yg baik).

Walaupun pihak-2x diatas secara fisik sering bertemu, sering
ngobrol bersama, belum berarti mereka saling mengerti; selama
mereka masih berbicara dg 'bahasanya sendiri', 'persepsinya'
sendiri akan sulit mencari titik temu. Kita di Mahawarman
kebetulan adalah orang-2x yg bisa dan sering berbicara dg kedua
belah pihak, shg bisa berbicara dg kedua 'bahasa' yg mereka
gunakan mungkin bisa menjembatani keduanya.

Konflik semacam ini adalah umum dan normal terjadi dimana-mana,
di perusahaanpun terjadi demikian. Kita sering mendengar konflik
antara bagian sales dg bagian keuangan atau bagian akunting.
Kalau pimpinan tidak bisa menengahi, konflik itu makin lama akan
makin parah.

Lalu bagaimana jika pimpinan (Jendralnya) lemah ?
Kalau memang semua pihak ingin institusi (negara, perusahaan)
maju, maka para manager (Kapten) nya harus saling koordinasi,
selalu menyamakan persepsi antar mereka, saling menghargai
concern orang lain dan melakukan penyesuaian sesuai dg
kewenangannya.

Kalau Kapten juga lemah ?
Kita tinggal berharap dari para Sersan Mayor (supervisor)
berkoordinasi antara sesama mereka.

> Bung Syafril , saya salut juga , anda masih hapal Panca Dharma
> Satya ,

Aduh Mas, itu bukan keluar dari otak saya, sejak lama saya
membiasakan diri utk tidak menyimpan info-2x macam itu ke otak,
saya cukup meyimpan informasi mengenai bagaimana cara mencarinya,
atau dg perkataan lain hal itu saya dapat dari search link di
Internet, maklumlah saya orang dari cyberspace :-))))

> .. Maafkan saya kalau terjadi kesalahpahaman . , 

No problem. 
Butir yg ingin saya ketengahkan dari Panca Dharma Satya adalah
butir 2.

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah<syafril-at-dutaint.co.id>

.


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke